ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Nyawa dan kontrakan


__ADS_3

" Aku akan belajar menerima Ratna, dia cantik, perhatian, tapi kenapa hatiku, sepenuhnya milikmu !" kata Seno. Seno menangis sesenggukan di dekat Ais.


Sedangkan di tempat lain, Ahmad dan Aisyah pulang membawa bayi kembar tampan, dan dua baby sister. keluarga abah merasa bahagia.


" Anak siapa ini Ahmad ?" tanya Latif menyambut sakah satu putra Abi.


" Jika kau adopsi anak, segera buat sertifikatnya !" kata abah.


" Dia anak Abi abah, ibunya koma, melahirkanya !" kata Ahmad, semua tercengang.


" Aisyah, hanya ingin merawatnya selama ibunya masih di rumah sakit !" kata Aisyah.


" Pantas, saat aku melihatnya, hatiku tertarik, ternyata keturunan dari orang terpilih !" kata abah.


Semua tersenyum, setiap Rayyen pulang kerja, bawakan mainan, begitu juga dengan adiknya yang lain, masalah baby sister, mbak Menik dan satu temanya, sudah tanggungan Abi, susu beserta diapers dan keperluan yang lain juga, masih di tanggung Abi.


Tidak terasa tiga bulan sudah Ais, koma.


" Maaf pak Abi, hari ini pelepasan, semua alat kesehatan pada tubuh bu Ais, karena ini batas ahir " kata dokter.


" Saya mohon, verikan istri saya, bernafas seminggu lagi ?" kata Abi melipat tanganya ke depan.


" Pak, ini nyawa bukan kontrakan, sebulan yang lalu, bapak meminta pihak rumah sakit meminta waktu sebulan, lagi, sekarang seminggu lagi, bukankah bapak paham agama, jadi jangan bapak gantung nyawa istri bapak sendiri, walaupun di bawa ke luar negri jawabanya juga sama !" kata dokter, yang sudah habis ke sabaran pada Abi.


" Bukankah Abi sudah bayar, ruanganya, juga lebih banyak, kami hanya butuh penanganan yang terbaik !" kata Roy.


" Kau tahu siapa saya ? orang kepercayaan dari Deon andreas, pemilih, separoh penanam saham di rumah sakit ini !" kata Roy.


" Sudah Roy, mungkin ini sudah garisku, harus kehilangan wanita yang sangat aku cintai !" kata Abi meneteskan air mata.


" Baik lah pak, tapi hanya seminggu !" kata dokter. Setelah itu Abi keluar.


" Bi bagai mana kalau Ais di bawa ke rumah sakit luar negri yang pelayananya baik?" tanya Roy. Abi menggeleng.


" Jika dia miliku, aku yakin dia akan kembali, jika tidak, aku iklaskan dia pergi dengan tenang, aku akan mengobatinya dengan caraku !" kata Abi.


" Tapi untuk saat ini, aku butuh alat bantu itu !" lanjutnya, Roy mengangguk.


" Semoga berhasil, semua sudah rindu dengan tawanya !" kata Roy sambil menepuk pundak Abi.

__ADS_1


" Ais maafkan aku, mungkin ini karena sumpahku, aku merasa ini semua tidak adil saat kau tertawa dengan Abi, aku ingin tidak ada yang memilikimu, tapi ternyata aku salah, tidak hanya aku yang sakit melihatmu begini, tapi banyak anak yang sakit, merindukanmu, maafkan aku Ais " tangis Seno, menghadap di brankar Ais.


Roy yang nendengarnya langsung tersulut emosi


" Jadi ini semua karena kamu jangan jangan kamu juga menyabotase obat di rumah sakit ini, yang di berikan pada Ais !" kata Roy mencengkram kerah baju kebesaran Seno.


Seno menggeleng.


" Rpy ini garis yang kuasa, kita harus terima !" kata Abi menghentikan aksi Roy.


Abi menyuruh Seno pergi, dan Roy pilih pergi juga.


Abi terus membacakan ayat suci al kur an di telinga Ais, dengan deraian air mata.


