ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Abi di lamar


__ADS_3

" Ya allah Abi, kapan datang? mana anak laki - lakimu !?" tanya mbok To dan pak To.


" Di rumah mas Arman mbok, pak " jawab Abi.


Mereka sudah menganggap Abi anak , karena Abi lama tinggal di sana walaupun di pesantren.


Setelah ngopi dan bercengkrama, Ais dan Abi pamit pulang, di tengah jalan berpapasan putri dengan abah kiayi Sukron.


" Mas !" senyum wanita itu pada Abi sambil mengangguk menyapa.


" Al mira, sudah besar kamu !" kata Abi.


Biarpun, Almira anak abah kiyainya, tapi dia jarang di rumah, sejak lulus sekolah dasar, Almira sudah mondok di lain daerah, Al mira kenal Abi karena dulu Abi anak teladan.


" Udah mas !" jawab Almira lugu sambil menunduk.


mereka berbincang sebentar, lalu Abi pulang ke rumah Arman..


( Bi, kata abah, kau yang kiroati ) pesan dari Ahmad. abah Sukron, adalah mertua dari Ahmad.


( Bukanya ada generasi baru ?) tanya Abi.


( Belum ada yang suaranya sehebat kamu ) pesan Ahmad.


( Kay berlebihan gus ) balas Abi.


( Tidak, aku orangnya selalu jujur ) canda Ahmad


( Ok ) jawab Abi.


( Kalau bisa duet dengan istrimu ) kata Ahmad.


( Itu bukan bidangnya, bidang dia gambus ) kata Abi.


...****************...


Abi datang ke reunianya, dengan mendorong kursi roda istrinya, dan hanya Intan anaknya yang ikut.


" Dek, kak Abi temui abah dulu ya, kamu di sini di jaga Ayu dulu ?" kata Abi pada Ais.


Ais mengangguk, lalu Abi memandang Ayu, Ayu pun mengangguk, Farhan pun mengikuti Abi menghadap guru besarnya.


" Itu istri Abi yang katanya preman itu ya ?" bisik wanita, sebayanya Abi.


" Iya, cantik ya ?" tanya yang lain.


Ayu yang ada di dekat Ais hanya tersenyum, menyapa.

__ADS_1


" Kau apanya dia Yu ?" tanya teman Ayu yang baru datang.


" Aku kerja dengan mas Abi " kata Ayu.


" Kenalkan mbak, namaku Galuh " kata teman Ayu itu mengulurkan tanganya, karwna ingin berkenalan dengan Ais.


" Aisyah " jawab Ais.


" Aisyah al fakih " jawab Ayu.


" Seperti namanya tidak asing " kata Galuh.


Mereka ngobrol ria.


" Ternyata istri mas Abi tidak seperti yang kita bayangkan, orangnya ramah " kata Galuh pada temanya.


" Ya tapi dia, pelakor !" kata Ratna mulai menghasut teman -temanya yang baru datang.


" Jaga mulutmu Ratna !" kata Galuh.


" Dia itu tidak hanya pelakor, tapi dia cacat, wanita tanpa rahim dan tidak bisa jalan, karena apa ?" Ratna menjeda.


" Karena dia terkena adzab, karena kakinya yang sering menyakiti orang makanya dia lumpuhkan " lanjut Ratna.


Ais meremas tanganya sendiri hingga pucat, ke marahanya tidak bisa ia limpahkan di sini.


" Dan coba kalian lihat, dia Ayu adalah jongosnya " tuding Ratna.


" Cukup Ratna, !!"


" Mas . . !" Ratna terkejut.


" Jika aku tahu, kau akan mempermalukan dirimu sendiri lebih baik aku tidak ikut !" kata Seno yang baru datang.


" Nah ini adalah satu korbanya " kata Ratna sampil menunjuk Seno dan beralih ke Ais dengan mata merah menahan cemburu.


" Ayo kita pergi dari sini Ais !" ajak Seno, akan memutar kursi roda Seno. Tapi di tepisnya tangan Seno.


