
Pintu yang terbuka, datang serombongan, dua polisi di depan dan para preman di belakang. di tengahnya terselip wanita yang di nanti Abi.
Abi langsung melepas tanganya dari tangan bapaknya Lula, lalu, Ais, men dekati Abi dengan pemukul bisbol, membuat semua orang diam mematung, kedatangan Ais, seperti menghipnotis semua orang.
Ais menyuruh minggir yang ada di dekat meja ijab kobul dengan tanganya, mereka langsung munggir, hanya tersisa Abi dan Lula, sekarang ada Ais yang duduk di meja di depan mereka.
Dengan pemukul bisbol, Ais mengarahkan pada dagu Abi.
" Kau sungguh, sudah tidak mencintaiku kak ?" tanya Ais.
" A a aku " Abi tergagap, merasa gerogi.
" Hanya karena wanita J a l a n g ini kan !?" tanya Ais menjambak sanggul Lula.
" Sakit Ais !" kata Lula sambil meringis.
" Lebih sakit ini Lula, lebih sakit !" kata Ais sambil memukul dadanya.
Plak. . !
Plak. . !
Plak. . !
Ais menampar wajah Lula.
" Jangan dek !" Bentak Abi, Ais hanya tersenyum kecut.
" Ais jangan keterlaluan ?" kata Jay, bukan Ais namanya kalau di peringatkan di lepas, malah semakin jadi.
" Aku bukan menghajar Lula, aku hanya menghajar binatang !" kata Ais.
" Aisyah !" geram Jay.
" Lalu apa bang, kalau perempuan tidak ada aklak, memberi gratisan pada suami orang !" kata Ais.
Prang !
Lula tahu kalau Ais lengah, lalu, akan memukulnya dengan vas bunga, Ais dengan sigap menangkisnya dan memuntir tangan Lula, membuat Lula mengampun.
"Sudah Ais... Sakit..!" Teriak Lula
"Hai Wanita gatall mau berapa kali lagi kamu akan mengganggu suami saya..?" Bentak Aisyah pada lula sang pelakor.
__ADS_1
"Saya tidak akan mengulanginya lagi hu. hu. hu !" tangis lula semakin keras
"Tidak usah kau keluarkan air mata buaya betinamu itu.! Saya sudah pernah memaafkanmu itu, tapi apa hah.! Kau malah menjebak dia, dasar jalanggg..!" Umpat Aisah sambil menampar muka Lula lagi
"Cukup dek sudah!" lerai bang Jay kakak si Aisah sambil mendekati Aisyah.
"Berhenti bang..! Kalau abang sampai mendekat, jangan salahkan saya kalau pisau ini akan melumcur ke pusakanya kak Abi!" Sambil mengarahkan pisau ke arah Abi, sedangkan yang punya empu ketakutan. dan satu tanganya masih mencengkram pipi Lula
Secara Aisyah adalah mantan atlit, jadi jarang melesetnya.
"Saya mohon jangan sakiti anak saya lagi" iba ayahnya lula pada aisyah
"Dek dengan kamu begini seperti tidak di sekolahkan saja". Geram bang jay pada Aisyah.
"Biar dia juga tau bang tentang pendidikan, kaki saya ini lebih berharga bang ketimbang otak dia, kaki saya ini di lindungi dari duri-duri tajam kehidupan, saya belikan sepatu yang mahal, beda dengan otak dia, yang menyuruh tubuhnya terpampang di depan suami orang dengan cara gratis, binatang saja, bisa membedakan baik dan biriknya ".jawab Aisyah dengan lantang.
" apa kamu tau Lula kesalahan kamu?" Tanya Aisyah pada Lula yang sudah pasrah.
"T tau" Jawab Lula dengan terbata- bata
"Tapi kenapa kau lakukan itu?" Tanya aisyah dengan geram.
"Karena saya juga mencintai mas Abi,"jawab Lula dengan rasa takut "dan saya yakin juga kalau mas abi masih mencintaiku".