" Adek, kak Abi yakin kau pergi belum jauh dan masih dengar suara kak Abi, pulang lah kak semua merindukanmu, kak Abi akan menuntunmu !" kata Abi.


Ting


( anak jalanan, siap mengirim do ' a mbak Ais agar segera siuman !) pesan dari Rayyen, dari rumah anak jalanan, dengan foto yang sudah menyandang kitab suci al kur 'an.


"(Terima kasih ) balasan Abi.


Tangan Ais merespon. Abi tersenyum.


Abi harus pulang mengecek restauranya, walaupun ia menunggu Ais tapi dia tidak lupa dengan usahanya yang di bangun bersama Ais, demi buah hatinya.


" Bi, kabar baik, Ais membuka mata, tapi dia masih bingung " telepon dari Roy.


Betapa bahagianya Abi yang masih makan bersama dengan keluarganya, Abi langsung beranjak berdiri, tapi ke tiga putrinya ingin ikut.


" Kalian di rumah saja, siap kan penyambutan, untuk mama !" kata Abi.


Semua langsung merespon bahagia.


" Panggil mas Arief " teriak Zha.


" Tante juga bantu " kata Risa.


Semua mengangguk. bu Dwi tersenyum, seperti ada kehidupan lagi di rumah ini, walau masih dengar mamanya sadar.

__ADS_1


Abi berangkat dengan membawa bekal nasi dan sayur ke sukaan Ais, dengan penuh kupu - kupu di hatinya.


" Sayang !" panggil Abi lalu memeluk Ais yang masih linglung.


Ais melerai pelukanya.


" Ini kak Abi, dek suamimu ?" kata Abi. Ais masih celingukan.


" Maaf pak, buk Ais masih seperti bangun tidur, jadi biarkan dia tersadar dengan sendirinya jangan di paksa !" kata dokter sambil melepas, alat di tubuh Ais. Abi tersenyum mengerti.


" Kak Abi, kenapa kaki Ais tidak bisa di gerakan ?" tanya Ais.


" Kak Abi !" teriak Ais.


" Nantinya kak Abi panggilkan dokter !" kata Abi.


Betapa terkejutnya, kalau Ais di vonis lumpuh.


" Tidak mungkin kak Abi, tidak mungkin, Ais wanita cacat, wanita tanpa rahim lupuh !" teriak Ais histeris.


" Tenang dek, kak Abi hanya untukmu !" kata Abi memeluk menenangkan Ais yang memukul dadanya.


" Adek kau wanita sempurna kak Abi, kau siuman, itu adalah anugrah terindah kak Abi, jangan pernah putus asa, kita obati bersama ya, kak Abi ada di dekatmu, dan satu lagi, terima kasih, kau telah menghabiskan, keturunanmu, hanya untuk mengandung semua anak kak Abi " Kata Abi menenangkan Ais.


" Kau wanitaku paling sempurna, maafkan kak Abi, kak Abi mohon, jangan tidur panjang lagi ya, kak Abi rindu senyum ceriamu " kata Abi.


Ais mereda emosinya, dengan mata yang masih sembab.


" Besok kita pulang, bukankah kau ingin lihat wajah putramu ?" tanya Abi Ais mengangguk. Abi mengelus pipi Ais, yang berderai air mata.


" Kak Abi kangen dengan senyumu dek, senyum lah buat kak Abi " kata Abi.


" Kak Abi janji tidak akan meninggalkan Ais yang cacat ini, kak Abi janji tidak akan melirik wanita lain " tangis Ais di pelukan Abi.


" Kak Abi janji, kak Abi hanya untukmu dan abak - anak kita " kata Abi.


" Walaupun, Ais sudah tidak pandai di beberapa bidang terutama ranjang, untuk memiaskan kak Abi ?" tanya Ais. Abi mengangguk.


" Yang kak Abi mau istri kak Abi kembali ceria seperti dulu " kata Abi.

__ADS_1


" Fisik bukan ukuran, dulu aku menikahimu karena allah, jadi apapun pada dirimu dek kak Abi akan terima !" kata Abi. Ais masih sesenggukan di pelukan Abi


__ADS_2