Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 44


__ADS_3

"Keluarlah." usir Ruby dengan wajah datar dan dingin. tanpa melihat dua manusia pengkhianat di depannya.


"Kau, tidak bisa mengusir kami dari sini,wanita sialan.!!! sentak Rebecca, yang tidak terima di usir dari mansion Pattinson, yang menjadi tempat ternyamannya, dan dia tidak ingin kehilangan kemewahan yang sudah dia dapatkan dengan susah payah.


"Karena, semua ini sudah menjadi milik kami sekarang!


Bukankah, kau yang sendiri yang menyerahkan semuanya kepada, Alex? jadi …, kau tak berhak mengusir kami, Ruby Pattinson." Tolak Rebecca, dengan nada mencemoh.


"Seharusnya yang keluar dari sini adalah, kau! sinis Rebecca, dengan tidak tahu malunya.


"Ingat, Ruby! kau itu hanya wanita bodoh …! yang dengan mudahnya di peralatan oleh Alex." ujar Rebecca dengan terkekeh. Ruby yang mendengar semua perkataan Rebecca hanya terdiam dengan wajah datarnya, sedangkan Boy masih merangkul pinggang Ruby dengan fosesif. Alex hanya mampu terdiam mendengar perkataan Rebecca, fokusnya kini hanya satu yaitu rangkuman Boy. dia merasa tidak terima Ruby di miliki oleh orang lain.


"Aku, tidak mungkin memiliki perasaan kepada, wanita ini," gumamnya dalam hati dan melirik Ruby .


"Tidak!!! tujuanku hanya satu …, membuat Ruby menderita. ujarnya dan membuang jauh-jauh perasaan yang tiba-tiba hadir.


"Hahaha! Ruby tertawa lantang di dalam mansion itu. membuat Rebecca mengerutkan keningnya binggung kenapa Ruby tiba-tiba tertawa yang terdengar mengerikan.


"Aku, memang gadis bodoh! tapi itu dulu, sebelum kalian menghancurkan keluargaku dan membuangku,! kalian itu hanya manusia yang serakah dan iblis, kalian tega menghabisi nyawa kedua orang tuaku dan juga keluarga paman Carlos, kalian adalah … penjahat yang sangat licik! seharusnya aku melemparkan kalian di penjara, tapi itu bukan hukuman yang tepat buat kalian, karena kalian pasti akan mudah keluar dan kalian akan mendapatkan kenyamanan di sana, jadi


Hukuman yang tepat buat kalian …, adalah menderita!!! ungkap Ruby dengan wajah yang sedang menahan emosi, Boy memeluk Ruby dan menenangkan wanitanya yang sedang menahan amarah dan tangisnya.


"Brammm!!! teriak Boy lantang.


"usir dan lemparkan mereka dari sini, dan jangan biarkan mereka membawa satu barang pun dari mansion ini! biarkan, mereka keluar dari sini dengan keadaan gembel, karena mereka memang adalah gembel yang tak tau malu." perintah Boy dan menatap dua manusia licik di depannya.


"KAU!!! sentak Alex tak terima.


"Bramm!!! teriak Boy lagi.


Bram dan beberapa bodyguard Boy yang dia bawa, itu langsung menyeret paksa Alex dan Rebecca yang terus meronta-ronta, makian dan umpatan terus saja keluar dari mulut Alex dan Rebecca, mereka tidak terima di perlakukan seperti ini.


"Brengsek! lepaskan …, sialan!!! umpat Alex saat kedua tangannya di pegang sangat kuat oleh bodyguard Boy dan menyeretnya kasar.


"LEPASKAN!!!! teriak Alex lagi.


"brengsek! kau tidak berhak melakukan ini padaku." umpat Alex yang terus meronta agar terlepas dari jerat tangan-tangan kekar sang bodyguard Boy.


Boy hanya menatap Alex dan Rebecca sinis.


"Dasar, benalu tak tau diri." ujarnya. Ruby hanya mampu terdiam dalam pelukan Boy.


"Lepas! ujar Rebecca saat di seret paksa dan kasar oleh bodyguard Boy yang memiliki tubuh kekar dan wajah menyeramkan.


