Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 43


__ADS_3

Mansion Pattinson.


"Tuan! seru asisten Alex.


"Bagaimana? tanya Alex kepada sang asisten.


"Semuanya sah tuan, dan anda sudah di nyatakan bukan suami dari nyonya Ruby Pattinson lagi." ucap sang asisten yang di tugaskan, Alex untuk mencari kebenaran tentang surat perceraiannya dengan Ruby. Alex, menatap nyalang sang asisten dan giginya sudah bergesekan karena amarahnya yang berusaha dia tahan.


"Sa …satu, lagi tuan." ujar sang asisten sambil menatap Alex takut-takut.


"Katakan." perintah alex dingin.


"Nyonya, Ruby sudah mengambil alih perusahaan Pattinson tuan, dan anda bukan lagi CEO di sana." lapor sang asisten lagi, yang kali ini membuat amarah Alex meledak.


"Brengsek!!! teriaknya sambil membanting meja ruang tamu itu hingga pecah.


"Pranggg!


"Pranggg!


"Aahkk!!!!!


"Ruby!!! erang Alex dengan nafas yang naik-turun karena amarahnya yang menggebu, ruang tamu, itu kini sudah berantakan oleh pecah barang-barang yang ia lempar dan banting. sedangkan, asistennya hanya terdiam menyaksikan kegilaan yang tuanya lakukan.


"Seharusnya, aku membunuhmu waktu itu Ruby Pattinson, harusnya aku membunuhmu Ruby sayang, membunuhmu Rubyyy!!!!! "Aakkkhhh."


Racau Alex dengan wajah yang begitu mengerikan.


"Akkkhhh!!


"Pranggggg." Alex meninju kaca lemari hias yang ada di ruang tamu itu, membuat tangannya terluka dan berdarah. Alex menggenggam pecahan kaca yang ada di tangannya, Alex menerawang kedepan dengan tatapan mengerikan, entah apa yang ada di fikiran dan di rencanakan Alex.


"Tuan, tangan anda." ujar asisten Alex.


Alex hanya terdiam dan menatap asistennya itu tajam, sang asisten yang faham dengan tatapan Alex, langsung meninggal Alex sendiri di ruang tamu dengan masih menggenggam pecahan kaca ditangannya. Alex menghempaskan tubuhnya di atas sofa, sambil mengatur nafas.


"Ruby, aku pastikan kau akan menjadi milikku, dan aku pastikan juga kau akan mati di tanganku."


"AKU, PASTI KAU AKAN MENJADI MILIKKU, RUBY PATTINSON," akhhhh." teriak Alex mengema diruangan itu.


"ALEX ….!!!! pekik Rebecca yang berada di ambang pintu. Rebecca melangkah tertatih mendekati Alex, Rebecca tidak terima dengan teriakan Alex tadi. Rebecca merasa di campakkan oleh laki-laki brengsek di depannya ini, Alex begitu tega membiarkannya sendiri di rumah sakit. dan tak mengkhawatirkan keadaan calon anaknya, sebenarnya kondisi Rebecca belum pulih, dia masih butuh perawatan ketat dari dokter, tapi Rebecca bersikeras ingin keluar dari rumah sakit untuk memberi Alex pelajaran dan Ruby.


"Apa, aku tidak salah dengar? tadi kau bilang ingin kembali dengan Ruby," hahahaha," apa kau sedang bermimpi.? ujar Rebecca dengan nada mengejek.


"Kau, itu terlalu percaya diri Alex! mana mungkin Ruby mau kembali kepada pria banjingan dan brengsek sepertimu," hehehe." Ejek Rebecca dengan kekehan sinis.

__ADS_1


"TUTUP MULUTMU WANITA MURAHAN." bentak Alex sambil berdiri dari duduknya dan mencengkeram rahang Rebecca kuat.


"Lepaskan Lex! lirih Rebecca yang berusah melepas telapak tangan Alex di rahangnya.


"Akhhh." Alex mengerang dan menghempaskan Rebecca di atas sofa.


"Diamlah, Rebecca karena aku muak melihat mu,!" ujar Alex dingin.


"cih! Aku tidak yakin Ruby mau kembali padamu."


"Kau, itu terlalu percaya diri! ingat kau itu hanya benalu dan sampah yang di pungut Ruby, dan juga atas bantuanku kau bisa menjadi bagian dari keluarga Pattinson, jadi jangan coba-coba berfikir untuk menghabisi ku, dan ingat sebelum Ruby kembali padamu aku yang akan lebih dulu membunuhnya, karena wanita sialan itu aku harus kehilangan anakku, kau dengar Lex … kita kehilangan calon anak karena wanita sialan itu…!!! racau Rebecca dan berteriak histeris saat ia harus kehilangan bayinya.


"Aku, tidak akan membiarkan wanita sialan itu, hidup dan aku akan membunuhnya dengan tanagnku sendiri. gumamnya penuh amarah.


"Kita, harus menghabisi wanita itu Lex …!!!! teriak Rebecca lagi, yang membuat Alex muak.


"DIAM … REBECCA!!!! bentak Alex geram, Alex pun mendekati rebecca dan menarik rambut istrinya itu, dan tangan satunya dia gunakan untuk mencepit pipi Rebecca.


