
"maaf, baby! aku tidak bisa menemanimu masuk," Boy menatap Ruby dengan wajah bersalah, "pagi, ini aku ada pertemuan penting, tapi makan siang nanti, aku akan menjemputmu." hibur Boy, saat melihat wajah Ruby yang di tekuk.
"hai ... baby! Boy menangkup wajah Ruby yang cemberut itu, "cup" satu kecupan mendarat di bibirnya yang sedang cemberut.
"aku, janji setelah urusanku selesai, aku akan menyempumu, ok." bujuknya dan mengecupi seluruh wajah Ruby yang sangat mengemaskan buatnya. Ruby mengangguk setuju, dan menutup matanya saat Boy melumut bibirnya.
Boy, membantu Ruby turun dari mobil mewah itu, memberikannya pelukan hangat dan ciuman di dahi sebelum pria arogan meninggalkan, basement perusahaan.
Ruby, melangkah memasuki lobby perusahaan dengan tersenyum ramah pada, semua karyawan yang menyapanya dan memberi hormat, Ruby yang memasuk lift khusus dengan Amber yang terus berada di sampingnya.
Ruby, keluar dari lift dan berjalan mendekati ruangannya yang pintunya nampak berbeda dari yang lain, semua karyawan yang berada di lantai tersebut, berdiri dan membungkukkan badan mereka, untuk menghormati nyonya Ruby, putri tunggal dari Robert Pattinson.
Ruby tersenyum hangat dan membalas sapaan para karyawannya itu.
**********
"bacakan, jadwalku." perintah Ruby pada sekestarisnya, yang sejak tadi berdiri di depan Ruby, menunggu perintah dari nyonyanya itu.
"pagi, ini anda ada rapat dengan para pemegang saham, nyonya." jawab sang sekretaris Ruby yang bernam Cindy. dia membacakan semua kegiatan Ruby hari ini, yang sudah dia cacat di iPad yang ada di tangannya.
"jam, berapa rapat di mulai." tanya Ruby dengan nada dingin dan tegas.
"ja-m, 10, nyonya." jawabnya gugup. Cindy tak menyangka kalau nyonya bosnya begitu dingin dan tegas, tidak sesuai dengan wajahnya yang lembut dan polos.
"baiklah, kau boleh keluar."
setelah memberikan hormat, sekestaris Cindy pun bergegas keluar dari ruangan Ruby.
"ternyata, wajahnya tak sesuai dengan sifatnya!
aku tidak menyangka, nyonya bos arogan dan mengerikan juga, apalagi bodyguardnya." Cindy bergedik membayangkan wajah menakutkan bodyguard nyonya bosnya.
***********
"Bram, berikan pengawasan ketat buat, Rubyku,
jangan sampai para pengkhianat licik itu, merencanakan sesuatu pada Rubyku."
"apa, kau sudah mendapatkan informasi tentang kecelakaan keluarga, Pattinson.? tanya Boy menatap tajam punggung asistennya itu.
"sudah, tuan." balas asisten Bram
"bagus, berikan padaku." perintahnya lagi.
Boy menggapai berkas yang di sodorkan asistennya itu.
Boy membaca berkas itu dengan wajah yang serius, terkadang keningnya mengerut, matanya menyipit sehingga alis matanya terlihat mengerut.
"jadi, mereka tidak melakukan pencarian kepada keluarga Pattinson.? gumamnya di sela membaca informasi yang di berikan asistennya.
"why, tanya Boy bingung. kenapa mereka tidak melakukan apapun kepada tuan dan nyonya Pattinson, dan mereka seakan tidak peduli.
__ADS_1
"bisa, sajakan diantara mereka masih selamat." gumam Boy dalam hati dengan pikiran menerawang.
"sial." umpatnya, saat menyadari sesuatu.
"kenapa, tuan.? sela asisten Bram heran.
"putar, balik." perintahnya, sambil meremas berkas itu dan melemparkannya ke sampingnya.
"brengsek." geram Boy.
"tapi, tuan ki-!
"AKU, BILANG PUTAR BALIK!!!! sentak Boy, dengan dada yang sudah naik-turun.
"Ba-ik, tuan.! jawab asisten Bram gugup.
"sial!!! aku akan membunuhmu, brengsek, kalau kau mencoba menyentuh Rubyku. erangnya sambil mengusap wajahnya kasar.
"CEPATLAH, BRAM .... !!! bentak Boy.
asisten Bram pun menekan padel gas dan mobil mewah itu melaju dengan tak karuan di jalanan ramai, kota K.
Perusahaan Pattinson group.
