
" Maafkan ayah sayang !" kata Abi.
Tapi Intan masih takut dan masih di dada Zha.
" Tidur dek " kata Zha.
" T tapi kakak, jaga ko huks huks kotak pensil adek " kata Intan, Zha mengangguk.
Ais datang, dan mendapati dua putrinya, tidur siang dengan memeluk satu kotak pensil.
Ais melihat ada yang aneh pada Intan, dalam tidurnya masih sesenggukan, dia mengelus kepala Intan.
" Mama huks huks !" Intan terbangun dan langsung memeluk Ais.
" Jangan pernah tinggalin Intan !" kata Intan.
Zha ikut bangun dan menjelaskan.
" Nanti mama akan sewa tukang, bikin lemari rahasia, yang kuncinya hanya sidik jari kalian, jangankan bu de dan Vino, mama dan ayahpun tidak bisa membuka !" kata Ais.
" Benar mama, makasih ma !" kata Zha dan Intan.
" Buk, Ais sudah tidak kuat, mental anak mulai teekikis di rusak dan kak Abi juga lebih percaya pada Norma di banding Ais, sampai anak yang di kandung Ais pun dia tidak mengakui " kata Ais mengadu pada ibu Dwi.
" Ibu tidak melarang, kalau kau akan keluar dari rumah ini bersama anakmu, tapi yang ibu inginkan, ingat pulang, karena rumah ini milik kalian, kau selalu bilang, tidak akan rela, jika hak mu dan anakmu di ambil orang lain !" kata bu Dwi.
" Baik buk !" kata Ais.
" Ibu percaya padamu, jaga kepercayaan ibu, dan selama Abi atau dirimu tidak ber hi anat , ibu akan mempertahankan kalian " kata bu Dwi lalu pergi.
Ais ketiduran di kamar Intan, setelah sore tadi menyuruh Abi ke apotek, mencarikan obatnya Intan.
Ais terbangun dari tidurnya melihat jam di dinding menunjukan pukul dua dini hari Ais melihat ke kamarnya tapi tidak ada Abi, dia mencari keberadaan Abi tapi tidak ia temukan, dan ada suara aneh di dalam kamar Norma, ada orang saling berbisik, berteriak, dan mendesah seperti dua insan sedang meneguk kenikmatan.
" Kak Abi kamu jahat !" tangis Ais di depan pintu kamar Norma.
Ais meraih ponselnya dan menghubungi pak Rt, dan bang Jay secara diam tanpa di ke tahui buk Dwi.
Sebagian warga sudah kumpul, baru Ais membangunkan buk Dwi.
Buk Dwi menangis mendengar ******* dari kamar Norma. Jay menarik Ais dalam pelukanya.
" Sabar dek !" kata Jay.
Pintu berkali - kali di gedor tapi tidak di buka, Norma dan pria yang ada di dalam selimut seketika panik dalam kepanikanya, Norma memakai baju sekenanya dan brak. . ! Pintu terbuka.
__ADS_1
" Arak saja pelakor !" arak saja " teriak para warga.
" Kak Abi keluar kamu !" teriak Ais langsung menerobos masuk.
Norma yang tadinya mengeluarkan peluh kenikmatan, kini berganti dengan peluh kepanikan.
Ais melihat gundukan di bawah selimut seketika dia menghajar, membabi buta dangan tangisnya yang pecah, Ais yang keluar selalu pakai jilbab dan pakaian tertutup, kini tanpa sadar pahanya terbuka, dan rambut panjang hitam membuat mata para pria tidak bisa berpaling memandang Ais yang sedang menghajar orang di dalam selimut.
" Kurang apa aku kak, kau jangan pernah zina, ku suruh kau menikah kenapa kau suka dosa kak !" tangis Ais masih menghajar manusia di dalam selimut.
" Ais sakit, beri Ais perhatian beberapa bulan lagi, kenapa kamu selingkuh !" masih dengan tangis Ais.
Plup
pelukan dari belakang ke tubuh Ais yang mungil.
" Ini kak Abi sayang, ini kak Abi " Kata Abi yang baru datang, langsung memeluk Ais membawanya turun dari orang yang ada di dalam selimut.
" Kak Abi !" tangis Ais pecah di dada Abi, tapi tubuh Abi bau tanah.
