
Di belahan dunia lain.
Di sebuah mansion besar terdengar suara lengkingan, yang berusaha memberontak dari sebuah besi yang membelenggu tangannya.
"Dad, aku bersumpah, bukan aku yang menyebabkan istri pertama mu meninggalkan. Jadi aku mohon suruh mereka membebaskan aku." Mohon nyonya Lezi dengan isakan dan berusah memberontak.
"Daddy. Tolong aku." Pekiknya lagi.
"Please, daddy, tolong aku." Teriak nyonya Lezi, ketika di seret keluar dari mansion Cole.
Nyonya Lezi yang sedang menikmati hidup mewahnya, harus di kejutkan dengan kedatangan beberapa orang dari pihak kepolisian, yang ingin menangkapnya atas tuduh membunuhan berencana dan penipuan.
Yang nyonya Lezi lakukan 20 tahun yang lalu. Sebuah kejahatan. Dimana nyonya Lezi menghabisi nyawa istri pertama tuan Kevin Cole, dengan cara meracuninya dan membuat mommy Boy menderita gangguan mental atas tuduhan yang di lakukan nyonya lezi kepada mommy Boy. karena berusaha melenyapkan Gaby yang masih kecil waktu itu. Jadilah semua orang dan keluarga Cole menuding mommy Boy dan menjauhi wanita menyedihkan itu, sehingga mommy Boy menderita depresi berat dan nyonya Lezi, lah. Yang menghabiskan nyawa mommy Boy, dan menyusun sebuah rencana yang seakan-akan, mommy Boy Raymond Cole, melakukan bunuh diri akibat depresi yang di deritanya.
"Dad. Tolong suruh mereka melepaskan borgol, sialan ini." Pekik nyonya Lezi histeris.
Terbongkarlah sudah semua rahasianya yang ia tutupi selama beberapa tahun lamanya. Nyonya Lezi tidak percaya kalau semua rahasia besarnya terkuak dengan sangat mudah dan dalam keadaan dia yang tidak bisa berbuat apa-apa, untuk melarikan diri.
"Bawa, dia cepat dari sini." Perintah tuan Kevin Cole dengan nada dingin. Pria barubaya yang wajahnya sangat mirip dengan seorang Boy Raymond Cole.
Tuan Kevin, hanya bisa memedam amarahnya saat ini. Dia begitu terkejut saat mengetahui sebuah kenyataan bahwa selama ini dirinya sudah memberikan, seorang pembunuh sang istri, kenyamanan dan kemewahan.
__ADS_1
Tuan Kevin bagaikan seorang pencundang yang bodoh. Karena dengan mudahnya tertipu oleh wanita yang masih memohon kepadanya.
"Daddy, aku mohon bebaskan, aku."
"BAWA DIA SEGERA." Bentak tuan Kevin.
Para polisi itupun membawa nyonya Lezi yang masih meronta-ronta, dan menyuarakan umpatan dan makian kepada para polisi yang menyeret tubuh lemahnya.
Tuan Kevin, hanya bisa menatap tubuh nyonya lezi yang di seret dengan tatapan datar.
"Aku, memang pria bodoh yang mudahnya di tipu dan di bohongi selama bertahun-tahun." Monolog pria parubaya itu sendu.
"Ternyata, tanpa sadar aku sudah menghancurkan keluarga ku sendiri. Sehingga istriku pergi dan anakku juga pergi." Ujar pria tua itu sendu.
"Maafkan, Daddy, Boy." Lirihnya sambil terisak pilu. Saat rasa bersalah dan rasa rindu kepada putra satu-satunya datang melanda pria parubaya yang sedang bersedih itu.
"Jadi, wanita itu sudah ditahan.?" Boy yang baru bergabung dengan Bram yang sedang berada di bar mini miliki keluarga Pattinson.
"Hm, begitulah." Sahut Bram dengan nada tidak acuh.
" Ck." Boy hanya berdecih.
__ADS_1
"Bukankah, seharus aku menghukum wanita itu dengan cara ku sendiri.?"
"Aku, merasa memasukkannya kedalam penjara bukan hukuman tepat untuknya."
"Kau, tidak yakin dengan kemampuan ku.?" Sela Bram.
"Mungkin, besok kau akan mendengar berita kematiannya." Seloroh Bram dengan kekehan.
"Baiklah, mari kita lihat besok." Cebik Boy.
"Dasar, pria kejam." Seloroh Boy lagi.
"Aku, berharap rencanamu bisa membuatku puas." Sambung Boy.
"Lihat saja besok." Balas Bram tenang.
"Katakan, bagaimana kau mengetahui semuanya.?"
Boy hanya mengedikkan bahunya dan menyesap kembali minum yang berada di gelas yang ia genggam.
Pria itu menerawang dengan pikiran 2 hari yang lalu, dimana dia mengetahui semua rahasia yang nyonya Lezi dan Gaby simpan rapat-rapat.
__ADS_1
"Flashback on."