
"RUBY PATTINSON …!!! teriak Rebecca yang masih terduduk di depan pintu mansion Pattinson.
"Aku, akan membunuhmu, wanita sialan." erangnya dengan raut wajah memerah dan dadanya naaik turun.
"Ck! decak Alex, dia menatap dan tersenyum miring kepada Rebecca, yang sekarang penampilannya tidak ada bedanya dengan gembel.
Dengan susah payah, Rebecca bangkit dari posisinya yang masih terduduk di lantai dan mendekati Alex dengan menyeret kakinya karena menahan rasa perih di intinya.
"Dasar, sialan …, brengsek kau, Alex! maki Rebecca dan memukuli dada bidang Alex .
Alex menepis tangan Rebecca dan menyingkirkan Rebecca dari hadapannya.
"Seharusnya, kau melakukan sesuatu Lex! supaya wanita sialan itu tidak mengambil semua yang sudah kita miliki."
"Kau, memang laki-laki bodoh! hanya diam mereka memperlakukan kita separti ini."
"Seharusnya, waktu itu kau benar-benar membunuhnya,"
"Tapi, sekarang apa yang aku dengar, kau mau dia kembali padamu? dasar pria licik tidak tau malu."
" Cih! Kau itu, hanya laki-laki pengecut Lex! dan laki-laki licik, tidak punya hati, kau hanya melihatku di seret dan dilempar keluar bagai binatang, kau adalah pria brengsek dan licik,!!! aku yang Ruby tidak akan pernah kembali padamu, apa lagi ada tuan Boy Raymond Cole di sampingnya, jadi buanglah jauh-jauh pikiranmu itu untuk membodohi Ruby." ucapa penuh ejekan Rebecca, mampu membuat Alex meradang. dengan wajah yang sudah di penuhi amarah, Alex mencekik leher Rebecca dengan sangat kuat, yang membuat wanita licik itu kehabisan nafas dan matanya melotot dengan wajah mulai memerah.
"Aku, tidak peduli, Ruby bersama siapa, yang jelas Ruby akan menjadi milikku lagi, dan kau hanya wanita murahan yang memang pantas mendapatkan perlakuan seperti binatang, malahan lebih dari binatang." gumam Alex dengan geraman yang menakutkan, Alex masih menyekik leher Rebecca yang membuat wajah wanita itu mulai memburu.
"Le-pas Lex,!! ucapa Rebecca tanpa suara sambil memukuli tangan Alex.
Alex melepaskan cengkraman tangannya di leher Rebecca dan menghempaskan tubuh Rebecca kebelakang, membuat Rebecca kembali terjatuh kelantai. Rebecca terbatuk-batuk sambil mengeluarkan air mata dan menghirup udara sebanyak-banyaknya, dia kembali meringis sakit di bagian intimnya terasa sakit dan ngilu.
"Aku, ingatkan kepadamu wanita j*l*ng, Jangan pernah lagi mengganggu dan meremehkan ku, dan mulai sekarang kau, bukan istriku lagi, kau memang pantas menjadi gembel atau kau bisa menjual tubuh indahmu ini, daripada kau hanya bermain dengan gratis lebih baik kau menarik harga, hehehe."
"Selamat menikmati hari-hari kehancuranmu, Rebecca sayang." setelah mengatakan semua ancaman dan uneg-unegnya, Alex melangkah meninggalkan mansion Pattinson, saat sebuah mobil mewah menjemputnya yang sejak tadi Alex tunggu.
Alex menoleh kebelakang dan tersenyum mengejek pada Rebecca, lalu masuk ke dalam mobil itu.
"Alex …, tunggu!! Alex tunggu aku …! kau tidak bisa menceraikan aku begitu saja Lex, tunggu Lex … jangan tinggalkan aku di sini, Alex Graham!!! Rebecca yang tidak terima Alex membuangnya saat semua perjuangannya untuk membantu Alex menghancurkan dan merebut harta warisan Ruby.
"ALEX ….!! raung Rebecca sambil berjalan tertatih mengejar mobil yang menjemput Alex berlalu dari halaman depan mansion Pattinson dan melaju keluar meninggalkan mansion mewah itu.
__ADS_1
"ALEX ….!!!!! Teriak Rebecca dengan histeris dan langsung merosot ke tanah, Rebecca terus meraung dan menangis dia tidak akan bisa menerima perlakuan Alex padanya.
"Aku, bersumpah akan menghancurkan kalian berdua dan menghabisi kalian."
"Akhhhh!!!!
"ALEX GRAHAM ….!!!
"RUBY PATTINSON ….!!!
"Aku, bersumpah akan menghabisi kalian ….!!!