" Ternyata berhijab bukan berarti suci, berilmu belum berarti paham, kadang orang memandang kita rendah, belum berarti kita kalah, tapi itu cara allah menambahkan nikmat " kata Ais, mebuat semua bungkam.


" Aku bilang jangan pernah sentuh aku, aku ada Ayu, jika kak Abi tahu, kau akan kena masalah !!" bentak Ais.


Seno mengangkat tanganya.


Ratna merasa terhina, menarik kursi roda Ais, dan


Plak

__ADS_1


Tanpa bo4sa di cegah tangan Ratna mendarat pasa pipi Ais, Ais meringis ke sakitan.


" Terkadang, kira terlihat bodoh di depan orang banyak, tapi kita sebenarnya pintar, kita terlihat berwibawa di depan orang, ternyata dia rendahan, dunia kini terbalik, yang menghina, yang marah, seperti saat ini yang aku rasakan " kata Ais. membuat hati Ratna srmakin tak karuan.


" Kau selalu membelanya, kau selalu bandingkan aku denganya, apa kurangnya aku mas, apa yang kau minta aku turuti, tapi kenapa kau menghianatiku !" kata Ratna membentak Seno di depan orang banyak dan jadi pusat perhatian banyak orang.


" Aku tidak pernah menghianati pernikahan kita, memang dia mantanku, tapi kita masih sahabat, tapi yang aku proritaskan istri, yang suka membandingkan siapa Ratna ? kau sendiri yang minta di bandingkan, aku selalu bicara denganmu dengan lembut, agar kau tidak tersinggung, tapi aku tidak suka, kau menganiaya, orang yang sudah tidak berdaya, kau tidak jauh beda dengan seekor singa ke laparan " jelas Seno.


Ratna semakin menangis tergugu.


" Jika kau, masih seperti ini, minta maaf dengan Ais, kita pulang " kata Seno.


Ratnaalah melengos pergi, saat Seno akan menghampiri Ais


" Kau tidak apa - apa dek ?" Abi yang melihat ada keributan langsung menghampiri istei tercinta sambil mengelus pipinya yang merah.


Ais menggeleng.


" Maafkan kak Abi, meninggalkanmu ?" kata Abi, Ais mengulas senyum laluengangguk, dan membawa Ais masuk menemuai kiayi nya.


Abi mengenalkan Ais pada abah yai Sukron.


Abah Sukron memanggil anaknya, yang semuanya ada tiga, perempuan, yang bungsu Almira, sedang yang sulung istri dari Ahmad Aisyah.


Umi Rifa, istri dari abah Sukron.


Abi juga mengenalkan putri yang ke duanya.


Acara di mulai dan Abi di panggil naik ke aras panggung, dengan membacakan kalam ilahi.


Abi naik dengan Intan, dengan nada bayati jawab dengan bersahutan, semua memandang kagum dengan suara Intan dan juga Abi.


" Wajar anaknya luar biasa, orang ayahnya juga luar, luar biasa " bosik pada santri, dan peserta alumni.


Setelah acara reuni selesai Abi di panggil oleh abah kiayinya, mereka menghadap bersama Ais, sedang Intan memilih pulang dulu bersama dengan Ayu.


" Abi apa kau tahu kau di panggil ke sini bersama istrimu?" tanya abah Sukron.


" Mboten bah ( tidak bah )" kata Abi.


" Sebenarnya abah ingin melamar kamu untuk putri bungsu abah Almira !" kata abah Sukron.


Degh


Jantung Abi seperti sudah berdetak, di siai lain, dia ingin menolak, karena ada wanita, yang menemaninya dari nol. dan di sisi lain di tidak enak karena abah, sudah banyak baik padanya.


" Istrimu pasti setuju, karena tadi umi sudah ngobrol denganya " kata umi Rifa.

__ADS_1


Abi lalu memandang Ais yang menunduk.


__ADS_2