
Abi hanya terdiam merasakan perih di pipinya, merasakan darah merembes dari sana.
garpu yang di pegang Ais menan cap di pipi Abi.
" Kau buat aku seperti ini, dan kau juga yang sekarang tidak terima jika aku terurus seperti ini, akan kak Abi terima apa yang akan kau lakukan dek, asal jangan pernah kau sakiti anak kita " kata Abi.
" Aku hanya menyakiti fisik, tapi kau membunuhnya secara perlahan !" kata Ais.
" hati nya pasti hancur, dan stres, jika dia tahu ayahnya akan menikah lagi, sedang Intan, dia akan kecewa, pada ayah yang ia banggakan, dan Ega dia akan malu karena dia srla4lu membanggakan kalau dia putri Abi " teriak Ais.
" Jika kau tidak mengizinkan kak Abi tidak akan menikah lagi dek !" kata Abi.
" Kau hanya menenangkanku kan kak Abi !" kata Ais.
kata Ais sambil mengusap pipi Abi yang berdarah.
" Kita besok ke tempat abah ya ?" Abi menghalus.
" Kau akan nembunuhku perlahan kan bunuh aku sekarang juga apa kau yang akan ku bunuh !" kata Ais dengan sigap mencekik Abi.
" Ais, sadar Ais, istigfar " kata Reina memeluk Ais dari belakang sedang Ahmad dan Farhan berusaha melepas tangan Ais dari leher Abi.
Ais tanganya melemah dan beristigfar.
" Emosi istrimu masih tinggi, tolong jaga perasaanya, tenangkan dia dulu jangan bahas itu dulu !" kata Ahmad.
Semua keluar, memberikan ruang untuk Abi dan Ais.
pipi Abi yang mendapatkan goresan panjang dari sebuah sendok garpu ia abaikan yang terpenting sekarang istrinya.
Abi melepas mukna Ais dan menggendongnya ke ranjang.
" Kak Abi jangan pernah tinggalkan anak - anak, kau boleh bunuh aku tapi jangan pernah kau sakiti anak - anak " kata Ais.
" Apa aku seorang mafia sayang ?" tanya Abi.
" Lebih, ! kau tahu mafia membunuh tanpa menyiksa, jika poligami, membunuh secara perlahan " kata Ais.
__ADS_1
" Kak Abi tidak akan poligami !" kata Abi.
" Tapi jangan selingkuh dan Zina !" kata Ais menunjuk wajah yang memeluknya sambil tiduran, bertumpu pada tangan ia segi tiga menopang kepala.
" Istrimu sudah tidur ?" tanya Reina pada Abi yang baru keluar kamar. Abi mengangguk.
" Istrimu mengalami baby blues, jadi kau harus sabar menghadapi, dan di tambah lagi masalah ini, jadi dia stres berlebihan " kata Reina.
" Jika kau ingin nikah lagi, dan menceraikanya. izinkan dia jadi maduku " kata Reina, semua mata memandang Reina.
" Aku yakin Ais anak yang baik, dan Ais adalah ke bahagiaan ibu, dan aku tidak ingin ke hilangan, anak - anakmu yang semuanya pintar " kata Reina.
" Mbak, dengarkan Abi, sampai kapanpu, sampai titik darah penghabisan, Abi tidak akan poligami, ataupun bercerai dari Ais, karena dia ibu yang hebat, yang mampu mendidik anaku sampai seperti ini " kata Abi.
" Ada benar kata Ais, mungkin wajahku, adalah mala petaka, yang menggoda setiap wanita, tapi dia juga yang membuatku begini, pakaian yang selalu rapih, dengan sebuah model, membuat mata wanita memandangku tanpa berkedip, tapi aku sadar, siapa yang membuatku seperti ini, hanya Ais seorang istri yang memberi pelayanan terbaik "
" Tidak hanya di fisik, motorik, dan dorongan mental, dan juga di ranjang, dia tidak pernah menolak, kalau di ranjang, walaupun sedang marah sekalipun " jelas Abi.
