ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Rumputku lebih hijau


__ADS_3

" Bi tolong bayari dulu, nanti sampai rumah aku ganti, ATM ku yang ke bawa yang kosong " Kata Norma tidak tahu kalau dompet Abi di sita Ais.


" Maaf mbak saya tidak bawa uang " kata Abi


" Ya pakai kartu ATM lah " kata Norma.


" Kalau tidak punya uang, tidak usahbelanja !" kata Abi.


" Kamu pelit amat sih Bi, sama kakak ipar sendiri, lagian ini juga kebutuhan Vino !" bentak Norma pada Abi jadi perhatian banyak orang.


"Kau hnya kakak ipar, berani membentaku, !" Kata Abi menahan rasa malu.


Dan keluar menuju mobil dan menyusul Ais dan anaknya, tapi sudah tidak ada di sana, ponsel Abi bunyi tidak ada henti.


[ Bi bagai mana ini, ?" ] pesan Norma.


[ Bi kamu di mana ?" ]


[ Bi jemput aku ]


masih banyak lagi pesan dari Norma, tapi todak di gubris.


Ternyata Ais, ke tokonya.


[ "Di mana sayang ?"] pesan dari Abi.


[" Di toko blok M "] jawab Ais.


Ais pergi dari tokonya, dan menuju toko yang tidak jauh dari situ, karena Ais tidak mau, kalau Abi sampai tahu, kalau dirinya punya usaha baru yang dia geluti.


" Jangan bilang sama ayah ya ? Kalau kalian dari toko mama "Kata Ais.


Dan di angguki semua anaknya.


" Darmana kalian ?" tanya Abi.


" Dari toko buku !" kata Ais.


" Kita makan " ajak Abi.


" Horeee. . !" teriak anak - anaknya.


" Di resto kita saja ya yah, Kakak, ingin olahan dari daging sapi " kata Zha. Abi mengangguk.


" Hai ada di sini !" kata Seno yang baru datang melihat keluarga Abi sedang makan. Ikut gabung, dan duduk di dekat Ais tempat duduk Abi, dan Abinya masih pergi.


Dan karena cemburu dengan Seno, Abi mengepalkan tanganya, Ais hanya diam tidak menanggapi Seno, karena masih marah, tadi pagi di perlakukan tidak selayaknya oleh istri Seno.

__ADS_1


" Om Seno dari mana ?" tanya Intan.


" Om, dari rumah sakit, dan kebetulan om lewat sini, jadi ingin mampir, dulu. " Kata Seno.


" Tahu tidak om, ini resto ayah loh om !" kata Intan.


" Waw, beearti ayahmu usaha kuliner dong ?" kata Seno, intan mengangguk.


" Om punya cerita !" kata Seno.


" Apa om ?" tanya Intan.


" Om punya pacar, yang tidak suka dengan olahan berbahan daging sapi, hanya bakso yang dia suka, tapi habis makan langsung gatal semua " cerita Seno.


" Seperti mama dong !" kata Ega. Ais hanya tersenyum pada putrinya.


" Oh ya ?" tanya Seno, dan di angguki sama Ega, dengan mulutnya yang penuh makanan.


" Tapi mama sekarang tidak lagi, karena ayah punya penawarnya " kata Zha.


Abi datang dengan sepiring makanan ke sukaan Ais dan menarik bangku di dekat Ais.


" Aku dulu juga punya pacar, tukang maksa, saya tidak bisa makan bakso, tapi di suruh makan, ahirnya jadi mala petaka, dan satu lagi, orangnya tukang selingkuh !" kata Ais, di senyumi Seno.


" Dia selingkuh pasti ada sebabnya !" kata Seno.


" Ais menyuap putri kecilnya, sedang Abi cuek dengan ke datangan Seno, dan menyuap Ais. Seno permisi ke toilet, Abi mengikutinya, dan.


" Apa maumu ?" tanya Abi sudah mencengkram kerah Seno.


" Kau ingin tahu, aku mau apa, pasti kau tidak bisa mengabulkan !" kata Seno senyum smirk.


" Jangan pernah kau dekati istriku " Bentak Abi.


" Itu haku, sebelum ada kamu, dia miliku !" kata Seno.


