
" Percayalah kak, Ais kuat " Kata Ais sambil memegang tangan Abi meyakinkan.
" Ini kesempatan terahir Ais, melahirkan anak kak Abi " kata Ais.
" Maafkan kak Abi telah curiga padamu ,?" kata Abi.
" Sebenarnya, setelah, melahirkan anak ini Ais akan menyerah kak, jadi istri kak Abi, Ais sudah lelah hidup dengan kak Abi, yang tidak punya pendirian !" kata Ais membuat mata Abi melotot.
" Apa maksudmu dek ?" tanya Abi.
" Lupakanlah aku kak, bukalah hatimu untuk wanita lain, kau pantas mendapat yang lebih baik " Kata Ais
" Untuk apa rumah tangga yang tidak lagi sehat, dan tidak percaya pada pasanganya " kata Ais.
" Maafkan kak Abi dek " Kata Abi dengan penuh penyesalan.
Abi masih menangis di pangkuan Ais berharap Ais akan luluh.
" Kak Abi tidak mau kau tinggalkan, kau dan anak- anak adalah nyawaku !" kata Abi.
Ais di panggil para rekanya, dan keluar melanjutkan yang tadi sempat tertunda.
Abi tertidur di kamar pribadi, plus ruang kerja Ais.
" Ayah. . !" teriak ketiga putrinua, Abi yang setengah sadar pusing karena bangun karena kaget, ketiga putrinya menunduk.
" Maafkan kita ayah ?" kata ketiga putrinya serempak.
" Kami tidak tahu kalau ayah tidur, kata mama ayah di sini !" kata Zha.
" Tidak pa pa sayang, sini ayah peluk ?" kata Abi sambil merentangkan tanganya semua berlari.
" Yah apa ayah akan meninggalkan kami ?" tanya Zha.
" Kata siapa ?" tanya Abi.
" Ayah dan mama, akan menjaga kalian bersama !" kata Abi. Sambil menggelitik perut anaknya, dan tertawa bersama, dalam canda tawanya terdengar. ponsel Ais yang tertinggal di kamar berbunyi. Abi mengangkatnya.
["Ais mana ?"] tanya Roy dari sebrang sana.
[" Jangan ganggu Ais dia istriku !"] kata Abi.
[" Aku tahu, tapi ini penting !"] jawab Roy.
[" Sepenting apa ?, lebih baik kamu berhenti menghubunginya !"] tanya Abi.
[" Aku tahu kamu cemburu, temui aku sekarang, di markas !"] kata Roy.
" Tunggu ayah di sini jangan pulang sebelum ayah kembali !" kata Abi pada ketiga puterinya, dan semua mengangguk.
Abi menuju di mana tempat Roy menuju kanlokasi
__ADS_1
" Apa maumu Roy ?" tanya Abi, sambil menarik kerah leher Roy.
" Duduk dulu pak bos kita ngobrol santai !" kata Roy melepas cengkraman Abi.
Roy menyodorkan gelas isi minuman alkohol.
" Oh maaf, lupa kata Ais kamu alergi minuman haram ini !" kata Roy, lalu menggantikan minuman bersoda.
" Kau ingin tahu kan hubunganku dengan Ais ?" tanya Roy tapi di tatap tajam oleh Abi.
" Aku dan Ais, sebenarnya !" kata Roy santai.
" Tidak usah beetele - tele !" bentak Abi.
" Ternyata kau posesif, seperti yang di katakan Ais !" kata Roy.
" Tapi jangan pernah kau sangka Ais itu, p**lacur, karena sikap posesifmu itu berlebihan !" jelas Roy.
" Apa yang kau inginkan ?" tanya Abi.
" Kau tahu Abi, kau pasti pernah dengar Aisyah al faqih dan Roy hadi, atlit perwakilan Indonesia yang jaya pada masanya ?" tanya Roy dan di angguki Abi.