"LEPASKAN …!!! teriak Rebecca.


"Dasar, gadis sialan …! kau tidak bisa mengusir kami dari sini …, ini milik kami sekarang, Ruby Pattinson!!! MILIK KAMI …!!!! Akhhh, lepaskan bedabah!!!! Rebecca, terus saja meronta sambil memaki. dia tidak akan rela keluar dari zona nyamannya, yang penuh kemewahan dan kenyamanan itu.


"Lepaskan … sialan! pekik Rebecca.

__ADS_1


"Lepaskan! aku ingin mengambil barang-barangku di kamar dulu." ucap Rebecca dengan berusaha melepaskan diri.


"Anda, di larang membawa satu barang pun dari mansion ini, nyonya.! sela asisten Bram, kini mereka sudah berada di depan pintu keluar mansion.


"tidak, aku ingin mengambil barang-barangku, sialan.! Rebecca bersikeras ingin memgambil barang-barang berharganya.


"nyonya, tidak berhak membawa satu barang pun keluar dari, mansion ini! karena semua barang yang anda pakai adalah milik keluarga Pattinson." ujar asisten Bram.


"dasar, kalian semua manusia licik." amuk Rebecca, yang tidak terima semua barang-barang berharganya yang dia miliki diambil paksa oleh Ruby.


"aku, tidak akan bisa hidup tanpa barang-barang mewahku dan aku tidak mau hidup susah lagi." monolog Rebecca dalam hati.


"Lepas! ucap Alex dingin. para bodyguard itu tak menghiraukan perkataan Alex, mereka masih memegang lengan Alex kuat. Alex sendiri tidak mampu melawan para bodyguard ini, yang memiliki badan besar kekar.


"Lepaskan …!!! teriaknya lagi


"Brengsek! umpatnya.


"Lepaskan, aku ingin mengambil sesuatu di dalam kamarku. pekik Alex, menatap lekat Boy dan Ruby yang sedang berjalan kearahnya.


"Lepaskan! aku ingin mengambil sesuatu di dalam kamar." ulang Alex, sambil menatap Ruby.


Ruby mengangkukkan pelan kepalanya kepada Bram. Alex lantas melangkah ke arah kamarnya setelah lepas dari jeratan tangan kekar bodyguard Boy. entah apa yang Alex lakukan di kamar itu, karena beberapa detik kemudian dia keluar dengan wajah yang biasa saja dan melangkah mendekati Ruby.


"baiklah, Ruby sayang aku akan pergi dari sini, tapi aku yakin kau akan kembali kepadaku." ucap Alex tenang dan tersenyum lembut kepada Ruby.


"Aku, pergi sayang.! pamit Alex lembut dan mencoba membelai rambut Ruby, tapi dengan cepat di tepis oleh Boy.


"Jangan, coba-coba menyentuh Rubyku." ucap Boy sengit.


" Bersenang-senanglah, dulu Ruby sayang, setelah itu kau akan menjadi milikku lagi dan aku pastikan kau akan lebih menderita." batin Alex dan tersenyum menyeringai tipis.


"ALEX!! apa yang kau lakukan,! pekik Rebecca.


"Kenapa, kau menyerah seperti ini Alex …! seharusnya kau mempertahankan semua yang sudah menjadi milik kita …, dan menghabisi wanita sialan ini.!!!! pekik Rebecca, yang tidak terima dengan sikap Alex yang mengalah dan tidak melakukan apa-apa untuk melawan bodyguard Boy.


"Tutup mulutmu! jangan pernah menghina dan memaki Rubyku wanita sialan.!!! bentak Boy yang tak terima Rubynya di hina oleh wanita licik ini.


"Tuan, Boy! anda jangan tertipu dengan wajah polos wanita ini,! ucap Rebecca sambil menatap nyalang Ruby, sedangkan Ruby hanya menatap Rebecca dan Alex datar sambil melipat ke dua tangannya di dada.


"Dia, hanya wanita pembawa sial tuan.! maki Rebecca dengan sengit.


