ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Atlit ternama


__ADS_3

" Apa benar ini rumah Abi manyu ?" tanya seorang pria. Dan di angguki Darmi.


Abi dan Ahmad keluar.


" Farhan. . !" panggilnya bersamaan pada pria yang datang bersama seorang wanita.


" Abi, gus Ahmad !" jawab Farhan dan berpelukan.


" Tidak menyangka, rumah Abi sudah menjadi istana, benar kata istriku " kata Farhan.


" Istrimu masih Ayu !" canda Abi pada Farhan.


" Istrimu masih anak ingusan itu Bi ?" canda Farhan.


" Ingusan juga anaknya banyak " kata Abi


" Ha ha ha " tawa semua.


Semua di persilakan masuk dan berbincang ringan, di ajaknya di taman belakang, yang pemandanganya bagus dan luas.


" Mbok, Ais ke mana ya ?" tanya Abi pada mbok Darmi.


" Sepertinya sholat nak, soalnya setelah selesai menyetrika baju dia masuk kamar dan belum keluar !" kata mbok Darmi.


" Oh ya nak Abi, neng Ais dari pagi belum makan, katanya masih mual " kata mbok Darmi.


" Sebentar ya aku cek istriku dulu !" kata Abi. Semua mengangguk.


Abi masuk kamar, dan melihat punggung Ais yang masih tertutup mukna, tapi bergetar, sambil menengadahkan wajahnya ke atas sepertinya sedang menagis.


" Dek ! " panggil Abi.


" Apa yang kau rasakan apa badanmu sakit semua ?" tanya Abi menarik Ais dalam pelukanya sambil memijit badanya.


" Ais lelah kak, menjalani hidup ini Ais ingin tidur dan tidak ingin bangun lagi " kata Ais.


" Lalu siapa yang akan menemani kak Abi berjuang !" kata Abi.


" Kita keluar dulu ada Ayu, katanya tahu rumah ini dari adek !" kata Abi.


Ais mengangguk dan bangkit melepas muknanya.

__ADS_1


" Kak Abi turun dulu ya, masak buat kamu makan !" kata Abi. Ais mengangguk.


Abi turun duluan dan memasak.


" Kamu biasa masak sendiri Bi ?" tanya Farhan yang ada di taman, yang hanya ada pembatas renggang dari dapur.


" Tidak,! jarang aku masak sendiri, kalau tidak ibu istriku, aku kalau berangkat kerja terima beres


" kata Abi. " Yok kita makan siang bersama !" kata Abi mengajak semua. Ais turun dari lantai atas, dengan sedikit lipstik dan bedak tipis dan berdaster lusuh, Ais menyapa semua dengan ramah.


" Dek tumben lusuh amat seperti mukanya ?" canda Abi.


" Besok Ais mau perawatan jangan di cari " kata Ais yang tidak terima,di bilang lusuh.


" Kak Abi cuman bercanda !" kata Abi sambil mengacak jilbab Ais, dan mengambilkan makan di piring istrinya.


Setelah selesai makan mereka ngobrol kembali ke taman mengobrol hangat.


" Hamil yang ini heran aku, bau sabun muntah, masak tidak mau, dan maunya hanya masakan aku sendiri, tambah lagi lusuh banget, biasanya kalau dari luar rajin mandi, sekarang mandi hanya satu kali sehari, beda dengan kehamilan kakaknya, semua mandiri, kadang aku hanya geleng kepala, " cerita Abi tentang kehamilan Ais


" kamu beruntung Bi, merasakan momen seru saat istrimu hamil, sedang aku rumah tangga sepuluh tahun, belum di karuniai seorang anak " kata Ahmad putus asa.


" Sabar gus, allah masih menyiapkan yang terbaik untuk gus !" kata Abi.


Ais keluar dengan beberapa cemilan.


" Oh ya Bi, saya ke sini ingin melamar Pekerjaan, karena saya dengar kamu memiliki usaha " kata Farhan.


" Semua itu usaha Ais, aku hanya menjalankan " Kata Abi, sambil merengkuh tubuh Ais dalam pelukanya.


" Kamu beruntung mbak Ais. . !" kata Ayu namun katanya di putus oleh Ais.


" Ya karena seorang preman di nikahi seorang Abi manyu pria tampan dengan suara merdu " kata Ais.


Ayu lalu menunduk, membuat Abi tidak enak.