" Kau salah kalau kita jaya, aku yang dulu hidup di panti asuhan, dan Ais, adalah anak yang tidak pernah di inginkan kita pernah merasakan sulit bersama "
" Pernah kita pulang tanpa bawa uang sepeserpun Kita mencari makan nasi sisa di tong sampah, kita berjalan sepanjang jalan sambil menarik koper, hingga sandal dia putus, ahirnya aku mengalah, itu sedikit cerita derita kami, kau tahu saat kita akan berangkat ke Jepang, Ais kabur dari rumah, tapi uang hasil itu di rampas oleh orang tuanya, apa kau pernah merasakan itu Abi, pasti tidak !" kata Roy.
" Dan setelah aku kerja aku mencarinya, dan terus mencarinya, hingga aku menemukanya saat ini, saat aku lihat dia bahagia bersamamu, aku mendekatinya dan meperhatikan kalau dia Aisyah al faqih, ternyata benar, dia sekarang sakit Abi, apa lagi saat kau tidak menganggap anak dalam kandunganya, satu lagi, dia hanya preman, bukan penghianat ! Sayangi dia sebelum kau menyesal !" ucap Roy.
" Jika kau menyuruhku untuk menjauhinya, maka aku akan mengajaknya pergi meninggalkanmu !" ancam Roy.
" Kau jangan egois, Ais sudah membawa separuh hidupku !" bentak Abi.
" Kau juga tidak boleh egois, biarkan Ais ber ekpresi, dia wanita hebat Abi, dia wanita multi talenta, tidak harus kau kurung di rumah, tidak hanya kamu yang butuh otak, dan kecerdasanya, dan kamu harus tahu, puluhan, dan ratusan anak jalanan, membutuhkanya " kata Roy.
Abi mengangguk " Baiklah, tapi jangan pernah kau menaruh hati padanya !" kata Abi.
Roy mengangguk.
**k
Tidak terasa ke berangkatanya ke Bali sudah menunggu besok.
" Bibik. . !" teriak Arif.
" Bibik tidak budeg Arief. !" kata Ais sambil menjewer keponakanya.
" Arief yang akan gantikan mbak Menik, Arief akan jaga anak - anak ke Bali !" kata Arief.
" Tidak !" bentak Ais.
" Iya !" kata Arif.
__ADS_1
" Tidak !" bentak Ais.
" Iya !" kata Arif.
" Tidak !" bentak Ais.
Sampai berkali - kali.
" Kenapa tidak pesan tiket lagi dek ?" tanya Abi.
" Kak ini sudah jam berapa, kalau mau ikut kenapa tidak bilang dari kemarin, di loket sudah habis, beli di calok belum tentu masih ada tempat, kalau mau di sayapnya gratis !" jawab Ais yang cerewet.
Plak. . !
" Aw w w. . !" teriak Arief yang mulutnya kena tampar Ais karena monyong - monyong menirukan Ais bicara.
" Tidak pa pa buk, biar Arief yang gantiin saya !" kata Menik baby sisternya anak - anak.
" Tidak nanti aku kerepotan !" kata Ais.
" Ayolah bik, Arief janji !" kata Arief.
" Ya sudah kamu siap - siap Rif " kata Abi.
" Hore, makasih om !" teriak Arief.
" W e kkkk !" lidahnya di julurkan ke arah Ais.
" Kak Abi. . ! awas kamu Rif kalau tidak jaga adikmu !" teriak Ais.
" Iya bik !" teriak Arief lalu pulang dengan berjingkrak satu kaki bergantian menuju motornya
" Biarkan saja toh kamu belum pernah ajak dia melancongkan ?" kata Abi melihat pipi Ais yang menggembung tanda marah.
...****************...
Sesampainya di Bali Arief langsung Foto - foto dengan gembira bersama Zha.
" Lihat gaes, aku turun dari pesawat !" kata Arief di sosmednya.
" Norak !" kata Ais.
" Iri bilang bos !" kata Arief pada Ais.
" Kamu yang iri sama adiknya mau jalan - jalan ikut !" kata Ais.
Sesuai rencana, malam ini metting dengan pengusaha terkenal.
" Baiklah, karena tawaran anda menggiurkan kami akan berkerja sama dengan restauran anda untuk memajukan resort dan hotel kami !" kata Leonardo pengusaha terkenal pemilih banyak resort dan hotel di Bali.
" Baik terima kasih telah berkerja sama dengan olahan kami !" kata Abi.
__ADS_1
Seorang wanita muda datang.