Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 98


__ADS_3

Berita kematian tragis yang dialami Rebecca, menjadi berita menghebohkan di negara K.


Siapa yang tidak mengenal sosok Rebecca. semua orang tau kalau Rebecca adalah wanita yang penuh dengan kemewahan dan pesonanya dikenal seksi dikalangan pria brengsek.


Banyak yang merasa bahagia atas meninggalnya Rebecca, ada juga yang menyayangkan meninggalkannya wanita itu.


Seperti yang dirasakan Boy Raymond Cole dan Bram yang berhasil menyingkirkan hama pengganggu di kehidupan mereka.


Tapi tidak dengan Ruby. bagaiman pun Rebecca pernah menjadi sahabatnya, hidup bersama dan tumbuh bersama. meskipun Rebecca tidak pernah menganggapnya sahabat. dan selalu berbuat jahat padanya.


"Ada apa, baby.?" tanya Boy, dari arah balkon setelah menerima panggilan. dia merasa heran saat melihat raut sedih sang kekasih.


Ruby mendongakkan kepalanya, menatap Boy lekat dan detik berikutnya wanita itu menggeleng.


"Hei, … ada apa? kau boleh cerita padaku, baby." tanya Boy lagi, pria itu kini duduk disamping wanitanya.


Ruby menoleh kesamping dan manik hazelnya menatap dalam manik biru kehijau-hijauan Boy.


Ruby menempelkan telapak tangannya di wajah tampan Boy dan membelai wajah dengan bulu-bulu halus di sekitarnya.


"Aku, hanya memikirkan kematian, Rebecca." cicit Ruby.


Boy menyengit dan membalas tatapan Ruby dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Why.?" tanya Boy binggung.


"Entahlah, aku hanya merasa kasihan padanya. bagaimana pun kami pernah hidup dan tumbuh bersama, jadi aku sedikit merasa kehilanganmu." jawabnya dengan raut wajah sendu.


"Mungkin, itu adalah hukuman buatnya, karena dia terlalu jahat kepada semua orang. terutama kepadamu, baby. jadi berhentilah memikirkan wanita licik itu, anggap saja apa yang dia alami adalah karma untuknya." ujar Boy, yang mencoba kekasihnya.


Ruby tidak menjawab, dia hanya kembali termenung dan memikirkan perkataan pria yag ada di sampingnya itu.


"Sekarang, waktunya istirahat, baby.!" sela Boy, yang membuat Ruby menatap kembali kepadanya.


"Sebentar lagi, paman. aku bosan berbaring terus, badanku terasa pegal dan aku ingin pulang, … aku bosan di sini, ….!!! rengek Ruby.


"Kau, belum bisa pulang, baby. kondisimu masih lemah. mungkin kau akan berada di sini dua hari lagi? jadi bersabarlah, baby," ok." Boy mencoba membujuk sang kekasih yang sedang mode merajuk.


Boy menghela nafas, dia lalu membantu Ruby berbaring di ranjang pasien. dengan hati-hati Boy membaringkan Rubynya dan menyelimuti tubuh Ruby. terakhir Boy mengecup kening Ruby.


"Istrilah, baby." ucapnya lembut.


"Paman, aku mau pulang." Ruby masih berusaha membujuk Boy.


"No, baby," sekarang tidurlah."


"Love you." ucapnya lagi sambil membelai rambut panjang sang kekasih.

__ADS_1


Dengan wajah kesal Ruby pun, memejamkan matanya. Ruby mencoba terlelap untuk menghilangkan rasa bosan yang melandanya.


Ruby akhirnya saat Boy menariknya kedalam dadanya yang bisa membuat Ruby nyaman. saat menghirup wangi maskulin prianya. dan juga elusan lembut di kepalanya, membuatnya cepat terlelap.


Boy menarik nafas lega saat, pria itu mendengar nafas teratur ruby. yang menandakan wanitanya itu sudah terlelap. Boy menundukkan wajahnya dan tersenyum saat menatap wajah cantik alami Ruby.


Boy menatap lama wajah cantik itu, tanpa merasa bosan. dan tangannya membelai wajah mulus wanitanya yang tanpa makeup sedikitpun.


"Cup."


"Cup."


Boy mengecup bibir kesayangannya berkali-kali.


bibir ranum dengan sedikit bervolume itu, sudah menjadi candunya. bibir dengan warna alami itu ia sebut vitaminku.


Boy terkekek lucu, saat Ruby mengerutut di dalam tidurnya. ternyata kekesalannya dia bawa kealam mimpinya.


"Begitu, mengemaskannya dirimu, baby." bisik Boy sambil terus terkekeh.


"Oh Tuhan, aku merasa sudah tidak sanggup menahan siksaan ini.!" Boy mengeluh frustasi, saat merasakan sang adik terbangun di bawah sana.


"Astaga, ini sangat menyiksaku," dengusnya dengan nafas berat.

__ADS_1


"aku harus cepat menikahimu, baby. agar siksaan ini berakhir." bisiknya dengan nafas yang semakin berat.


__ADS_2