"Jangan, coba-coba menyentuhnya! karena Ruby hanya boleh mati ditangan ku, dan hanya aku yang berhak untuk menghancurkan Ruby Pattinson.! bisik Alex dengan aura yang sangat mengerikan. dia lalu menghembuskan wajah Rebecca kembali hingga hidung mancung Rebecca terbentur sudut kursi yang berbahan kayu.


"Brengsek, kau Alex! teriak Rebecca saat menyentuh hidungnya yang mengeluarkan darah.


Alex tak menghiraukan Rebecca, dia kembali menghempaskan tubuhnya di sofa, dan memijit pelipisnya yang terasa pening.


Tanpa mereka sadari, sejak tadi perdebatan mereka jadi bahan tontonan mengasyikkan bagi Ruby dan Boy. bahkan Ruby tersenyum kegirangan saat melihat keadaan Rebecca yang sangat memprihatikan. "Kasian sekali hidupmu, Rebecca." gumam Ruby yang masih di dengar oleh Boy yang sejak tadi di sampingnya.


"Kita masuk, baby! sudah waktunya pembersihan sampah yang ada di mansion ini." ucap Boy sambil menatap sinis Alex dan Rebecca.


"Baiklah, mari kita bersenang-senang, paman.! ajak Ruby semangat dan melangkah mendekati Alex dan Rebecca yang sedang terdiam.


Ruby melangkah bersama Boy yang sejak tadi tak melepaskan genggaman tangannya, mereka berdua melangkah dengan sikap arogan penuh wibawa, Alex membuka matanya dan menegangkan badannya, saat mendengar suara sepatu yang berbeda melangkah kepadanya. dan matanya menajam saat melihat Ruby dan Boy serta para bawahan setianya mendekat kepadanya.


Rebecca yang melihat Ruby mendekat kepadanya langsung meradang, apalagi dia melihat seorang pria tampan yang dia idolakan kini bersama,Ruby dan mereka saling berpegangan tangan.


Rebecca bangkit dan ingin menyerang Ruby, tapi niatnya di halangi oleh Alex, Rebecca menatap Alex nyalang, yang menghalanginya untuk menyerang Ruby.


"Wah … wah …! kalian memang pasangan yang begitu serasi, sama-sama kejam dan mengerikan, ups! aku lupa kalau kalian juga pasangan pengkhianat." sinis Ruby dengan nada mengejek.


Boy, merangkul pinggang Ruby erat, saat Alex terus menatap Rubynya yang hari ini memang terlihat sangat cantik.


"Aku,ingin sekali mencongkel matanya itu." geramnya dalam hati, sambil menatap Alex sengit.


Rebecca yang melihat perlakuan Boy pada Ruby menjadi semakin meradang. dia tidak akan pernah terima Ruby mendapatkan yang lebih dari pada dirinya. " Dasar, wanita sialan! umpat Rebecca dalam hati.


"Apa, yang kalian inginkan." tanyanya dingin dan menatap tajam tangan Boy yang sedang merangkul Ruby.

__ADS_1


"Aku, ingin membersihkan sampah seperti kalian dari mansion ini, jadi aku harap kalian keluar dari sini sekarang, kalau tidak aku akan menyeret kalian dengan tanganku sendiri. usir Ruby dengan wajah datar dan dingin.


"Hehehe! Alex hanya terkekeh melihat sikap Ruby yang berbeda. Alex bangkit dan lebih mendekat ke Ruby dan Boy.


" Rubyku, yang polos dan lugu, sudah berubah sekarang! ucapnya lembut dan hendak membelai rambut Ruby tapi dengan cepat Boy menepis tangannya.


"Heh!! dia bukan Rubymu, dia adalah Rubyku brengsek." pekik Boy.


Alex tak menghiraukan Boy, dia tetap menatap Ruby dengan lembut, yang biasa dia lakukan dulu, agar dapat meluluhkan hati Ruby.


" kau, terlihat sangat cantik sayang, dan kau juga terlihat berbeda, aku merindukan Rubyku yang dulu, yang selalu menatapku penuh cinta


dan menatapku lembut, aku merindukanmu sayang!! aku yakin kau masih mencintaiku sayang." alex berkata penuh keyakinan kalau Ruby masih mencintainya, karena dulu Ruby mengitu tergila-gila padanya.


Boy mengertakkan giginya dan mengepalkan tangan erat hingga urat-urat tangannya terlihat.


Boy meradang dan siap untuk memberi pukulan kepada pria brengsek di depannya ini.tapi Ruby menjegahnya yang membuat Boy mengerang.


" brengsek." umpatnya dan menatap Alex yang tersenyum puas.


" baby ....!!! erang Boy kesal.


"cup! tiba-tiba Ruby mengecup bibir Boy dan tersenyum kepada paman mesumnya. dengan cara inilah Ruby lakukan agar paman mesumnya itu diam.


"oh, baby! "cup." Boy yang mendapatkan kecupan dari Rubynya merasa sangat senang boy pun mengecup kembali bibir manis Ruby dan melumutnya di hadapan Alex dan Rebecca.


Boy menyeringai kepada Alex di sela cumbuannya.


Alex dan Rebecca hanya bisa menahan amarah melihat Ruby dan Boy bercumbu di depan mereka.


"aku, yakin Ruby masih mencintaiku." batin Alex masih menatap tajam Ruby dan Boy.


"aku, tidak ingin kalah dari wanita sialan ini, aku pastikan tuan Boy Raymond Cole akan menjadi milikku." geram Rebecca dalam hati.



ruby



boy



alex

__ADS_1



rebecca


__ADS_2