
"TOLONG, … TOLONG, ….!!! teriak Rebecca membahana di kamar mewah itu
"Tolong, lepaskan aku tuan, Jhony." mohon Rebecca dengan tubuh yang sudah mengigil saat benda tajam dengan ukuran kecil itu, sudah menari-nari di tubuh polos Rebecca.
"TOLONG … TOLONG … SIAPA PUN, TOLONG aku, ….!!! teriaknya lagi, meskipun Rebecca tau kalau percuma saja dia berteriak karena kamar tersebut terletak dilantai paling atas dan kamarnya kedap suara.
"Shtt," ringis Rebecca saat benda itu melukai wajah.
"Sakit, ….!!! lirih Rebecca dengan wajah yang basah oleh keringat dan ait mata.
"Berteriaklah, sayang. aku sangat suka teriakan mu, sangat merdu ditelinga ku dan aku juga suka dengan darahmu ini." Johny menjilati darah Rebecca yang terdapat di benda tajam itu.
"Aku, mohon lepaskan aku," Rebecca terus saja memohon, meskipun suaranya mulai menghilang.
"Ampun," mohon Rebecca dengan suara lemah.
"Aku, tidak akan melepaskan mu wanita ******. malam ini aku akan bersenang-senang. karena aku sudah lama tidak bersenang-senang dengan tubuh manusia."
"Jadi, mari kita nikmati saja sayang."
"Akhhh!! kembali lagi Rebecca berteriak saat Johny mengores wajahnya.
"Hahaha," Johny tertawa senang.
"BERTERIAKLAH," bentak Johny dan menampar pipi Rebecca berkali-kali, hingga wajah Rebecca terlihat babak belur dan darah segar keluar dari hidung dan sudut bibirnya.
__ADS_1
Tubuh polos, Rebecca pun kini penuh luka sobetan dan darah segar sudah membanjiri ranjang dengan seprai berwarna putih itu.
"Tolong, jangan bunuh aku, ….!
"Aku, minta maaf ….!!
"Lepaskan, ….!!
"Akkhhh, ….!!!
"Akhhhh.
Teriakan kesakitan Rebecca terus terdengar di kamar itu, setiap Johny mengukir tubuh polosnya dengan benda tajam kecil, tapi mampu membuat Rebecca menjerit kesakitan.
Kini tubuh Rebecca sudah penuh oleh hasil karya Johny dan tubuh Rebecca mulai mendingin dan memucat akibat banyak kehilangan darah.
"Ruby Pattinson, aku akan membalas mu," ucap Rebecca dengan suara lemah. dan detik berikutnya kesadaran wanita itu sudah hilang.
Johny terus saja menikmati kegiatannya mengukir tubuh Rebecca dan menjilati darah yang mengalir di luka sobek yang pria itu buat.
"Oh, … ini sangat memuaskan dan rasanya begitu nikmat." usap Johny dengan tatapan puas.
Jhony pun melanjutkan kegiatan kesukaannya itu. dengan semangat Johny kembali mengukir tubuh polos Rebecca.
Wajah Rebecca pun tak luput dari benda tajam itu.
__ADS_1
Karena merasa kurang puas karena, tidak mendengar suara teriakan Rebecca. Johny pun menusukkan benda itu di perut Rebecca berkali-kali dan dia juga melakukannya di dada Rebecca berkali-kali. hingga ranjang itupun penuh oleh dara Rebecca hingga mengotori lantai kamar hotel suite room itu
Johny pun mengakhiri kesenangannya dengan melemparkan tubuh Rebecca, keluar lewat jendela kaca besar yang terdapat di dalam kamar itu.
Johny pun tertawa puas dan merebahkan tubuhnya di atas darah Rebecca yang terdapat di ranjang king size itu.
Sedangkan Rebecca kini sudah terbujur kaku dengan bersimpah darah di depan lobby hotel.
Orang-orang pun mulai mendekati mayat Rebecca.
Salah seorang dari mereka sudah menghubungi pihak kepolisian.
dengan mata yang masih terbuka dan mulut terbuka, kini Rebecca di nyatakan tiada saat tenaga medis memeriksa denyut nadi wanita itu.
Rebecca pun di angkat ke atas ranjang pasien dan para tenaga medis membawa mayat Rebecca memasuki mobil ambulance.
Sedangkan dari pihak kepolisian sedang sibuk menggorek informasi tentang meninggalkannya Rebecca. dan mereka sudah memberi tanda garis kuning tepat di mana Rebecca di temukan.
Pihak kepolisian pun memeriksa kamar yang Rebecca datangi. dan ternyata kamar itu sudah kosong dan tidak ditemukan apapun yang mencurigakan. hanya kaca pecahlah yang terlihat di kamar itu.
Pihak kepolisian pun mengambil kesimpulan kalau Rebecca, melakukan tindakan bunuh diri.
Media pun tidak luput dari kejadian ini. mereka juga sibuk menggorek informasi tentang meninggalkannya Rebecca stawart.
Berita kematian Rebecca pun menjadi traning topik di negara K.
__ADS_1