"Plak." satu tamparan keras Rebecca terima dari Boy Raymond Cole, yang membuat pipi mulusnya memerah dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"Kau, tidak pantas menghina Rubyku seperti itu.! geram Boy di depan wajah Rebecca sambil menyepit kedua pipi Rebecca kuat.


"Stthh! sa- sakit tuan." lirih Rebecca, kesakitan saat jepitan telapak tangan kekar Boy menekan pipinya lebih kuat.


"Jangan, pernah menghina Rubyku lagi! kalau tidak ... aku pastikan kau tak akan memiliki mulut lagi." ancamnya dengan wajah yang mengerikan.

__ADS_1


Rebecca menelan ludahnya susah, saat melihat wajah mengerikan Boy, pria dengan wajah bak dewa Yunani ini, ternyata sangat mengerikan dan kejam.


"oh, Tuhan! ternyata dia sangat mengerikan." gumam Rebecca dalam hati, ada rasa takut dan juga rasa kagum pada pria tampan di depannya ini.


"walaupun, dia kejam aku harus tetap mendapatkannya." monolognya dalam hati.


Ruby hanya terdiam sejak tadi menikmati pemandangan yang ada di depannya, dia terkadang tersenyum sinis kepada Alex dan Rebecca.


sedangkan alex tak menghiraukan Rebecca, dia hanya fokus menatap Ruby lekat, entah apa yang ada di pikiran Alex dan apa yang akan di rencanakan pria licik ini.


"Bram! sela Boy menatap asistennya itu dan mengedikkan kepalanya, asisten Bram paham apa yang di perintahkan oleh tuan mudanya itu.


"lemparkan, mereka keluar." suruh Bram pada bodyguard yang masih berada di sana.


bodyguard itu tak menjawab, mereka lantas membuka pintu dan mendorong tubuh, Alex dan Rebecca keluar dengan sangat kasar, membuat Alex terhuyung kebelakan dan tubuhnya membentur pilar Mansion itu.


"shitt! dasar brengsek!!! maki Alex.


sedangkan Rebecca terhempas kelantai yang membuatnya meringis kesakitan, karena bagian bawahnya masih terasa sakit akibat keguguran.


"akhh! raungnya kesakitan.


"dasar, manusia tak punya hati! apa kalian tau aku baru kehilangan anak, dan kalian dengan teganya mengusirku dari rumahku sendiri ...,! semua ini karenamu, Ruby Pattinson, aku kehilangan bayiku KARENAMU,!!! raung Rebecca di depan semua orang yang ada di sana.


"aku, bersumpah akan membalas mu, Ruby Pattinson .... !!! raung Rebecca lagi seperti orang kesetanan.


"cih! decih Boy.


sedangkan Ruby hanya tersenyum miring dan menatap Rebecca dengan tatapan mengejek.


"AKU, BERSUMPAH AKAN MEMBUNUHMU RUBY PATTINSON!!!!! teriak Rebecca sambil menyeret kakinya untuk mendekati Ruby.


"tutup pintunya." perintah Boy.


salah satu bodyguard, Boy menutup pintu mansion itu dan menguncinya dari dalam.


Rebecca hanya mampu meraung sambil mengebrak pintu mansion itu dan memaki Ruby. dia tidak akan pernah terima di perlakukan seperti ini dan dia tidak akan mau kembali lagi hidup dengan susah, dia harus mengambil kembali semua kemewahan yang dia dapat dengan susah payah.


"aku, bersumpah akan mengambil semua ini kembali, Ruby Pattinson dan aku akan menghancurkanmu kali ini." Rebecca terus bergumam dan menatap pintu mansion itu tajam.


"Ruby Pattinson ...!!!! erangnya lirih.


🌷hai ... gais! Uma minta maaf yah kemarin ngk bisa update, karena lagi ada acara keluarga gais, sekali lagi Uma minta maaf yah🙏🙏


sebagai gantinya Uma bakalan crazy up hari ini.


dan terimakasih sudah mampir di karya Uma yang receh ini dan terimakasih juga atas dukungan dan semangatnya.


lope lope lope lope sekebon entun🥰🥰🥰🥰🥰.

__ADS_1


__ADS_2