
sementara Ruby dan Amber telah asyik dengan dunia mereka sendiri. memancing ikan sambil berjemur di sinar matahari pagi, yang begitu cerah.
mereka tidak menyadari bahaya yang akan mengancam mereka berdua.
"coba, katakan padaku. apa si muka kaku itu serius padamu.?" Ruby yang begitu penasaran dengan hubungan Bram dan Amber.
"Amber, coba katakan padaku,!" ujarnya lagi dengan raut wajah penasaran.
Amber yang ditanya pun hanya terdiam dan menengok ke samping dan tersenyum kepada Bram, saat pandangan mereka bertemu.
"ck! kau sangat menyebalkan." decak Ruby malas.
"mber, ... ceritakan padaku ....! rengeknya yang ingin menggorek dan mengetahui hubungan, bodyguardnya ini dengan asisten kekasihnya.
"Dia, baik." jawab Amber cuek.
"bukan, itu, mber, ....!! geram Ruby gemes.
"terus.?" tanya Amber, dengan dahi mengkerut.
"Aku, hanya ingin tau kisah percintaan kalian.!"
" Apa, dia sudah mengatakan cinta, padamu.?" tanya Ruby antusias.
" sudah." pendek, padat dan jelas. itulah jawaban Amber.
"Astaga, ... mber!!! pekik Ruby.
"kau, kenapa.?" tanyanya dengan dahinya semakin menjerit.
"aku, hanya ingin mengetahui hubungan kalian, waktu kalian bersama, sikap dia kepadamu. dan apakah dia romantis.?"
__ADS_1
"hu'um, dia sangat romantis dan manis." jawab Amber dengan rona wajahnya yang sudah terlihat.
"benarkah,?" tanya Ruby, tidak percaya.
"hu'um."
"Dia, bahkan selalu memelukku, kalau tidur." jawab Amber lagi, dan tersenyum sendiri.
"Dia, juga selalu mengekori ku, ke kamar mandi.?"
"Bahkan, tidak mau berpisah."
"Setiap, saat selalu saja mencuri kecupan padaku."
"Aku, sangat suka dia memelukku."
"aku, juga sangat suka wanginya, yang begitu menenangkan."
"senyum lembutnya dan ucapan manisnya."
"Aku, juga sudah jatuh cinta padanya."
"Akhh!! kenapa aku begitu merindukannya."
Ruby yang mendengar racauan Amber hanya, bisa menganga dan mengedip-kedipkan matanya.
sedangkan Amber tersenyum malu dan membayangkan Bram akan menghampirinya dan memeluknya dari belakangnya.
"Apakah, ini yang di namakan, rindu? perasaan ini memang aneh, bukankah dia ada disana? di dekat ku? tapi mengapa aku begitu merindukannya? monolognya dalam hati.
Amber mengambik ponselnya dan mengirim sebuah pesan yang membuat wajahnya merona malu.
__ADS_1
"Miss you." tulis Amber dan tersenyum tipis.
MY DEAR:
"miss you to, sayang ❤️." balas Bram lengkap dengan emot hati.
Amber menoleh kearah Bram, yang kebetulan menatapnya juga dan memberi kiss jauh, buat wanitanya.
Amber berpaling dan wajahnya sudah bertambah merona.
" ya Tuhan, kenapa dia begitu manis sekali.?" gumamnya.
Ruby yang melihat tingkah aneh Amber, hanya berdecak dan fokus pada pancingannya.
Ruby berteriak kegirangan saat tali pancingannya bergerak-gerak seperti di tarik dari bawah.
Amber yang melamun terloncat kaget dengan pekikan Ruby.
"Ada apa.?" tanya Amber.
"Umpanku, berhasil." bisik Ruby dan menarik berlahan tali pancingannya.
" Bantu, aku, mber.!" ucapnya.
Amber pun menolong Ruby, menarik tali pancingan Ruby.
"Apa, kau tidak membawa wadah ikannya.?" tanya Amber saat tak ada satupun wadah untuk menyimpan ikan di bawah mereka.
"yah, sudah aku akan kedapur dulu. tapi ingat tetap di tempatmu." perintah Amber dan berlari ke arah dapur.
Boy dan Bram tidak menyadari kehebohan, para wanita mereka. Boy dan Bram terlalu sibuk membahas pekerjaan mereka.
__ADS_1
tidak jauh dari Ruby, seseorang sejak tadi mengintainya dan mencari posisi pas untuk menjalankan rencananya.
"Baiklah, mari kita lakukan sekarang." ujar orang itu, saat di lihatnya Ruby hanya sendiri dan sedang berjongkok di tepi jembatan.