Sedang Norma kepalanya jadi bulanan ibu - ibu, dan memohon ampun, Ais yang sudah menyiapkan air cabai di wadah minyak semprot, sebelum masuk tadi sudah menyemprotkan ke arah kelamin Norma.
" Terus siapa yang di dalam selimut !?" tanya pak Rt.
" Reza. . !" teriak semua orang, melihat Reza tanpa srhelai benangpun yang sudah babak belur.
" Berhenti, dengan kau menariku, kau akan malu !" kata Reza keras pada Irma.
Ais memegang perutnya dan Abi merasakan tubuhnya sudah lunglai. Arief menolong Ais, dan Abi masih bisa berjalan menuju sofa, sedang Jay menghakimi Norma.
" Sungguh hina kau Norma, di mana hati nurani mu, kau seorang wanita, dan kau tidak punya hati menyakiti wanita lain " bentak Jay.
Plak. . !
Tamparan keras mendarat pada pipi Norma sampai terhuyung.
Bugh bught ! Jay menghajar Reza juga yang hanya pakai boxer, sedang Irma menangis di hadapan mereka berdua.
" Reza yang mengajaku duluan, dia menjanjikan akan memberiku uang jika aku bisa menghancurkan keluarga Abi, dan aku juga mencintai Abi, dan Reza juga mengancamku, jika aku tidak melayaninya makanya aku setuju " Norma angkat bicara.
" Dasar otak udang, kau tahu, Ais adikmu Norma, abang malu punya adik bejat sepertimu !" bentak Jay.
" Jangan dengarkan Norma, dia dulu yang menggodaku !" pembelaan Reza.
" Sudah berapa lama kalian melakukan skandal ini ?" tanya Ais.
__ADS_1
" Sudah satu bulan " kata Norma.
" dua " jawab Reza.
" Kau memang casanova Za "
bugh.
Bentak Jay dan menghantam perut Reza lagi.
" Ku kira kau menikah akan sembuh !"
bugh
" Ternyata adiku yang kau makan " kata Jay. " Jangan salahkan aku semua, tapi salahkan juga adikmu !" bentak Reza sambil menunjuk Ais dan Abi.
Ais bingung sambil menunjuk dirinya sendiri, semua memandang pada Ais, Abi yang lemaspun menandangnya.
" Ya kamu, kenapa dulu kau menolaku dan kau lebih memilih Abi, padahal aku yang mengenalkanmu pada Abi !" kata Reza.
" Apa kau tidak tahu perasaanku saat ini, rasa itu tidak berubah, aku tidak bisa melupakanmu, kau dulu yang polos berubah cantik membuatku tidak bisa berpaling " jelas Reza.
" Istri cantik itu tergantung pada, suami hu huuuu !" teriak ibu - ibu.
" Makanya saat Norma datang dan cerita sama aku kita punya niat sama, dan ku lihat Norma juga cantik mirip seperti Ais " jelas Reza.
" Tidak hanya itu, saking terobsesinya Reza pada Ais, dia sering ngintip di kamar Ais " kata Norma.
" Apa kotor dalam kasur resto itu kamu Reza ?" tanya Abi. Reza mengangguk.
" Ya Reza tidak hanya denganku, tapi kadang sama Lula, dan Reza pasang cctv di sana, karena ingin melihat tubuh Ais " jawab Norma jujur, karena tidak mau di salahkan terus oleh abangnya.
" Keparat, ku kira kau sahabat, ternyata kau penghianat !" teriak Abi. Abi akan berdiri tapi tubuhnya terasa sakit.
" Ceraikan aku mas !" teriak Irma.
" Tidak sampai kapanpun kau tetap istriku !" kata Reza pada istrinya.
" Aku mohon !" kata Irma.
" Kau tahu akibarnya kalau kita pisah, pikirkan anakmu !" bentak Reza, sambil menendang Irma, tapi di tangkap oleh Ais.
" Saat kau selingkuh. apa kau memikirkan anakmu ?" tanya Ais membuat Reza bungkam.
Ahirnya semua warga menyeret Reza dan Norma dan membawanya ke lapangan, dan sidang akan di proses besok
__ADS_1
" Maaf buk tadi aku menemukan pak Abi tidak sadarkan diri di tengah jalan saat ronda, dan saya bangunkan, ternyata beliau hanya pingsan lalu mengantarkanya ke apotek, untung ada apotek buka 24 jam, lalu mengantarnya pulang " kata seorang bapak. Yang mengantar Abi tadi.