Ruby yang baru saja melakukan rapat itu, berjalan keluar dari ruangan meeting tersebut, yang diikuti Cindy dan Amber yang selalu setia di samping Ruby.
"kita, lanjut pertemuan berikutnya." ujar Ruby sambil menatap jam tangannya.
kini Ruby memasuki lift untuk membawanya kelantai bawah, hari ini dia akan melakukan pertemuan dengan clean yang berasal dari negara B.
setelah lift khusus CEO itu terbuka, Ruby dan kedua bawahnya. Ruby melangkah dengan anggun di lobby dan tersenyum kepada bawahannya yang berpasan dengannya. Ruby terus melangkah menuju pintu keluar perusahaan.
seorang pria menyeringai licik, saat melihat yang begitu cantik dan anggun sedang berjalan di lobby perusahaan.
Alex yang sejak tadi menunggu Ruby di basement perusahaan, untuk memberi Ruby sebuah kejuta yang menarik.
Alex tersenyum penuh arti saat dia melihat Ruby sedang menunggu sang sopir untuk menjemputnya.
"aku, datang membawakan kejutan padamu, sayang." batin Alex penuh semangat.
Alex, menoleh kearah wanita yang dia panggil mommy itu, dan menepuk pipi wanita itu pelan, untuk membangunkannya, Alex terpaksa memberi obat bius kepada sang mommy, karena wanita paruhbaya itu terus berteriak histeris dan meronta, efek kecelakaan 6 tahun lalu membuat, sang mommy mendapat trauma parah.
"mom, mom," ucap Alex pelan yang masih menepuk pipi sang mommy.
"hg" sang mommy melenguh dan mengerjakan matanya, untuk menyesuaikan pencahayaan yang menusuk netranya.
"mom, panggil Alex lagi, saat melihat sang mommy yang terdiam sambil menatap sekelilingnya.
"kita, dimana, son.? tanya sang mommy penasaran.
"mom, are yuo ok,? tanya Alex baling, dia takut sang mommy histeris lagi dan mengagalkan rencananya.
__ADS_1
"iya, son! jawab sang mommy, sambil tersenyum.
Alex menarik nafas lega, dan mengalihkan pandangannya kearah Ruby yang masih berdiri disana yang sedang memainkan ponselnya.
"kau, melihat apa, son.? sela sang mommy dan mengikuti arah pandang Alex.
sang mommy menyipitkan matanya untuk melihat jelas wajah Ruby, tapi itu semua sia-sia karena penglihatannya teras kabur dan dia tidak dapat melihat jelas wajah Ruby.
"apa, kau mengenalnya, nak? tanya sang mommy lagi. Alex mengangkukkan kepalanya dengan wajah yang di buat sedih.
"dia, istriku, mom.! jawab Alex sendu sambil mengeluarkan air mata pura-pura.
sang, mommy yang terkejut menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"jadi, kau sudah menikah, nak.? tanyanya lagi dan menenangkan Alex.
Alex menatap sang mommy dan mengangkuk.
sang, mommy memeluk Alex dan mengusap anak palsunya itu.
"dia, meninggalkan aku, mom! dia lebih memilih pria kaya dan sukses sari aku, mom." Alex menumpahkan tangis palsunya di punggung sang mommy.
"padahal, aku sangat mencintainya, mom." ucap Alex lagi dengan meraung pelan.
sang mommy, yang mendengar ucapan Alex, ikut menitikkan air mata, dia terus menenangkan Alex.
"tunggu, disini mommy akan menemuinya, dan memberi dia pelajaran, dia tidak berhak melakukan ini pada putra, mommy." ujar sang mommy sambil melepas pelukannya dan ingin turun menemui Ruby.
Alex menahan tangan sang mommy dan menggeleng kepalanya, tanda tak setuju.
"biar, aku saja, mom! sela Alex.
"tapi, nak dia sudah keterlaluan, istri macam apa dia, yang tega meninggalkan suaminya, demi pria kaya." geram sang mommy, yang tak setuju ucapan Alex.
"tidak, mom ...! biar aku saja yang menyelesaikan masalahku dengan dia." ujar Alex dan mengarahkan pandangannya kembali ke Ruby.
"baiklah, berhati-hatilah, nak.! pesannya.
"mommy, tetap disini jangan kemana-mana, ok.!
pesan Alex dan di anggukkin oleh sang mommy tanda setuju.
"jaga, dia! bisik Alex kepada anak buahnya.
"baik, tuan.!
Alex pun keluar dari mobil dan melangkah dengan percaya diri kearah Ruby, senyum miring terus penuh licik terus saja terlihat di wajah tampannya.
"Hay ..., sayang.!
Alex Graham
__ADS_1