Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 25 aksi Rebecca


__ADS_3

Suara terkesiap itu terdengar di ruangan sang CEO . sepasang anak manusia sedang melakukan tautan panas didalam sana.


Alex menjatuhkan tubuh tinggi tegapnya di kursi kerjanya, sisa-sisa napas kenikmatan masih terlihat di wajah tampannya, alat terlarangnya pun kini sudah terbaring lemah, Alex bangkit dan memunguti pakainya lantas berjalan di ruangan istirahat yang ada di sana.


Rebecca masih telentang di meja kerja Alex dia masih mengatur nafasnya, menghabiskan waktu dengan Alex membuatnya begitu ketagihan. ia mengakui Alex sangat hebat dalam membawanya ke surga dunia itu.


Setelah kesadaran Rebecca kembali dia lantas memakai pakaiannya kembali dan merapikan dandanannya.


"Clek! Alex keluar dari ruangan istirahat dalam keadaan sudah rapi dan terlihat sangat seksi dan tampan, dengan penampilan yang hanya memakai kemeja yang kancingnya terbuka 3 memperlihatkan dada seksi Alex dan lengan baju itu di gulung sampai siku, Rebecca yang melihat itu menelan salivanya dan gairahnya tiba-tiba bangkit lagi.


Tapi gairahnya harus dia tahan karena ini masih di kantor dan jam istirahat sudah usai.


"Sial." umpat Rebecca.


Alex menjengit mendengar umpatan Rebecca, "Ada apa.?"


"Tidak, aku hanya berpikir kapan kita akan bercinta sampai pagi kayak dulu.!" bisik Rebecca yang kini sudah berada di depan Alex.


"Ck! "Dasar ******.!" sinis Alex


"Meskipun, aku ****** bukankah kau menikmatinya honey.!" goda Rebecca yang kini mulai lagi membelai dada bidang Alex.


"Menyingkirlah.!" Alex menghempaskan tubuh Rebecca kesamping dan mendekati sofa yang ada di ruangan itu.


"Kau, itu kenapa kasar sekali Lex….!" protes Rebecca yang tak terima atas perlakuan Alex.


" Bukankah, dulu kau sangat lembut padaku.!" ujar Rebecca lagi.


"Diamlah Rebecca…!! kau membuatku tambah pusing.!" degus Alex.


"Besok, bersiaplah kita akan ada pertemuan dengan CEO Cole group.!" Sela Alex.


"What! "Apa aku tidak salah dengar Lex? CEO Cole group? mau berkerjasama dengan kita.?" Rebecca begitu antusias saat mendengar nama perusahaan Cole group. Siapa yang tak mengenal sosok Boy Raymond Cole, pria tampan yang penuh karismatik, sifat dingin dan arogannya menjadi nilai tambah dalam ketampanannya, yang membuat semua kaum hawa tergila-gila pada sosok Boy Raymond Cole, salah satunya Rebecca yang begitu terobsesi dengan sosok Boy.


"Jam berapa pertemuannya.?" tanya Rebecca semangat.

__ADS_1


"Besok, jam makan siang.!" jawab Alex acuh.


"Baiklah, sekarang aku harus kebutik untuk membeli pakaian, yang bisa menarik perhatian Boy Raymond Cole. ujar Rebecca antusias.


"Kau, ingin pergi? bukankah pekerjaan kita masih banyak… Beca!!" geram Alex.


"Ck! Aku ingin mempercantik penampilanku untuk besok Lex, kau tau Boy Raymond Cole itu sangat tampan, siapa tau dia akan tertarik padaku, so…, aku ingin memanjangkan diriku dulu.!"


"Tapi, Rebecca pekerjaanmu masih banyak.!" erang Alex menatap tajam Rebecca.


"Ck! Aku tak peduli.!"


"dah Alex.!" Rebecca tak memperdulikan kemarahan Alex dia langsung berjalan menuju pintu ruangan itu, saat dia akan membuka pintu dia membalikkan badannya kebelakang.


"Mengenai pengacara itu, kenapa tidak kau habisi, seperti kau menghabisi kedua orang tua Ruby.!"


ujar Rebecca dengan seregai licik. Setelah mengatakan itu, Rebecca keluar dan meninggalkan perusahaan Pattinson.


"Dasar, perempuan licik! baiklah aku akan menghabisinya sama seperti orang tua Ruby.!" gumam Alex sambil terkekeh penuh kelicikan.


