Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 125


__ADS_3

Gaby yang baru tersadar dari tidur panjangnya, dan gadis itu terloncat kaget saat menatap ruangan asing yang ia tempati.


Gadis itu bangkit dan turun dari ranjang, mengabaikan rasa nyeri dan mendenyut di kepalanya.


Gaby menyusuri ruangan itu dengan pikiran yang berkecamuk dan perasaan binggung.


"Aku, dimana.?" Lirihnya pada dirinya sendiri.


"Kakak." Sentak Gaby saat mengingat Boy.


"Kakak, tidak mungkin membuangku."


"Tidak. Itu tidak mungkin."


Gaby segera melangkah kearah pintu kamar. Gadis itu meraih gagang pintu, bermaksud untuk membukanya tapi sayang pintu itu terkunci. Gaby merusaha membuka pintu kamar yang ia tempati dengan kasar, dia bahkan mengebrak-gebrak pintu itu.


"Buka."


"Tolong, buka pintunya."


"Hei, … apakah ada orang. Tolong buka pintunya.


Begitu seruan dan teriakan Gaby.


"Oh, Tuhan. Selamatkan aku." Doa gadis itu.


Tidak beberapa lama, pintu itulah terbuka dan terlihat seorang wanita yang kira-kira berumur 50 keatas tapi masih terlihat fres dan cantik.


Wanita itu tersenyum sambil mendekati Gaby, yang sedang duduk di pinggiran ranjang sambil berpikir.


"Kau, sudah bangun, nak." Wanita yang berusia setengah abad itu mengejutkan Gaby.


"Anda, siapa.?" Tanya Gaby binggung dan mulai ketakutan.


"Kenalkan, aku Melly. Ibu kandung mu, nak." Sahut wanita yang ternyata adalah ibu kandung, Gaby.

__ADS_1


"I-ibu, kandung ku.?" Tanya Gaby gugup.


"Iya, ibu kandungmu, sayang."


"Ternyata wanita itu merawat mu, dengan sangat baik. Lihatlah kau begitu cantik." Pungkas wanita itu, sambil membelai wajah Gaby.


"Lepaskan tangan , anda." Sentak Gaby.


"Cih. Ternyata kau sudah tertular sifat sombong wanita itu, ternyata." Decih ibu Melly.


"Ingat , kau adalah anak kandung. Dan kau harus menuruti semua perintah ku, apa kau mengerti." Bentak nyonya Melly.


"Kenapa, aku harus menuruti semua perintah mu? Aku juga tidak percaya kau adalah ibu kandungku, yang tega menjual anaknya sendiri demi uang." Bentak balik Gaby dan menatap ibu kandungnya dengan sorotan permusuhan.


"Awas, aku ingin pergi." Gaby menyenggol pundak ibu kandungnya kasar.


"Kau, tidak akan kemana-mana, sayang. Karena hanya disinilah tempat mu sekarang." Sela nyonya Melly.


"Tidak. Aku ingin kembali kerumah mommy dan Daddy ku." Sengit Gaby.


"Keluarga yang mana yang kau maksud.!?


"Keluarga satu-satunya adalah aku. Ibu kandung mu. Dan yah, aku lupa memberitukan mu sesuatu, kalau ibu palsumu sudah di penjara dan Daddy yang kau maksud sudah mencoreng mu dari kartu keluarganya, dan kakak yang kau sebut itu, sudah mengetahui semua tentang dirimu, oleh sebab itu dia memberikan ku sejumlah uang banyak agar aku membawamu pergi jauh dari hidupnya." Ungkap nyonya Melly dengan tersenyum sinis.


"Jadi, jangan banyak tingkah. Karena hanya akulah satu-satunya keluarga mu." Sambungnya lagi.


Gaby yang mendengar penuturan ibu kandungnya, hanya bisa membeku dan bergeming di tempatnya. Dia tidak menduga rahasianya akhirnya terbongkar dan kakak Boy yang ia puja kini berubah membenci nya.


"Kakak." Lirih Gaby.


"Cih. Kakak," decih nyonya Melly.


"Darimana, kakak bisa tau kalau aku bukan, adiknya.?"


"Mana aku tau. Yang penting aku mendapatkan bayaran yang sangat tinggi agar mau menampung mu." Sarkas nyonya Melly.

__ADS_1


"Bayaran.?" Gaby membeo.


"Yap. Tuan Boy menyuruh ku membawamu pergi dan memberi kan rumah ini dan juga sejumlah uang." Ungkap nyonya Melly.


"Kenapa, kakak tega melakukannya.?"


"Itu, karena kau berusaha menganggu istrinya. Dan kau memang cocok menjadi jaalang, dan aku akan mewujudkan keinginan mu itu." Sinis nyonya Melly.


"Itu, tidak mungkin."


"Tapi ini yang kau lihat sekarang."


"Bersiaplah, aku akan membawamu kesuatu tempat."


"Kemana.?"


"Ketempat yang kau inginkan."


"Aku, tidak mau."


"Kau, tidak boleh menolak,!"


"Aku, tidak mau.!"


"Plak."


"Mulai, sekarang kau harus menuruti semua keinginanku, dan bukankah, kau ingin menjadi seorang jaalang? Maka bersiaplah aku akan membawamu ketempat yang bisa mewujudkan harapan mu, itu."


"Cepat. Pakai baju itu."


Setelah melemparkan selembar kain tipis untuk Gaby, nyonya Melly langsung meninggal Gaby di dalam kamar. Gaby hanya bisa menangis nasibnya kini. Ia menatap gaun yang di berikan ibu kandungnya sendiri. Ibu kandung yang tega menjualnya dulu waktu baru di lahirkan dan sekarang ibu kandungnya berniat menjualnya lagi.


Ibu macam apa yang Gaby milik. Ibu yang tega menghancurkan masa depan anaknya sendiri. Ibu yang ingin menjerumuskan anaknya sendiri di dunia malam yang sangat menjijikkan.


"Aku, lebih baik mati."

__ADS_1


__ADS_2