
Dengan, kesabaran dan ketekunan dalam membantu, sang mommy mengingat semua kenangannya membuahkan hasil, kini sang mommy dapat menerima Ruby dan mulai mengingat kenangannya, walaupun masih samar-samar.
Ruby, harus terpaksa membeli kembali mansionnya, yang sudah ia jual. meskipun harus melewati banyak drama, dari si pemilik baru mansion Pattinson, drama perdebatan dengan sang pemilik mansion dan tuan muda arogan tentunya. sang pemilik yang tadinya bersikeras untuk tidak menjual mansion Pattinson, karena sang pemilik baru sudah merasa betah dan nyaman disini. dengan sikap arogan dan angkuhnya, Boy Raymond Cole membeli mansion itu dengan harga tiga kali lipat dari harga semula.
semua mata melotot dan mulut mereka terbuka lebar, saat tuan muda arogan ini menawarkan harga fantastik dengan santainya. tentu saja, sang pemilik baru mansion itu, berbinar dan merasa mendapatkan lontre keberuntungan.
dengan angkuhnya, Boy memberi cek berisikan nominal angka yang membuat mata sang pemilik mansion melotot tak percaya, siapa yang mau menolak dengan nominal angka yang tertulis di cek yang lengkap, dengan tandatangan Boy Raymond Cole, si pemilik mansion itupun semakin terkejut dan melototkan matanya sehingga biji mata mereka hampir keluar, saat membaca nama si pembeli. sang pemilik mansion pun meninggalkan mansion itu dengan perasaan senang.
*****
di sinilah Ruby dan mommynya sekarang, di mansion mereka yang dulu penuh kenangan indah bersama sang mendiang Daddy.
Ruby sengaja membeli kembali, mansion ini agar sang mommy lebih cepat mengingat semua memori masa lalunya, Ruby menghiasi kembali Mension itu, seperti semula.
Ruby, meletakkan beberapa bingkai foto keluarganya dan beberapa foto dirinya dan sang mommy yang saling berpelukkan dan Ruby mencium pipi sang mommy di dalam foto tersebut.
"maafkan, mommy sayang.! lirih sang mommy, sambil mengusap bingkai foto yang ada di tangannya.
"terimakasih, kau sudah sabar dan masih menerima, mommy! yang sudah menghinamu dan memakimu sayang." sang mommy terus mengusap bingkai, foto tersebut dan tak terasa air mata mommy menetes mengenai bingkai foto yang ada di tangannya.
"mommy," Ruby, yang datang dari arah belakang dan langsung memeluk pundak sang mommy.
sang mommy, menghapus air matanya, melepaskan tangan Ruby dipundaknya dan membalikkan badannya, menatap lekat putri kandungnya itu yang memiliki wajah yang sangat mirip dengannya.
Ruby tersenyum, saat telapak tangan mommy menyentuh wajahnya dan mengusapnya lembut.
"kau, akan pergi sayang.? mommy bertanya, saat melihat penampilan Ruby yang sudah rapi.
dengan pakaian casual yang sederhana, celana jins panjang berwarna hitam, dan kaos polos berwarna senada dengan celananya.
__ADS_1
"iya, mom." Ruby menjawab dengan nada manjanya.
"bersama, Boy.? tanya mommy.
Ruby menggeleng dan memeluk sang mommy.
"paman, mesum! sedang ada urusan bisnis, mom." ujar Ruby, yang menyembunyikan wajah sedihnya. dia sangat merindukan paman mesumnya itu, sudah beberapa hari, Boy Raymond Cole tak menghubunginya dan kabarnya hilang entah kemana.
"apa, kalian bertengkar.? tanya sang mommy, yang melihat raut wajah lesu sang putri.
Ruby menggeleng, " tidak, mom,! paman mengatakan dia akan melakukan, perjalanan bisnis, ta-pi ...! Ruby menghentikan kalimatnya, dia tidak sanggup menahan rindu pada, paman posesif mesumnya itu.
"mungkin, dia sedang sibuk, sayang.! hibur sang mommy, dengan mengusap-usap punggung putrinya itu.
"mungkin, saja, mom.! Ruby melepas diri dari pelukan sang mommy dan menatap wajah cantik mommynya itu.
"awas, saja! kalau, si paman mesum itu macam-macam, aku tidak akan memaafkannya, dan aku juga, akan mencari pria lain, yang lebih tampan dari paman mesum itu," ancam Ruby berapi-api, tapi tidak dengan hatinya yang merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Boy.
"aku, tidak yakin mom, apa paman mesum itu benar-benar, mencintaiku! atau dia hanya merasa kasihan padaku, siapa juga yang mau, dengan wanita yang dulunya di buang oleh suaminya, sendiri dan lebih sedihnya lagi aku pernah cacat." monolognya dalam hati.
"hey, ada apa," sang bunda bertanya saat melihat, Ruby menitikkan air matanya.
"tidak, apa-apa mom," Ruby menjawab dan segera menghapus air matanya.
"mungkin, aku terlalu merindukannya, mom.!
jawab Ruby lagi, dengan senyum yang di paksa.
mommy, menarik putrinya itu kedalam pelukannya. memberikan ketenangan buat sang putri di saat, putrinya itu terlihat sedih.
__ADS_1
"baiklah, mom! aku pergi dulu.! pamit Ruby, dan perasaannya mulai tenang.
"hati-hati, sayang! pesan mommy.
Ruby hanya mengangguk mengiyakan pesan sang mommy.
"aku, pergi dulu, mom!!! teriak Ruby saat, sampai di depan pintu mansion.
mommy hanya tersenyum dan menggeleng kecil melihat tingkah sang putri, dia merasa Dejavu dengan tingkah dan sikap manja Ruby.
hari ini Ruby, akan belajar untuk bersenang-senang. menikmati hidupnya yang dulu tidak pernah Ruby lakukan, semenjak menikah dengan Alex, Ruby hanya diam di dalam mansion menuruti dan mematuhi perintah suaminya dulu.
dengan di temani bodyguardnya Amber, Ruby akan menghabiskan waktunya untuk berbelanja dan melakukan hal menarik lain.
"baiklah, mari kita bersenang-senang, Amber," seru Ruby dengan wajah yang semangat.
"tapi, biar saya saja, nyonya mengemudikan, mobilnya," tawar Amber.
"no, biar aku saja dan kau diam,!!! tolak Ruby.
"tap-!
"sttttt." diamlah dan pasang sabuk pengamanmu,! perintah Ruby dan menyuruh Amber untuk diam.
"apa, kau siap Amber,! Ruby bertanya dengan wajah yang semangat dan ceria.
Amber hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"baiklah, mari kita, bersenang-senang, Amber.!
__ADS_1
pekik Ruby di dalam mobil dan melajukan mobil sport mewahnya itu, membelah jalan kota K.