
Ais pergi keluar, saat Abi di resto, dia mengecek, badanya, yang ahir ini sering sakit.
" Apa dok, aku hamil lagi ?" tanya Ais terkejut, memang setelah kuret itu dia, tidak pernah haid.
" Ya buk, tapi kalau boleh saya sarankan jangan besarkan janin ibu, karena di rahim ibu, mengidap sebuah pernyakit xx, dan itu bisa membahayakan nyawa ibuk dan janin ibu, !" kata Dokter.
" Jadi dok ?" tanya Ais.
" Sakit itu, di karenakan, ibu habis kuret, belum sembuh lukanya, sudah hamil lagi, jadi lukanya semakin melebar !" kata Dokter.
" Kalau aku inginkan bayi ini lahir dok ?" tanya Ais.
" Aku tidak tahu buk, karena ini menyangkut nyawa !" kata dokter.
" Jika ini di angkat, apakah saya bisa hamil lagi dok ?" tanya Ais.
" Kemungkinan besar tidak buk, karena anda jiga harus angkat rahim karena rahim anda telah rusak " jelas dokter.
Deg
" Tolong rahasiakan ini dari kak Abi ya dok, saya tidak mau dia menyuruhku mengankat janin ini !" kata Ais.
Setelah konsultasi Ais pulang, dan di dapatinya Abi sudah di sofa ruang tamu.
" Dari mana dek ?" tanya Abi.
" Dari apotik kak, ini obatnya Intan !" kata Ais, sambil menyerahkan obatnya pada Abi.
" Kenapa tidak bilang sama kak Abi !" kata Abi.
" Kak Abi kan masih sibuk !" kata Ais lalu ke kamar.
Ais melihat Lula membuatkan coklat panas untuk Abi, dan Abi menyambutnya dengan berdiri, Ais sedikit menendang bokong Lula dari belakang.
"Aw !" teriak Lula terduduk.
" Dek !" kata Abi. " Maaf kak, tadi hanya bercanda " kata Ais,
sambil memeluk Abi, dan coklat hangatnya, tanpa sepengetahuan Abi, Ais gulingkan, hingngga mengenai Lula, yang duduk menunggu di tolong Abi.
" Panas, panas !" teriak Lula.
" Ada apa Lul ?" tanya Abi.
" Ya allah kak, coklat kamu tumpah !" kata Ais yang melihat wajah Lula, sudah berwarna coklat. Abi dan buk Dwi tersenyum melihat tingkah Ais yang konyol.
Intan sudah aktif sekolah, walaupun di larang kelelahan.
" Dek, kita Hanting yok, ke hotel berbintang !" ajak Abi.
" Mau ngapain ?" tanya Ais.
" Kak Abi kangen Ais yang dulu ?" kata Abi. Ais mengangguk dan berganti pakaian. Abi melihat Ais tanpa berkedip, Ais memang cantik, tapi dia belum bisa syar i, baju ke andalannya, tunik levis kancing depan yang ia buka di dalamya, memakai kaos panjang menutupi lenganya, celana dasar, dengan jilbab pasmina dengan polesan mek up sederhana.
__ADS_1
" Kita ke resto dulu, biar Reza nanti yang jempur anak - anak " kata Abi, dan di angguki Ais.
" Kita mampir ke mall ya ?" tanya Ais. Abi mengangguk.
Dan sesampainya di resto, semuanya telah di cek, Ais duduk bertiga dengan Reza, Ais pamit ke kamar mandi, teman Abi datang.
" Hai, kamu Abi yang culun itu kan ?" tanya Ivan.
" Kau Ivan ?" tanya Abi.
Lalu menyambut teman lama dengan candaan.
Ais yang sudah keluar, tidak langsungMenemui Abi, melainkan menguping pembicaraan mereka di balik pintu.
" Kau sudah nikan Bi ?" tanya Ivan.
Abi mengangguk.
" Dia sudah berhasil 4 bro, kamu brapa ?" tanya Reza, yang di maksud anak.
" Belum, masih satu, tapi istriku, tidak bisa beranak lagi, karena oprasi rahim !" kata Ivan dengan nada sedih.
" Istrimu cantik Bi ?" tanya Ivan.
" Tidak Van,dia jelek, hitam, cerewet, dan galaknya, sudah kayak petir " kata Abi, Ais yang mendengarkanya mengepalkan tangan.