" Bajingan, kau sama istrimu sama saja, " kata Abi.


" Kau tahu, aku punya istri ?" tanya Seno. " Istrimu mempermalukan istriku di pasar tadi pagi, dan menuduh istriku chat mesra denganmu " kata Abi.


" K e p a r at Ratna !" umpat Seno. Lalu keluar dan pulang.


" Kenapa kak, Seno ?" tanya Ais pada Abi, yang baru keluar di belakang Seno dengan wajah di tekuk.


Abi hanya menaikan pundaknya. " Kita pulang sayang.


" ajak Abi pada putri - putrinya. Di tengah Malamnya.

__ADS_1


" Buk, bapak !" teriak Menik baby sister, sambil mengetuk pintu kamar Ais. " Ada apa bik ?" tanya Ais pada baby sister yang begitu panik.


" Non Intan buk ?" kata baby suster. Ais lari ke kamar anak, dan kembali ganti baju ke kamarnya dan membangunkan Abi.


" Kak Intan kambuh !"kata Ais, Abi menggeliat, Ais tidak sabar, lalau menggendong Intan membawanya ke mobil Abi bangun melihat Ais lari dengan cepat ke arah mobil dan menyalakanya, panggilan dari Abi tidak ia hiraukan.


Intan langsung di tangani oleh Seno.


" Maaf Ais, Intan akan segera di oprasi, walaupun bukan leo kimia, tapi paru - parunya terluka " kata Seno Ais hanya bisa menangis.


" Abi ibu ikut !" kata bu Dwi, saat anaknya sudah siap di atas motor.


" Kau sebagai laki - laki, seharusnya lebih sigap Abi, biar Ais tidak meninggalkanmu, sudah cukup dua bulan bisa buat pelajaran kamu " ceramah buk Dwi.


Motor menasuki pelataran rumah sakit


" Bagai mana keadaan Intan dek ?" tanya Abi tapi di diemin oleh Ais, karena jengkel ahirnya buk Dwi yang bertanya dan di jawab jujur oleh buk Dwi.


" Anakmu akan segera dioprasi Bi !" kata bu Dwi.


" Separah itu kah buk ?" tanya Abi. Ais memberikan hasil cek Intan, yang selama ini dia sembunyikan


" Apa maksudnya Intan radang paru - paru akut, karena alergi makanan !" kata Abi setelah membaca hasil cek Intan.


" Kau tahu kak, karena kau tidak pernah peduli dengan anakmu, yang kau pedulikan hanya Vino, apa jangan - jangan Vino anak haramu, hasil selingkuh sama Norma !" kata Ais dengan derai air mata.


" Astagfirullah dek, suamimu bukan penzina, kak Abi kerja banting tulang dari restouran terus pulang, kalau tidak ada kerjaan kak Abi hanya di rumah, mana sempat kak Abi selingkuh !" kata Abi.


" Kenapa rumputku saja lebih hijau, harus memandang rumput tatangga yang sudah menguning !" kata Abi.


" Jadi kalau ada kesempatan selingkuh ?"tanya Ais.


" Salah lagi kata - katanya " Kata Abi mengacak rambutnya.


" Keluarga Intan ! " panggil asisten Seno.


" Jadi gini Bi, Ais dini hari ini Intan akan segera di oprasi jadi aku butuh tanda tangan kalian selaku orang tua Intan dan yang bertanggung jawab " kata Seno. Ais dan Abi.


" Lakukan yang terbaik Sen !" kata Ais. Seno hanya mengacungkan jempol.


" Kita sholat subuh dulu dek " Abi menarik Ais. Seperti biasa mereka berjamaah, tapi saat ini di mushola rumah sakit.


" Mama !" panggil Intan, membuat buk Dwi yang menunggu, langsung lari menuju mushola, di mana Ais dan Abi sedang sholat. Ais dan Abi segera menuju di mana brankar Intan.


" Sayang !" panggil Ais pada putrinya yang sudah di penuhi alat di tubuhnya.


" Mama, I i i ntan sa sa sayang mama !" kata Intan terbata - bata mebahan rasa sesak di dadanya, walau sudah di bantu oksigen. " Mama

__ADS_1


__ADS_2