
Cinta semakin kuat
****************
Apa jangan - jangan kamu iri ya sama body aku yang seksi ?" lanjut Lula.
" Lul, aku masukan kamu di cafe bagian sini, berarti aku punya alasan, kamu seksi, dan kamu janda agar awet muda selalu melihat anak muda kampus siapa tahu ada yang nyantol sama kamu, bukan untuk jadi wanita penggoda ?" kata Ais.
" Aku berhijab dan dan tertutup, walaupun belum bisa syar i, bukan berarti aku tidak seksi, dan menawan karena aku punya suami, jadi biar dia yang melihat keseksianku ?" jelas Ais.
Ais memang berhijab, tapi tidak menghilangkan pesonanya sebagai wanita bar - bar dengan celana dasar atau biasanya kulot dan kaos oblong di lapisi jaket jeans tunigh atau apalah yang bisa menutupi tubuhnya sampai lutut yang terlihat dia wanita gaul dan stylish seperti remaja.
Aisyah pulang dengan Abi suaminya, sesampainya di rumah Ais melihat orang tuanya sedang bermain dengan anaknya dan bapaknya menggendong Ega putri bungsunya.
" Lepaskan anaku dia tidak pabtas anda pegang ?" kata Ais sambil mengambil anaknya dan menyerahkan pada pengasuh memberi dia kode supaya anaknya di bawa pergi.
" Ais ini bapakmu nak, bapak juga ingin pegang cucuku ?" kata pak Idris.
" Bapak, sejak kapan anda jadi bapak saya, di mana saja kalian di mana di saat Ais sakit di mana saat Ais membutuhkan dukungan kalian, di mana kalian di saat Ais butuh pelukan hangat ?" bentak Ais, membuat pak Idris menunduk dan menangis.
" Cucu, sejak kapan juga kalian mengakui anak Ais yang pembangkang ini jadi seorang anak, dan Ais yang tidak bisa bikin anak laki - laki ?" lanjut Ais membuat hati pak Idris semakin teriris
" Ais, maafin bapak ?" kata pak Idis
Abi selalu di dekat Ais dalam keadaan apapun, Ais masih terus berdebat dengan pak Idris.
Abi tidak berani membela siapapun, karena mereka sama - sama keras.
" Anda tahukan pintu keluarnya kan ?" kata Ais mengusir bapaknya.
" Ais, istigfar nak ?" kata bu Dwi yang melihatnya.
" Tenangkan pikiranmu Ais. . ?" kata Abi
" Diam . . . ! " bentak Ais pada mereka.
__ADS_1
" Benar katamu Bi, Ais memang keras !" kata pak Idris dengan nada merendah.
Pak Idris dan buk Naya melangkah menuju pintu dan keluar dari rumah Abi dan Ais.
Ais terduduk, karena lemas lunglai dan menangis terisak, sampai tersedu - sedu, setelah kepergian pak Idris dan buk Naya.
Buk Dwi memeluknya, dan menasehatinya Ais masih tetap terisak.
" Nak, walau bagaimana pun juga dia orang tuamu, ibu tidak tahu masa lalumu, tapi kamu harus tahu, orang tuamu sudah menyesalinya ?" kata buk Dwi.
Ais mulai lemah dan tidak sadarkan diri, Abi langsung melarikanya ke rumah sakit.
Buk Naya dan pak Idris memdengar kalau Ais masuk rumah sakit sejak kepergianya.
Pak Idris merasa bersalah karena telah mengusik kehidupan Ais lagi setelah sekian lama Ais bahagia hidup dengan Abi.
Pak Idris hanya tinggal pasrah saja. kalau Ais tidak bisa memaafkanya karena sikapnya sudah keterlaluan merebut orang yang Ais sayangi untuk anaknya yang lain.
pak Idris dan buk Naya pamit pulang pada Jay.
" Kami selalu menunggunya pulang ke rumah, bapak janji tidak akan menyakitinya lagi ?" kata pak Idris dengan bercucuran air mata.
" Loh, , ,! kenapa bapak pulang ? bukanya bapak kesini mau berjuang memintak maaf dengan Ais ?" tanya Jay.
" Bapak sadar kalau bapak keras, tapi untuk kali ini bapak bapak harus mengalahkan ego bapak untuk kebaikan Ais, dan kesehatan adikmu kalau bapak masih memaksa meminta maaf pada Ais, bapak takut kondisi Ais lebih parah ?" kata pak Idris.
Jay hanya bisa mengalah karena tahu sikap adik dan bapaknya sama kerasnya.
Di rumah sakit Ais sudah sadar dan sudah pulang, Ais cerita masa lalunya dengan Abi tentang bapaknya.
" Kamu tahu dek salah satu kisah salah satu sahabat nabi ?"
" Dia putus asa saat dia tidak bisa atau bodoh dalam belajar, saat dia termangu di bawah pohon yang rindang dan berteduh di bawahnya karena hujan tidak sengaja dia melihat batu yang di tetesi air hujan secara terus menerus, ternyata batu itu bisa berlubang juga, seperti halnya hati bapak, pasti dia sudah merasakan dampaknya dek? " jelas Abi.
" Ais tidak tahu kak, Ais harus bagaimana, Ais bingung, Ais tidak mau di sakiti lagi, Ais trauma kak hu hu hu ?" tangis Ais
__ADS_1
" Sayang, sekarang terpenting kondisi kamu dan si ini ?" kata Abi sambil mengelus perut Ais dan menciumnya.
" Tapi Ais juga ingin hidup damai kak, ?" kata Ais.
" Semua hidup dan ujian itu dari allah sayang ?" jelas Abi.
Ais masih saja termenung dan sekarang lebih sering melamun, ibu dan bapaknya tidak berni lagi menemui Ais.
Nurma kakak Ais masih terus mengganggu keluarga Ais Abi, dia selalu merayu Abi.
Lula juga tidak ketinggalan mengganggu Abi.
Kali ini Lula semakin mendekat karena Ais lebih sering murung, Ais yang dulu selalu ceria, juga merasa bersalah pada orang tuanya.
Misi Lula sekarang adalah mendekati anak - anak Ais.
Zha, anak tertua Abi dan Ais, sifatnya sama dengan Ais, keras kepala, susah di atur, tapi melindungi walaupun umurnya masih delapan tahun.
Saat Lula mengganggu keluarganya, Zha ikut tampil, dia lebih mandiri di banding umurnya.
" Tante Lula, kau tahu tidak, semakin besar kamu ingin merebut ayah dari bunda, dari situlah cinta mereka semakin kuat " kata Zha saat melihat Lula masih memasak di dapur buat Abi.
" Maksud kamu ?" tanya Lula penasaran.
" Kenyataanya, bunda sekarang, mengandung anak adik ke empat kita kita " jawab Zha.
Β
***Maaf para pembaca yang setia, tidak bisa aplod cepat ?"
Β
Peringatan
Maaf cerita ini untuk area dewasa bocil di larang membaca. . ! karena , banyak adegan fulgarnya, dan di haruskan kalau baca di dekat suami sendiri jangan suami orang he he heπππ
__ADS_1
Jangan dukunganya, dan jangan lupa juga tinggalkan Like , hadiah dan votenya serta kpmentar