ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Medan dan Makasar


__ADS_3

Saat Abi sampai di situ, benar juga Leon sedanf meraung ke setanan. Abi segera membacakan surat allah dengan lantang menghadap Leon, membuat jin yang ada di tubuh Leon tidak sanggup dan keluar dari tubuh Leon. Leon terkulai lemas.


" Zha, jaga pakaianmu, kau berdiri di depan ku, dengan rok segitu, kau ingin menggodaku !" kata Abi saat melihat Zha berdiri di dekatnya sedang dia sedang jongkok menolong Leon.


" Maaf mas !" kata Zha segera berlari.


Leon sadar dan yang dia lihat Ais.


" Kenapa kau begitu cantik ?" kata Leon sambil memegang Ais.


" Dia istriku jangan lancang anda !" kata Abi.


" Tapi aku mencintainya !" kata Leon.


" Brengsek, manusia tidak tau terima kasih, orang pintar, tapi tidak ada aklak !" kata Abi.


" Ayo dek kita pulang, " Kata Abi sambil menarik tangan Ais.


" Aku kecewa sama kamu kak, baru saja kau kehilangan Karen, sudah kau embat kak Ais, mikir todak sih kak, Ais itu sudah bersuami ! " bentak Zha lalu pergi ke kamarnya.


" Kak ?" panggil Ais sambil meringis menahan sakit pada pergelangan tanganya yang di cengkeram Abi.


" Maafkan kakak dek ?" kata Abi.


" Apa kak Abi marah sama Ais, apa kak Abi cemburu sama Ais ?" tanya Ais.


" Tidak, kalau cemburu wajar karena kak Abi sangat mencintaimu, tapi kak Abi percaya padamu !" kata Abi memeluk istrinya.


Sesampainya di lantai bawah, terlihat anaknya dan Deon sudah ada di sofa.


" Kenapa kalian di sini ?" tanya Abi pada Arif yang masih duduk sedang Ega masih di gendongan Arif.


" Kata om Deon, tadi kita di jemput suruh menginap di sini !" jelas Arif.


" Ayok Pulang, !" ajak Abi sambil menggendong Intan.


" Bi, menginap di sini semalam saja, takutnya Leon kambuh lagi " kata Deon memohon.


" Maaf om, lebih baik kita pulang !" kata Abi jalan menuju mobil.


" Jika kambuh lagi, berarti pikiranya masih kosong, dan perbanyaklah ibadah jangan maksiat !" jawab Abi sambil membukakan pintu mobil untuk istrinya. Deon yang mengikuti dari belakang


" Ha ha ha. . !" ternyata gampang bikin Abi marah, hanya soal istei !" teriak Leon dari lantai atas.


Deon langsung berlari dan menampar Leon.


" Kau tidak punya hati Leon, dia sempatkan waktu ke sini untuk menolongmu, hanya kau buat kecewa " kata Deon.


" Kurang apa Zha untukmu !" kata Deon.


" Aku hanya bercanda dad !" kata Leon


" Bercandamu tidak lucu seperti anak kecil !" kata Deon dengan kecewa.


Sesampainya di apartemen, anak - anak semua sudah tidur, saatnya Abi meminta jatah.


" Dek kak Abi kangen dengan dedek yang ada di dalam perut !" kata Abi dengan alasan.

__ADS_1


" Tapi kak ?" kata Ais.


" Kak Abi janji, kak Abi akan lembut " kata Abi.


Ais tidak pernah bisa menolak saat Abi sudah memperlakukanya bak sebagai ratu, walaupun posisinya masih berdiri, tanpa sehelai benangpun, rasa malu sudah hilang, kalau Abi sudah melakukanya.


" Kak Abi, Ais mau pipis " rintih Ais saat Abi bermain di benda kenyal di bawah perutnya.


Abi tersenyum menang, lalu mengangkat istrinya ke ranjang, olah raga panaspun terjadi, yang kini jarang di lakukan Abi semenjak Ais habis pendarahan.


Pagi hariDi kediaman Leonardo.


" Apa, pengunjung kecewa ?" tanya Leon yang dapat telepon dari sebrang sana


......


" Berarti makananya pengaruh besar dan banyak peminatnya, cari dia, dan kita ajak kerja sama kembali, walau harus bayar dua kali lipat " kata Leon.


