
" Jika kau tidak menikahi adikku, maka jangan salahkan aku jika anakmu aku bunuh, walaupun aku akan masuk penjara, tapi kau akan kehilangan satu nyawa yang kau perjuangkan " ancam Azzam kakak Nadia. Abi dilema.
" Dek !" tangis Abi. Sekeluarga memandang Ais. Setelah berunding begitu pelik dengan penculik Intan, maka Ais mengiyakan, tapi ada beberapa syarat.
Jika kak Abi dengan putrinya jangan pernah di ganggu.
2 . Kak Abi keluar dari rumah tanpa membawa apapun, dan memulai dari nol lagi.
3 . Kak Abi tetap milik Ais dan anaknya.
Jangan berharap harta yang di dapatkan dengan Ais, bisa ikut menikmati
5 Dan seterusnya hingga sepuluh syarat yang di tulis Ais, Nadia meng iyakan, pikirnya mungkin itu hanya gertakan, belaka.
Lalu acara ijab kobul di lakukan, setelah para saksi bilang sah, Abi memeluk Ais dan sama - sama menangis.
" Jangan pernah tinggalkan kak Abi dek, hanya adek yang memiliki cinta kak Abi.walau jiwa ini terbagi " kata Abi.
Zha datang pulang dari sekolah, memandang nanar pada Abi dan juga Ais.
" Zha benci ayah, bisanya hanya menyakiti hati perempuan !" bentak Zha yang pulang dengan beekeringat, di ikuti adiknya Ega, dan langsung masuk kamar, lalu membanting pintu sekerasnya.
" Buk !" panggil Ais meminta babtuan pada bu Dwi menaiki kursi rodanya.
" Mama, urus penerbangan Zha ke luar negri, Zha menerima tawaran dari tuan Leon untuk ke negri gajah putih " kata Zha, mengeluarkan bajunya sambil menangis. Ais yang baru datang ke kamar Zha langsung turun duduk.
Ais duduk di dekat Zha.
" Jika kakak pergi, siapa yang akan menjaga adik dan mama, hanya kakak yang bisa ngertiin mama !" kata Ais.
__ADS_1
" Adek Intan dalam bahaya, kenapa malah ayah menikahi wanita ****** itu, !" tanya Zha sambil menunjuk Nadia yang berbalutkan baju pengantin.
" Zha anak ayah, Zha seorang perempuan, bagai mana jika Zha di posisi mama, pasti ayah tidak terima kan ?" tanya Zha dengan keras.
" Tante hamil adik kamu, dan tante janji akan menggantikan posisi mama kamu " jawab Nadia.
" Cukup, kau wanita punya otak udang !" tunjuk Zha pada Nadia, keluarga Nadia akan membela, tapi di halangi oleh Abi.
" Nadia telah merusak mental cucu ku, jadi biar dia tahu, siapa yang dia hadapi, dia putri Ais, yang tidak akan gampang di rampas haknya " kata bu Dwi.
" Kau wanita dengan otak udang, kau anggap, dengan kau hamil anak ayah, anak mu bisa mewarisi harta ayah, kau salah, anakmu malah akan sengsara, karena anak di luar nikah, itu nasabnya bersama ibunya, kau masuk di keluargaku, sebagai penghancur maka akan ku jadikan neraka untuk mu dan anakmu !" kata Zha.
" Dan satu lagi, tidak ada yang menggantikan posisi mama di sini walaupun dia cacat " kata Zha.
" Apa ini didikan mbak Ais yang kau banggakan selama ini !?" teriak Nadia pada Abi.
" Kau twlag membangunkan harimau tidur Nadia " kata Abi.
" Heh, baru nikah dengan ayah beberapa menit yang lalu sudah ketahuan sifat aslinya, bertahun - tahun mama mendampingi ayah, dia tidak pernah mengeluh !" kata Zha.
" Aku membiarkannya mengeluarkan, apa yang dia rasakan karena kau telah merusak mentalnya !" kata Abi.
" Demi adik Intan, ayah mau menikahinya, posisi mama tidak akan terganti " kata Abi.
" Kenapa tidak lapor polisi ayah ?" tanya Zha.
" Adek kondisinya memprihatinkan kita jemput dia " kata Abi. Dua putrinya mengangguk.
Roy darang, dengan emosi karena melihat vidio pernikahan Abi dan Nadia.
" Keparat kau Abi !" bentak Roy nencengkram kerah baju Abi.
" Tidak ada waktu Kita harus tolong adek om !" teriak Zha. Roy lalu menghadap Zha, dan Zha menjelaskan.
...****************...
" Bi lebih baik kamu pulang ajak Nadia, ini malam pertama kalian !" kata umi Kulsum, yang ikut mengantar Intan ke rumah sakit. Abi hanya tersenyum sinis.
__ADS_1
" Mas ayo pulang aku ngantuk !" kata Nadia.
" Kau mau pulang ke mana?" tanya Abi.
"Ke rumahmu lah !" jawab Nadia.
" Maaf, itu rumah istriku, jadi kau tidak ada hak untuk tinggal di sana !" usir Abi secara halus.
" Jika kau pulang, pulanglah ke rumah orang tuamu, besok aku carikan kontrakan !" kata Abi.
" Abi kau seharusnya berpikir, di sini sudah ada saudaranya Ais yang menunggu Intan, jadi kau pulang bersama Nadia !" bentak umi Kulsum.
" Terima kasih umi, Intan anak ku, anak senasab denganku, jadi aku lebih berat Intan dari pada Nadia yang juga mengandung anak ku !" kata Abi.
" Kak Abi, Intan mencarimu ?" kata Ais, datang menghampiri Abi. Abi langsung menghampiri Intan, dan menangis di dekatnya.
" Maafkan ayah nak !" kata Abi.
" Maafkan Intan juga ayah, karena Intan lemah, Intan menyakiti hati mama, Inyan tidak seperti kak Zha yang selalu asa but ayah sama mama " kata Intan.
"Adek adek tetap adik kakak, yang harus kakak lindungi " kata Zha.
Semua mengangguk dan menangis, esoknya Intan sudah si bawa pulang.
Seiring berjalanya waktu.
" Mas Abi pulang, perutku sakit !" teriak Nadia dari sebrang telepon, padahal Nadia baik - baik saja. Abi langsung pulang ke kontrakan yang berukuran 3 × 4 itu. Tapi tidak terjadi apa - apa, Abi juga hanya diam.
" Maafkan aku mas, anak kita hanya rindu padamu !" kata Nadia.
" Emmm !" jawab Abi.
" Hati - hati kata adalah do 'a " Abi memperingatkan.
" Mas kok nyumpahin jelwk sih !? " kata Nadia. Abi pergi membuat kopi.
" Mas aku mohon sentyh aku !?' pinta Nadia di dalam kamar memakai longery.
__ADS_1
" Apa kau mau menambah dosa, cukup waktu itu kita berzina, jika kita berhubungan kita masih tetap zina, karena anak kamu ada, sebelum kau aku halalkan, aku hanya ayah biologis, bukan ayah nasab paham" kata Abi