" Kata itu tidak usah di ulang lagi Ayu, aku masih ingat, kalau aku bisa memutar waktu. aku akan pilih pria jelek dan bodoh yang mendampingiku, supaya aku tidak selalu di rendahkan " Kata Ais.


" Dek ?" kata Abi sambil memandang Ais.


" Ais tahu kak, posisi Ais hanya apa, maafkan Ais, sudah membuat kak Abi menyesal !" kata Abi. Ayu menunduk, karena Farhan memandangnya.

__ADS_1


" Sebentar, wajahmu sepertinya tidak asing !" kata Ahmad, sambil memandang Ais.


" Mungkin namanya tidak asing sama seperti nama istri gus !" jawab Abi.


" Kau Aisyah al fakih atlit karate pada masanya. wanita yang hoby pakai celana pendek dan jaket levis ?" tanya Ahmad.


" Kok gus tahu ?" tanya Abi.


" Ha ha ha, siapa yang tidak kenal, sama Aisyah al fakih Dia tidak hanya memenangkan mendali emas dalam satu perlombaan, tapi juga uji otak juara matematika, dan akutansi, wanita lulusan ips, yang mampu menguasai hukum " jelas Ahmad sambil mengambil kitab di dalam tasnya dan membuka sampulnya, ternyata sampulnya adalah majalah dengan foto Ais dengan masanya yang masih polos. Membuat Ayu semakin malu.


" Sssst Stop gus !" kata Ais.


" Kenapa kau sepertinya ke takutan !?" tanya Ahmad.


" Aku tidak mau, ada yang mengungkit itu lagi. !" kata Ais.


Dan dari mana gus mengenali wajah saya ?" tanya Ais.


" Kau kenal Ikbal abi manyu ?" tanya Ahmad. Ais berusaha mengingat.


" Apakah ini orangnya ?" tanya Ais sambil menyodorkan foto bersama empat orang. Ahmad mengangguk.


" Dia adiku, dan fans beratmu, di kamarnya terpasang poster dengan gaya andalanmu, jadi aku pasti mengenalimu !" kata Ahmad.


" Apakah kau pernah terlibat asmara, maaf kalau aku lancang ?" tanya Ahmad.


" Tidak, aku juga berpikir dua kali kalau harus bersama gus, !" kata Ais di senyumi Ahmad.


" Dia mencarimu dari dulu, ternyata kau istri sahabatku, nanti aku kabari Ikbal kalau kau ada di kampung ini, dia juga pernah mencarimu ke rumahnu, tapi kata bapakmu kau sudah meninggal !" Kata Ahmad, Abi yang mendelik.


" Aku anak yang tidak di inginkan, dan memilih menikah dengan Abi manyu yang kere, padahal tawaran bapaku mahal untuk wanita berprestasi sepertiku setiap ada pria yang melamar, selalu di tolak, jika tidak bisa memenuhi nominal yang dia pinta, katanya kalau aku di sakiti sama suami, masih boleh pulang ke sana, jadi kalau sekarang, aku di sakiti sama kak Abi, tidak ada yang menampungku !" kata Ais .


" Satu lagi ini rivalku !" gumam Abi di senyumi Ahmad.


" Kenapa kau rahasiakan tentangmu dek ?" tanya Abi.


" Kak Abi tidak pernah tanya !" kata Ais.


" Kenapa kau begitu takut, kalau kau sebenarnya orang hebat ?" tanya Ahmad.


" Yang pertama akan aku pendam cita - citaku yang tidak tercapai, dan aku takut akan merekrutku lagi dan jauh dari keluargaku. Yang ke dua, kak Abi mengajarkanku jangan pernah kita pamer, biar, orang tahu sendiri, biar kita tidak sombong !" kata Ais.

__ADS_1


" Kenapa kau tidak neneruskan kuliah, padahal sungguh di sayangkan? " kata Ahmad.


" Mungkin sayang tapi itulah jalan takdir kita, tapi saat ini lebih baik memikirkan anak - anak, dulu pernah di janjikan sama laki - laki, setelah menikah, akan di kuliahkan, tapi setelah menikah, dia mintak anak dulu, setelah ku beri anak, katanya kasihan, gara - gara di rumah terus, nambah satu lagi anak, dan bertambah lagi usahanya di ambang ke bangkrutan, dan ahirnya aku memutuskan aku tidak akan kuliah, yang penting anaku, bisa mengenbangkan bakatnya, dan berikan dia yang terbaik !" cerita Ais, Abi hanya senyum sambil menggaruk kepalanya laki - laki yang di maksud adalah dirinya.


__ADS_2