ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
masuk neraka


__ADS_3

" Kau tahu Zha, dulu mamamu lebih nakal sama mas, hanya telor saja mas kena jitak " kata Arief menciumi adiknya yang sedang makan ayam goreng


" mas dendam ? dan Jadi dulu belum ada ayam goreng ?" tanya Zha.


" Mama kamu apa pernah makan ayam goreng, kalau tidak nunggu sisa bibi Norma sama kakek, makanya dia nakal banget kalau sama mas !" kata Arif.


" Kau beruntung jadi anaknya, tidak pernah telat makan ayam goreng, " Kata Arief, sambil mengacak rambut adik sepupunya.


" Mas kurang " kata Zha.


" Goreng sendiri " kata Arief.


" Gorengin mas ?" teriak Zha.


" Ogah, makanya belajar masak biar tidak mama kamu " kata Arief.


" Ini sudah nenek gorengin ! " kata bu Dwi teriak dari dapur. Arief dan Zha langsung lari, ternyata Intan dan Ega sudah ada di sana, sepiring besar.


" Sambalnya mana nek ?" tanya Arief.


" Ini, ini sausnya " kata bu Dwi sambil menyodorkan mangkuk - mangkuk kecil. Arief dan Zha sudah pasang wajah bertanding.


" Kalau mau rebutan tidak usah makan.pasti kalian makanya tidak bersih !" kata bu Dwi sambil mengangkat piring besar isi ayam goreng.


" Ya nek, semua pasrah.


" Serunya ya Bi punya anak banyak, " kata Ahmad.


" Ya kalau masih akur, kalau sudah berantem pusing gus !" kata Abi.


" Ya namanya hidup Bi, harus di nikmati !" kata Farhan.


" Ha ha ha !" tawaSemua.


" Ya punya saya juga dua, bikin pusing " kata Ayu.


" Di nikmati Yu, aku sendiri tidak tahu, caranya membesarkan yang aku tahu hanya mencari nafkah, nyesel juga, padahal saat inilah masa keemasan mereka " kata Abi.


" Apa gus sudah pernah berobat ?" tanya Ais. Ahmad menggeleng


" Periksa saja kami tidak berani, takut berkecil hati saat kita memiliki kekurangan " jawab Ahmad.


" Kita bisa terapi gus. kalau memang minat, tapi allah yang menentukan tapi kita harus berusaha !" kata Ais.


" Nanti aku bicarakan pada Aisyah !" kata gus Ahmad.


" Jika seorang wanita punya rahim, tidak ada yang tidak mungkin, karena sekarang alatnya susah canggih, kalau gus minat nanti Ais, rekomendasikan pada dokter !" kata Ais.


Membuat senyum Ahmad mengembang. Mereka pulang sejak sore tadi, malamnya keseruan anak Abi yang sibuk menyiapkan, walaupun masih jauh hari.


" Dek, kenapa kau sepertinya malas melayani kak Abi ?" tanya Abi mengukung Ais.


" Ais malas kak, kak kak Abi sendiri yang bilang ini bukan anak kak Abi ?" kata Ais.

__ADS_1


" Kak Abi tidak bilang seperti itu, kak Abi hanya bertanya, anak siapa yang kamu kandung !" kata Abi nada suara naik satu oktaf.


" Udahlah kak Ais malas berdebat, toh nanti juga allah akan menjawab " kata Ais sambil mendorong Abi, tapi Abi menahan dan malah semakin mengukung Ais. Di tengah permainan, Ais merasakan rasa sakit di perutnya,


" Awww. . Ssssssst " Ais menahan sakit karena permainan kasar Abi.


" Kenapa dek ?" tanya Abi, Ais menggeleng.


Di pagi harinya Abi bangun ke siangan.


" Darah !" kata Abi saat melihat bercak darah di sepray putihnya.


" Dek dek !" panggil Abi mencari ke penjuru ruangan tapi tidak ada.


" Buk Ais ke mana ?" tanya Abi pada buk Dwi.


" Tadi mbok lihat dia buru - buru, sambil memegang perutnya !" kata mbok Darmi.