" Ha ha ha. . Kamu kok betah sama wanita seperti itu, kalau aku sudah nikah lagi " kata Ivan.
" Tapi aku senang, jadi pria lain tidak doyan " kata Abi.
" Bi, kamu tidak pernah bersyukur, punya Ais, kalau tidak mau berikan padaku ?" tanya Reza.
" Aku sangat bersyukur Za, makanya aku tidak mau memuji, istriku di depan pria lain " kata Abi.
" Terus ?" tanya Reza.
" Karena ke cantikan Ais, kelembutan Ais hanya aku yang miliki, jangan sampai karena aku memujinya di depan pria lain, pria lain mengincarnya " kata Abi membuat tangan Ais, yang sudah mengepal di buka.
" Makanya, jangan suka posting, ke lebihan istri di sosial media nanti ada yang mengincar kecantikan dan kelebihan istri kamu, barang siapa semakin sering mengunggah foto, dan menunjuk, kelebihan pasanganya, maka lebih dekatlah kamu menjadi duda bray !" kata Abi, membuat Reza tersenyum kecut.
" Ku kira kamu tidak mengunggah, apa yang kau alami karena kamu kurang bersyukur, punya Ais, wanita sempurna !?" kata Reza.
" Aku tahu batasan, jika aku mengunggah foto Ais, sama saja aku, mengunggah dosa, karena wajah istriku, di lihat lain muhrim " kata Abi.
" perlu kau ingat Za, CINTAILAH PASANGANMU DENGAN KEKURANGANYA, MAKA KELEBIHANYA ADALAH BONUSNYA " Kata Abi.
Brught. . !
" Aw. !" teriak Ais seketika Abi menghampiri istrinya.
" Punya mata itu di pakai ?" kata Ais pada Ivan yang baru keluar wc menabraknya, tapi Ivan memandang Ais, tanpa berkedip.
" Jaga matamu, aku tonjok nanti !" bentak Ais.
__ADS_1
" Cantik kok galak !" kata Ivan.
" Van enakin ya, aku tinggal dulu, enakin sama Reza " kata Abi menarik tangan Ais.
" Za nanti jemput anak - anak " kata Abi.
" Biar Arif saja om " kata Arief putra Jay, yang ikut kerja di restonya Ais.
" Dia siapa Za ?" tanya Ivan.
" Istrinya, Abi !" kata Reza.
" Cantik " kata Ivan.
" Mantan preman " kata Reza.
" Pantes, tapi cantik Za ?" kata Ivan.
" Sebentar Za " Ivan berlari menuju parkiran, mengambil dompet yang ada di dalam mobil, melihat Abi membukakan pintu mobil untuk Ais, dan melindungi kepala Ais dari pintu. Ivan melihatnya tersenyum.
" Ada apa Van ?" tanya Abi, dan di gelengi Ivan.
" Perhatian " kata Ivan.
" Kalau tidak di perhatiin kayak gini nanti pintunya lepas " kata Abi, di senyumi Ivan.
Ivan lari ke dalam lagi.
" Itu mobil Abi sendiri ?" tanya Ivan pada Reza.
" Iya, resto ini juga miliknya " kata Reza.
" Sukses berarti ?" tanya Ivan.
" Sukses, walaupun Ais istrinya tidak bisa masak tapi otaknya lumayan " kata Reza, Ivan mengangguk.
Abi meneruskan perjalananya berdua hanya ada ke heningan.
" perjalanan melelahkan " kata Ais saat sampai rumah.
" Mana oleh - olehnya om ?" tanya Vino yang langsung menyambut Abi.
" Tanya sama tante ya ?" jawab Abi. Ais menaruh belanjaan di dapur, langsung menuju kamar anaknya.
" Bi, besok antar aku ke mall ya ?" kata Norma bergelayut manja di tangan Abi.
" Besok biar aku antar Nor, sekalian aku mau belanja kebutuhan anak - anak !" teriak Ais.
Norma memanyunkan mulutnya, niatnya malah gagal.
" Ya sudah, tidak jadi " kata Norma.
" Ya sudah, padahal aku mau beli barang brended bersama kak Abi " kata Ais, membuat mata Norma mrmbulat sempurna.
__ADS_1
" Baiklah, aku ikut !" kata Norma.
Ais menuju meja makan, saat Abi akan memeluk, Ais menepisnya,