"Saya rela kok Ais di jadikan yang kedua" Lula jawab sekenanya.
Bukan meringankan tarikan Aisyah pada Lula, malah Aisyah menjadi.
"Bodoh...! kau anggap saya mau di duakan?" geram Aisyah
"Tapi !" kata Lula terpotong
"Kamu itu tidak cinta tapi cuma berharap harta saja" Abi tiba-tiba menyahut perkataan Lula.
" kemana kau selama ini di saat diriku di bawah, kau malah menikah dengan tua bangka itu kan? Apa kau pernah memikirkan perasaanku saat kau menolak untuk menikah dengan ku, kenapa di saat keluargaku bahagia- bahagianya kau hancurkan itu Lula?" Abi menekan Lula.
"Mas..?"
"Tidah usah mendekat juga, dia Suamiku!" Seru Aisyah dengan menarik Lula yang akan mendekati Abi.
"Bukankah kita hari ini akan menikah mas.? kau sudah melakukan itu padaku jadi kau harus bertanggung jawab". Lula yang tertunduk
"Tidak salah denger saya?" Tanya Ais dengan mengejek.
__ADS_1
Tiba-tiba tangan Aisyah megegam rambut Lula lagi dan berbisik
"Tidak akan pernah" sambil mendorong Lula hingga jatuh tersungkur.
Sedangkan orang di sana tidak ada yang berani angkat bicara.
Suasana hening sesaat, namun tiba- tiba.
"Nak Abi tolong hentikan kegilaan istrimu itu nak Abi..? Lula sedang mengandung anakmu". Mohon buk Neni ibu Lula kepada Abi yang tiba- tiba sudah memegang lengan Abi.
Hati Aisyah terasa nyeri mendengar katanya anak Abi.
" Ha ha ha, " tawa Aisyah sambil meneteskan air mata yang sedari tadi dia bendung namun sekarang keluar tanpa permisi.
Abi tau akan perasaan Aisyah.
"Dek" kata Abi yang terpotong gara-gara Aisyah, Abi sambil mendekati Aisyah lalu Ais mengarahkan telapak tanganya ke arah Abi.
"Stop" sergah Aisyah hingga langkah Abi terhenti.
"Ais tau apa yang akan kakak katakan pasti gini, dek ini tidak seperti yang kau pikirkan, iya khan? " Aisyah sambil memonyongkan bibir bawahnya, membuat Abi semakin gemes, ingin rasanya Abi mencium bibir mungil si Aisyah yang menjadi candunya selama kurang lebih sepuluh tahun ini.
"Pasti seperti yang di sinetron-sinetron itu khan kak?" lanjut Aisyah dengan dongkolnya.
Tapi Abi masih diam dan tersenyum memandang bibir Aisyah yang menjadi candunya selama ini, pikiranya menjadi traveling, apalagi sudah dua bulan lebih Abi tidak bertemu istrinya.
Rumah tangga yang begitu bahagia sekarang retak, karna kehadiran si Lula sang mantan pacar Abi, yang pernah menancapkan duri dalam hatinya.
Tiba-tiba saat Abi mengingat kehidupanya dengan Aisyah ada yang menepuk pundak Abi dari belakang.
" Nak Abi ayo cepat hentikan istrimu" lanjut buk Neni
Dengan buk Neni memohon pada Abi, membuat Aisyah tambah geram dan menggedor muka Lula yang sudah babak belur ulah si Aisyah.
Brukk
" Aghhh..! " Teriak Lula
Lalu dengan cepat Aisyah mencengkram pipi Lula
" Apa benar kata ibumu Lula, kau mengandung anak dari kak Abi.? "tanya Aisyah dengan geram
"I i iya, " jawab Lula dengan menahan rasa sakit di kepalanya.
__ADS_1
" Ha ha ha kau pikir saya tidak tau lula, anak siapa yang telah kau kandung, anak SETAN !" kata Aisyah dengan satai.