Lalu mematikanya secara sepihak..


" Ada apa kak ?" tanya Zha..


" Pengunjung komplen, karena makananya tidak seenak makanan dari resto Abi" kata Leon.


" Lalu ?" tanya Zha.


" Terpaksa, aku harus cari Abi lagi, walau harus bayar lebih mahal dari pada kerja sama yang di sepakati kemarin, dari pada pelanggan kita pergi !" kata Leon. semua hanya mengguk.


Sedang Ais dan Abi yang sudah rapi siap mengantar final Zhafira.


" Ais. . !" suara bariton wanita.


" Gea !" panggil balik Ais.


" Kau makin cantik saja, tidak lusuh lagi " kata Gea..


" Bisa aja. Kamu apa kabar, sudah lama tidak bertemu !" kata Ais.


" Nanti kita lanjutin waktu makan siang ya, aku rindu sana kamu !" kata Gea, buru - buru pergi.


" Siapa dek ?" tanya Abi yang baru datang membawa beberapa cemilan.


" Teman waktu olimpiade dulu, perwakilan dari Medan !" kata Ais.


" Emmm !" jawab Abi.


Tidak terasa setelah melihat pertunjukan Zhafira, kini sudah waktunya makan siang, semua peserta di bagi snak dan nasi kotak, sesuai yang di janjikan Gea, mereka bertemu.


" Gea " Sapa Ais pada perempuan yang sudah menunggu di meja pengunjung.


" Kita makan nasi kotak ini bersama ya.?" mengenang masa lalu kita, baru nanti perkenalan !" kata Gea, setelah memeluk Ais.


" Aku ikut gabung !" teriak pria, yang baru datang.


" Vais !" panggil Ais.


Abi yang masih ntah ke mana bersama Arif,

__ADS_1


" Gea cerita kalau kamu sampai sini !" kata Vais.


" Aku mengantar putriku, yang ikut olimpiade berkelas ini, sedang kalian kenapa di sini ?" tanya Ais.


" Kita masih menekuni, jadi kita ke sini di undang sebagai pelatih " kata Gea


" Hai semakin sukses saja kalian !" kata Ais


" Tidak juga, siapa nama anakmu !?" tanya Vais.


" Zhafira abi manyu "kata Ais.


" Peserta termuda perwakilan dari provinsi xx !?" tanya Gea, dan di angguki Ais.


" Kau sudah punya anak sebesar itu, pantas saat aku pandang matanya seperti tidak asing !" kata Vais.


" Preeet. . !" kata Gea.


" Ha ha ha !" tawa semua.


" Oh ya aku pernah mampir ke rumah mu tapi kata bapakmu kau sudah tidak ada !" cerita Vais.


" Aku ikut suamiku, di daerah 272 " kata Ais.


" Pantas !" kata Vais.


Canda ke tiganya seru, sampai saat datangnya Abi dan anak - anak.


" Kak Abi makan dulu !" pinta Ais.


" Pesenin saja !" kata Abi.


" Cakep suamimu say !" kata Gea memandang Abi yang masih menarik bangku.


" Cakep dong suaminya siapa dulu !" kata Ais.


" Kenalin kak, ini Gea, teman waktu olimpiade atlit renang perwakilan dari Medan, dan ini Vais, mendapat predikat, bahasa asing terbanyak perwakilan sari Makasar " kata Ais, Abi menyalaminya dengan ramah.


" Abi " jawab Abi singkat.


" Itu anakmu semua Ais ?" tanya Gea, Ais menggangguk.


" Yang perempuan yang pria keponakan " kata Ais.


" Wah hebat, sudah keluar tiga, masih ada yanf di dalam perut !" kata Vais.


" Ha ha ha, ini lah kehebatan suamiku !" kata Ais.


" Ha ha ha, !" tawa semua.


Mereka di ruang VVIP jadi enak ada tempat bermain anak.


" Aku seperti tidak asing dengan suamimu !" kata Vais.


" Maksudnya ?" tanya Ais.


Vais lalu mengotak atik ponselnya dan benar, menyodorkan sebuah foto pada Abi dan Ais.

__ADS_1


"


__ADS_2