" Ais !" kata Abi sambil menyugar rambutnya. Abi langsung menyusul ke rumah sakit karena hari minggu jadi tidak ada tugas untuk mengantar anaknya. "


Dok saya boleh mintak tolong ?" tanya Abi, saat dokter kandungan langganan Ais keluar.


" Ada apa pak Abi ?" tanyanya.


" Bisakah anda, meng tes DNA anak yang di kandung Ais dengan saya ?" tanya Abi membuat dokter itu terkejut.


" Anda curiga pada istri anda ?" tanya dokter itu. Abi mengangguk ragu.


" Baiklah, anda tunggu paling cepat tiga hari " kata dokter.


" Ais melakukan pemeriksaan. " Buk anda yakin akan membesarkan anak ini ?" tanya dokter.


" Yakin sekali, mungkin ini kesempatan tarahirku mempunyai anak " jawab Ais mantab.


" Apa pak Abi tahu tentang pernyakit anda ?" tanya dokter. Ais menggeleng.


" Saya hanya ingin dia membenciku dan meninggalkanku, supaya nanti, dia mengiklaskanku saat aku pergi untuk selamanya " kata Ais.


" Kalau menurut saya buk, sebaiknya anda jujur, jika dia benci, malah akan membuatnya penyesalan terdalam saat tahu anda menderita, maaf kalau saya lancang ikut campur urusan keluarga anda " kata dokter.


" Iya tidak apa, akan saya pikirkan nasehat anda !" kata Ais.


" Ini resepnya " kata dokter, saat memberikan secarik kertas.


" Ais, aku masih suami kamu !" bentak Abi saat melihat Ais keluar dari ruangan dokter.


Ais berjalan santai menuju mobil, tapi kuncinya di rebut Abi, keheningan di dalam mobil.


" Bagai mana keadaan kandunganmu ?" tanya Abi.


" Baik !" kata Ais singkat.


" Kenapa bisa pendarahan ?" tanya Abi.

__ADS_1


" Tidak pa pa !" kata Ais.


" Apa ada yang kau sembunyikan dari kak Abi ?" tanya Abi lagi, Ais hanya menggeleng.


Abi menahan penasaran, tapi dia tidak bisa memberondong Ais karena Ais bisa saja emosi.


Sesampainya di rumah sudah terlihat Ayu menyapu halaman.


" Dari mana mas ?" tanya Ayu pada Abi yang memapah Ais.


" Dari rumah. . . " kata Abi terputus.


" Sudah siang kak, Farhan sudah menunggu, Ais tidak pa pa " jawab Ais melepas pelukan Abi dan mencium punggung tanganya.


" Biar kak Abi antarkan ke kamar " kata Abi.


" Tidak perlu, Ais mandiri kok !" kata Ais.


Tapi Abi masih mengikuti dari belakang.


" Yu, jaga Ais ya, nanti Farhan terlalu lama menunggu " kata Abi.


" Ya mas " kata Ayu sambil mengangguk.


Sesampainya di resto


"Farhan sudah lama nunggu !?" tanya Abi.


" Tidak Bi, barusan " kata Farhan.


" Pak Abi, mana mbak Ais, kangen juga, sudah lama tidak ke resto " sapa Lilis karyawan lama.


" Dia sedang sakit, mungkin kunjungan minggu depan " kata Abi, tapi Lilis jadi manyun.


" Kamu mau curhat ya ?" tanya Abi.


" Tidak curhat, cuman aku kangen sama tingkah konyolnya hehe !" kata Lilis.


" Banyak keceriaan ya Bi di sini ?" tanya Farhan.


" Ya, itu di tanamkan sama istriku, jika kerja di sini akan awet muda, karena banyak kekonyolan " kata Abi.


" Siapa pak, ?" tanya Lilis, sambil mengecek, kualitas makanan.


" Kenalkan ini Farhan karyawan baru di sini, tolong ajari dia " kata Abi.


" Kenalkan aku Lilis, wanita paling seksi di sini, dan paling cerewet, masuk di sini kalau yang training Lilis, siap - siap masuk NERAKA ?" kata Lilis.


" Farhan !" jawabnya sambil menunduk.


" Jangan dengarkan dia wanita paling konyol di sini !" kata Abi.


" Pak ada teman yang lain tidak ?' tanya Lilis.

__ADS_1


__ADS_2