
Sementara di tempat lain.
Amber dengan wajah datarnya, memandangi pria didepannya yang sedang memotong kan, danging stek pesanannya.
Keenan, dengan sikap manis dan penuh perhatian memberikan potongannya danging stek itu pada Amber yang sudah ia akui sebagai kekasih. Meskipun Amber selalu bersikap datar dan dingin padanya, Ken tetap tergila-gila pada wanita di depannya ini, yang hanya bersikap datar. Tidak ada ucapan terimakasih ataupun ciuman mesra dan rengekan manja, seperti wanita-wanita lainnya.
Ken tersenyum lembut kepada Amber yang sedang menikmati makanannya, sambil mengusap rambut Amber sayang. Amber menepis tangan Ken dan menatapnya tajam.
"Apa, makanannya enak, sweety.?" tanya Ken lembut, dia ingin memastikan wanita pujaannya itu merasa nyaman disini.
"Lumayan," jawab Amber pendek.
Ken hanya tersenyum melihat tingkah pujaan hatinya itu.
"Lumayan, tapi kau tidak henti-hentinya, menyuap makanannya." batin Ken dan tersenyum.
" Ini, menu baru sweety, ini aku buatkan khusus untukmu." ucap Ken bangga.
Amber menghentikan makannya dan menatap Ken, yang tersenyum tampan padanya.
"Kau, seorang chef.?" tanya Amber, dengan raut wajah penasaran.
Ken mengangkuk dan senyumnya semakin lebar.
Amber menganga dan mata indahnya berkedik-kedik lucu. Ken yang tak tahan dengan wajah mengemaskan Amber itu, langsung mengecup sudut bibir Amber.
"Akh! kau, … dasar pria mesum sialan.!!! Amber tersendak kaget dan berteriak, memaki Ken yang selalu mencuri ciumannya.
"Kau, sangat mengemaskan, sweety." saut Ken dan terkekeh.
"Oh, kondisikan bibirmu, sweety! atau tidak aku akan menciummu dan membawamu ke ruangan ku." ujar Ken dan mengerlingkan matanya.
Amber memberikan tatapan mematikan kepada Ken. pria mesum yang selalu mencuri ciuman padanya.
__ADS_1
*
*
*
Tidak jauh dari tempat mereka, seorang pria mengepalkan tangannya dan kini rahang tegasnya sudah mengeras, saat pandangannya menatap dua manusia di depannya saling, bercengkrama dan yang paling membuatnya amarahnya mendidih saat,
dia menyaksikan sendiri pria itu mengecup bibir wanitanya.
"Berani sekali pria brengsek itu, mengecup dan menyentuh wanitaku," geram asisten Bram.
Dengan emosi yang siap meledak asisten Bram, mendekati meja Amber dan Ken. Bram berdehem saat berada di dekat meja Amber dan Ken.
"Ikut, denganku." ucap Bram tanpa basa-basi, langsung menarik pergelangan tangan Amber.
Amber dan Ken terkejut, saat Bram tiba-tiba menarik tangan Amber dan menariknya kelauar dari restoran tersebut.
Ken bangkit dari kursinya dengan kasar dan mengejar, Bram yang sedang membawa sang pujaan hati.
"Tuan, lepaskan aku," pinta Amber yang berusah melepaskan genggaman tangan Bram.
"Tuan," ringis Amber lagi.
Bram melepaskan genggaman tangannya dan memaksa Amber masuk kedalam mobilnya. setelah itu Bram ikut memasuki mobilnya dan meninggalkan parkiran restoran milik Ken itu.
Ken hanya mengumpat dan memaki Bram yang sudah membawa paksa Amber.
"Brengsek, bajingan!!!!! maki Ken dan menendang tempat sampah yang ada di dekatnya.
Seandainya di tak menerima telepon dari mommynya, mungkin dia bisa mengejar Amber dan Bram.
*
__ADS_1
*
*
"Ciiiktt." Bram yang masih emosi itu, menginjak rem mobilnya dengan tiba-tiba dan berhenti di pinggir jalan.
Bram mengatur napasnya, yang begitu sesak dan dadanya begitu panas.
"Akhhh!!! teriaknya di dalam mobil, yang membuat Amber terkejut.
"Tu-an," sela Amber gugup.
"Tu-an, kenapa," tanyanya dan menolehkan kepalanya kepada Bram dan menatap atasannya itu binggung.
Bram tak menjawab, dia lantas menarik tekuk Amber dan langsung mencium bibir wanita itu.
Amber membeku di tempatnya dan dadanya berdebar dia juga hanya diam tak mampu mengatakan apapun.
Sedangkan Bram yang sudah terbawa suasana, akan manisnya bibir yang dulu selalu jadi pantasi liarnya.
Bram melumut dan menyesap bibir Amber, dia juga menarik pinggang Amber, hingga mereka kini tanpa jarak. Bram memperdalam ciumannya dan kini lidahnya sudah bermain-main di mulut Amber.
Amber yang ikut terlena, membalas ciuman Bram. hingga ciuman itu semakin panas dan menggila.
Bram melepaskan tautan bibir mereka dan menempelkan kening mereka berdua, denagn nafas yang tersengal-sengal, Bram menatap Amber yang masih memejamkan matanya itu.
"Kau, milikku Amber Wilson, hanya milikku." bisik Bram di depan bibir Amber.
Amber membuka matanya dan menatap Bram dengan pandangan yang tak bisa dibaca.
"Kau, tidak bisa menolak ku, dan ini perintah." titah Bram, sambil menyentuh bibir Amber dengan ibu jarinya, membersihkan sisa-sisa ciuman mereka.
Amber masih membisu dan masih menatap pria kaku di depannya.
__ADS_1
"Aku, mencintaimu, Amber Wilson," dan mari kita menikah." ucapan dan ajakan Bram sukses membuat Amber membeku dan membolakan matanya dan jangan lupa mulutnya yang terbuka lebar, atas ucapan manusia kaku ini.