Ahmad dan Farhan hanya mendengarkan obrolan Abi dan Reina, sedang Arman menyimak sambil mengobati luka Abi dan memperbanya.
Setelahnya mereka pamit pulang.
Ahmad mengumpulkan seluruh keluarga Aisyah, dan duduk di ruang keluarga.
" Ada apa Ahmad, kau kumpulkan kami ?" tanya abah.
" Ahmad, akan izin menikah lagi ?" kata Ahmad.
" Apa mas coba ulangi !?" kata Aisyah masih penasaran.
" Aku akan menikah lagi " kata Ahmad.
" Mas apa kurangnya aku, aku sudah turuti semua kemauanmu, " kata Aisyah dengan derai air mata.
" Apa kurangnya putriku Ahmad, bikankah dulu kau berjanji di depan penghulu akan menerima keadaanya, dan tidak akan menyakiti hatinya !" kata abah Sukron.
" Aisyah tidak bisa memberikan aku keturunan, dan aku kalah dengan Abi!" kata Ahmad.
__ADS_1
" Apa kau bersaing dengan Abi ?" tanya abah masih tenang. Ahmad menggeleng
" Abi mampu mendidik istrinya, menjadi yang lebih baik, sedang aku, ku kira tanpa di didik Aisyah, sudah mengerti " kata Ahmad.
" Maksudmu mas ?" tanya Aisyah.
Ahmad menyerahkan vidio yang di kirim Farhan padanya.
" Apa tidak ada ampun untuk putriku ?" tanya abah.
" Lalu siapa wanita yang akan kau nikahi ?" tanya abah.
" Ais, istri Abi, setelah mereka bercerai " kata Ahmad.
" Kau jahat mas, aku selalu menurutimu agar kita tidak ke dokter supaya, nyali kita tidak ciut, menghadapi jika di antara kita ada yang mandul, apa Ais yang menggodamu, ? dia lebih hina dariku, dia cacat dan juga tidak punya rahim !" teriak Aisyah sambil memukul Ahmad, sedang Ahmad hanya mengahalanginya dengan tangan.
" Wanita yang menghina kaumnya hina sebenarnya dialah yang hina " kata Ahmad membuat hati Aisyah semakin sakit.
" Aku tidak pernah mempermasalahkan sebuah keturunan, dan aku juga akan mendapatkan anaknya Abi, dari keturunan yang baik juga bukan ? Abi masih bisa dapat keturunan dari Almira, yang belum tentu seperti keturunan Ais !" kata Ahmad, sedang Aisyah di pelukan umi Rifa.
" Abi menikahi putri abah, tapi Abi tidak akan menceraikan Ais Ahmad " jelas abah.
" Tidak abah, semua anak Abi pasti akan murka, dan membuang Abi, dan Ais pasti akan menggugat cerai Abi, dan aku tidak mau, ibu yang baik, anak yang sholeh, jatuh ke tangan yang salah " kata Ahmad.
" Tapi kemarin kau kan sudah dengar sendiri, kalau Ais mengizinkan Abi berpoligami " kata umi Rifa, sambil memeluk putei sulungnya.
" Itu karena ancaman umi !" kata Ahmad.
" Ahmad mengumpulkan, semua di sini, hanya ingin meminta izin menikah, tidak untuk berdebat, Assalamialaikum " kata Ahmad, lalu berjalan ke arah kamar.
Aisyah, mengikutinya dari belakang.
" Mas !" teriak Aisyah.
Ahmad lalu memeluk Aisyah, bagai manapun Aisyah adalah istrinya,yang menemaninya dari nol, semarahnua Ahmad dia tidak ada niat untuk menikah lagi, ataupun mrnceraikan Aisyah.
" Apa kau masih mencintai Abi?" tanya Ahmad. Aisyah menggeleng.
__ADS_1
" Jangan kau usik keluarga mereka, kau tahu Abi masih tampan itu karena Ais " kata Ahmad.
" Maafkan aku mas yang ikut umi, mengeroyok Ais " kata Aisyah