Alex pun mengambil ponsel miliknya di atas meja kerjanya dan berjalan menuju jendela kaca besar yang ada di ruangannya, dia mencari salah satu nomor seseorang, yang dulu Alex perintahkan untuk menghabisi nyawa orang tua Ruby.


**********


"Tuan muda, kita sudah sampai.!" Asisten Bram mencoba membangun tuan mudanya itu, saat pesawat pribadi yang mereka pakai mendarat di negara K.


"Ng… ! Boy mengerjap dan merenggangkan otot-otot tubuh kekarnya. Rombongan Boy pun menuruni setiap tangga pesawat pribadi Boy. Sebuah mobil sport mewah sudah menunggu boy tak jauh dari pesawat pribadinya. Boy berjalan mendekat dan masuk kedalam mobil saat salah satu bodyguardnya membuka pintu belakang dimana sekarang Boy duduk dengan gaya arogannya.


Mobil mewah yang membawa Boy kini membelah jalanan padat di negara K itu. mereka akan beristirahat di penthouse mewah Boy yang terletak jauh dari kebisingan kota K.


Setelah menempuh 2 jam perjalanan, kini mobil mewah yang di gunakan Boy,memasuki salah satu bangunan yang tidak terlalu besar, tapi terlihat sangat mewah, disekeliling penthouse Boy di tumbuhi pohon-pohon tinggi yang membuat tempat itu begitu sejuk, Boy memasuki penthouse miliknya, dan menuju kamarnya yang berada di lantai atas.


"Oh, aku merindukanmu baby.!" gumam Boy, saat membaringkan tubuh tingginya di ranjang king size miliknya.


"Apa, yang sedang kau lakukan sekarang baby.!" gumamnya lagi.

__ADS_1


"Oh Tuhan, kenapa aku begitu merindukan gadisku.!" erang Boy frustasi saat merasakan rindu kepada Ruby. Boy bangkit dari pembaringannya dan menuju kamar mandi untuk menjernihkan pikirannya yang hanya di penuhi wajah cantik Ruby.


**************


"Lakukanlah, seperti kau lakukan kepada mereka dulu.!"


"..."


"Baiklah, lakukan secepatnya dan ingat jangan meninggalkan jejak sedikit pun.!"


"..."


"Hmm! Alex meletakkan kembali ponselnya saat semua perintahnya di penuhi oleh orang yang di telpon Alex.


"Begitu, banyak jalan menuju tujuanku Ruby sayang, aku berharap kau takkan pernah muncul lagi.!"seregai licik tercetak di wajah tampan itu.


*********


Rebecca yang sedang sibuk memilih sebuah stelan kerja yang tampak terlihat anggun dan seksi, setelah sibuk di butik langganan Rebecca, kini wanita seksi itu melakukan perawatan seluruh tubuhnya untuk memikat hati seorang Boy Raymond Cole.


"Oh God…, kenapa dia begitu seksi sekali, ahh aku tak bisa bayangkan berada satu ranjang dengannya, dan berbagi peluh nikmat dengan Boy Raymond Cole.!" batin Rebecca sambil memandangi foto Boy di salah satu majalah.


"Anda, juga sangat mengaguminya nyonya.?" sela sang pegawai salon yang sedang melayani Rebecca.


"Tuan, Boy memang sangat tampan nyonya, dan dia sangat kaya.?" ujar sang pegawai begitu semangat.


"Semua, wanita yang mendatangi salon ini sangat menggilai tuan Boy nyonya.!" ujar sang pegawai lagi. Rebecca tak menghiraukan kata sang pegawai itu dan tak mempedulikan wanita-wanita di sana yang sedang perawatan juga untuk mencari perhatian sosok Boy Raymond Cole. Rebecca dengan sikap kepercayaan diri tinggi sangat yakin, akan mendapatkan perhatian Boy Raymond Cole.


"Aku,sangat yakin tuan Boy, akan terpikat padaku.!" Rebecca tersenyum bangga atas kemelokan dan wajah indahnya.


"Bukankah, aku sudah sangat piawai dalam mengoda pria-pria kaya, dan dengan mudahnya mereka tergila-gila padaku.?" bangga Rebecca dalam hati.


"Aku, yakin tuan Boy Raymond Cole akan jatuh dalam pelukanku, dan akan ketagihan saat merasai inti tubuh nikmatku.!" yakin Rebecca dalam hati sambil membayangkan tuan Boy berada di atas tubuhnya.


"Hoh, tuan Boy Raymond Cole kau adalah milikku.!" batinnya sambil tersenyum aneh.

__ADS_1


__ADS_2