
Konyol
*******
" Kau sungguh menyiksaku Ais " Runtuk Abi di atas Ais.
" Kak sakit apa tidak ?" tanya Ais panik.
" Tenang Ais jangan tegang, kau boleh melakukan apa saja kalau kau merasa terancam, Kakak pelan - pelan kok " kata Abi pada Ais.
Setelah berusaha berkali - kali belum masuk juga, Ais juga sudah merintih, keringat keduanya telah membanjiri sepraynya.
" Aku mohon Ais kamu jangan tegang, jangan panik, itu bisa menyiksamu " Abi sampai memohon pada Ais sambil tidak menyerah melakukan penyerangan.
" Sakittt kak Ais takut " rintih Ais karna menahan.
Kreeeek
Bluuuub
" Aghhhhh " Ais menahan suaranya dengan menggigit pundak Abi sekuatnya.
Ahirnya Abi sedikit lega, setelah sanggup membobol benteng pertahanan Ais, rasa sakit di pundaknya tidak terasa, di banding rasa nikmat yang dia rasakan baru kali ini yang dia rasakan. Namun siapa sangka Ais melepaskan gigitanya secara berlahan melemas karena mulai kehilangan kesadaran.
Abi melihatnya mulai terlihat panik. dan buru - buru berdiri memakai boxernya dan menggeser tubuh Ais, menutupinya memakai selimut dengan rapat yang terlihat tinggal kepalanya, langsung lari keluar meminta bantuan Raina.
" Mbak mbak . . . ! " panggil Abi pada Raina.
" Apa Bi ?" tanya Raina.
Semua mata tertuju pada Abi, heran tidak biasanya Abi tidur tidak memakai baju, dengan pundak terluka.
" Ais pingsan " kata Abi panik
__ADS_1
" Apa Ais pingsan ?" mereka meyakinkan
" Iya Ais tidak sadarkan diri. " Abi menjelaskan.
Arman, Ibu Dwi dan Riena yang masih di depan Tv segera lari menyusul Abi yang sudah duluan masuk ke kamar.
" Kenapa Ais bisa pingsan Abi? " tanya Reina pada Abi. namun tidak ada jawaban.
" Ambilkan minyak Telon . . . ! " suruh riena, Abi segera beranjak mengambilkan minyak telon dan di berikan pada Riena,
Tapi saat Riena akan mengoles minyak telon pada Ais, dia tidak sengaja memegang sesuatu di kasur Abi, saat dia mengangkat tanganya ada cairan berwarna merah, ya darah perwwwn semua mata mengarah pada Abi, membuat Riena berteriak
" Abi. . . . ! " teriak Riena pada adik iparnya. sedangkan yang di teriaki maksud, Abi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Ma af mbak, " Abi menyesal
" Bisa tidak kau melakukan dengan lembut untuk pertama kali ?" kata Riena, dengan minyak telon yang di oleskan pada Ais,
Ahirnya Ais pun perlahan membuka mata, walaupun Ais tidak sadarkan diri, tapi tidak terlihat pucat di wajahnya. Saat Ais ingin duduk, di tahan oleh Abi
Tiba - tiba Abi merancau sendiri
" Ha ha ha ha ternyata selama ini aku tertipu " teriak Abi membuat semua mata memandang ke arah Abi dengan bertanya - tanya.
" Aku tertipu dengan kelinci kecilku , dia mengaku telah hamil pada ayahnya, waktu itu aku sedikit terkejut saat dia mengaku hamil, siapa ayah dari bayinya, ternyata aku salah, ternyata aku tertipu Ha ha ha, . . .!" Abi melanjutkan, namun Ais panik melihat suaminya seperti kesetanan.
" Kak kalau aku tidak mengaku hamil, mana boleh kita menikah ?" Ais berusaha menjelaskan.
" Walaupun kau hamil juga aku sudah janji pada diriku akan menjagamu, namun kau membuatku semakin penasaran saat aku tanya mengenai kehamilanmu, kau hanya diam " Abi diam sejenak dengan mata berembun.
" Tapi malam ini aku bersyukur, kau telah menjaga dirimu untuku sayang, terima kasih sayang cup cup cup cup, " Abi menghujani kecupan pada Ais.
" konyol konyol " kata Arman, " seharusnya kau sudah lebih dewasa Abi ha ha ha " tawa Arman pun ikut pecah mengingat istrinya juga ikut curiga waktu itu.
__ADS_1
" Ya sudah teruskan lagi " kata Riena pada Abi dan Ais, sambil tersenyum malu mengingat waktu itu juga sempat curiga.
" Yang rilek ya jangan tegang lagi " pesan Arman
" Kalau tidak tegang tidak bisa masuk mas " jawab Abi dengan nada bercanda.
" Oh iya ya " Arman maksud apa yang di katakan Abi.
" Ha ha ha ha ha . . . . ! tawa semuanya pecah.
Setelah semua sudah keluar Abi meneruskan Aksinya, Ais sedikit menolak karena masih merasa sakit
" Tapi kak masih terasa sakit " kata Ais
" Kalau tidak kita biasakan, nanti kalau di pakai masih terasa sakit " Abi meyakinkan.
Ahirnya Ais pun menyerah, entah sampai jam berapa melakukan itu. tidak cuma satu kali mereka meneguk kenikmatan, hingga mereka terkapar lemas.
Saat pagi tiba Ais merasakan ada yang mengganjal di antara dua pahanya, dan terasa sakit di sekujur tubuhnya. Abi pun sama
' Rasanya seperti di gebuki orang sekampung ini badan, namun aku tidak boleh terlihat lemah di depan Ais ' gumam Abi dalam hati
" Kak aku susah jalan " kata Ais pada Abi saat sama - sama membuka mata waktu ingin mandi.
" Ya sudah nanti kakak gendong . .! " jawab Abi sambil membuka selimut. " hah " Abi melongo, melihat pemandangan yang selama ini belum pernah terlihat. ' Sungguh indah pemandangan surga duniaku tuhan aku berjanji padamu akan menjaganya ' kata Abi dalam hati saat memandang tubuh polos Ais, sambil menelan ludah.
Saat Abi menggendong Ais ke kamar mandi.
" Kayaknya masih ada satu ronde lagi ini ?" kata Abi genit pada Ais.
" Hah " Ais melongo seperti tidak percaya. ' Kuat amat orang ini. keturunan hulk apa ya ?' kata Ais dalam hati.
" Kak sudah dulu ngapa ? badanku sudah hancur semua rasanya. " kata Ais ingin mengakhiri
__ADS_1
" Lihat Saja nanti " jawab Abi
Sampai di kamar mandi Abi langsung menurunkan Ais pada gendonganya namun saat menggosok tubuh Ais pada bagian tertentu Abi menegang lagi, Ahirnya apa yang di kwatirkan Ais terjadi lagi, Abi menndudukan Ais dan membuka pahanya dan mengarahkan pusakanya pada lubang kenikmatan Ais. Ais hanya bisa pasrah atas perlakuan Abi. permainan malam ini di kuasai oleh Abi.