Rebecca masih meraung di halaman luas mansion Pattinson.
"Aku akan menghancurkan kalian, liat saja, aku akan menghabisi kalian, Ruby, Alex ...aku akan menghabisi kalian, akhhhh!!! racau Rebecca yang masih meraung dan berteriak histeris.
Rebecca bangkit dan menoleh kebelakang memandang sebentar mansion Pattinson, dan kembali memutar kembali badannya, untuk melangkah keluar dari gerbang mansion Pattinson.
untuk dia masih memiliki simpanan dan sebuah apartemen mewah di tengah kota negara K, apartemen hasil menjadi wanita simpanan para pria kaya dulu.
Sedangkan di dalam mansion.
Ruby menyesuri setiap ruangan yang berada di mansionnya, dengan perasaan sedih saat mengingat kembali semua perlakuan Alex padanya.
Ruby mengingat saat Alex mencampakkannya, memakinya, menghinanya bahkan di malam dimana Ruby di perlakukan kasar dan di seret dan di buang kedalam tebing jurang tinggi. mata Ruby kini sudah terasa tertusuk oleh lelehan air mata, dan air mata itupun jatuh melewati pipi mulus Ruby.
Luka pengkhianatan dan perlakuan buruk yang diterimanya, tidak akan mampu Ruby lupakan begitu saja. Dan luka itu akan tetap Ruby ingat untuk selamanya dan menjadikan luka itu untuk merubah menjadi kuat dan tangguh.
Apakah Ruby masih mempunyai perasaan kepada mantan suaminya itu? jawabnya tentu saja tidak.
Karena perasaan cintanya pada Alex sudah Ruby kubur dalam-dalam saat Alex melemparkannya kedalam tebing jurang. sekarang Ruby hanya memiliki rasa benci dan dendam pada sang mantan suami.
kini Ruby sedang berada di balkon kamarnya yang dulu dia tempati bersama Alex. Ruby mendongakkan kepalanya keatas memandangi langit cerah pagi ini, Ruby memejamkan matanya dan menghirup udara, kedua tangannya dia letaknya di pagar pembatas balkon tersebut. Ruby menghempaskan nafas panjang dan menatap lurus kedepan, rambut panjangnya yang di biarkan terurai itu berterbangan tertiup angin menutupi sebagian wajahnya.
Tiba-tiba senyum Ruby terlihat saat mengetahui seseorang telah mendekatinya dan detik itu juga sepasang lengan kekar memeluk pinggang rampingnya dari belakang dan menciumi rambutnya dengan sayang.
"Aku, mencarimu sejak tadi, baby." bisik Boy lembut di kepala Ruby yang masih asyik menikmati aroma rambut Rubynya yang begitu wangi.
__ADS_1
Ruby membalikkan badannya dan mendongak menatap wajah tampan di depannya ini, Ruby megulurkan jari-jari lentiknya di wajah Boy dan membelai wajah yang di tumbuhi bulu-bulu halus itu. Boy mengecup jari Ruby yang berada di wajahnya, dan menundukkan wajah untuk mengecup bibir ranum Ruby.
"Sedang, apa di sini, baby." tanya Alex lembut dan tersenyum manis kepada Rubynya.
"Tidak, aku hanya menikmati udara saja.!" balas Ruby dan menenggelamkan wajahnya di dada Boy.
Boy membalas pelukan Ruby dan mengusap-usap punggung lemah Ruby dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Kau, sedang memikirkan pria brengsek itu, Baby.?
tanya Boy lagi dengan nada tidak suka.
Ruby tak menjawab dia hanya mengeratkan pelukannya di tubuh kekar Boy dan mencium aroma parfum Boy yang begitu Ruby sukai.
"Hei …! jawab aku, baby, apa kau sedang memikirkan pria itu.? tanya Boy lagi dengan nada merengek.
Ruby tak menjawab pertanyaan Boy, dia tiba-tiba mencium bibir Boy dan melumutnya lembut. Boy yang mendapatkan serangan mendadak dari Ruby hanya bisa tercengan sesaat tapi detik berikutnya Boy membalas ciuman Ruby saat Rubynya itu mengigit bibirnya. Mereka kini saling menikmati sesapan dan lumutan masing-masing, di pagi hari yang begitu cerah, ciuman itu bertambah dalam dan panas, Boy menghentikan cumbuannya dan menempelkan kening mereka, mereka saling berlomba untuk menghirup oksigen, nafas hangat mereka saling menyapa di depan wajah yang sedang menatap penuh cinta.
"Aku, mencintaimu, baby." bisik Boy.
Ruby hanya menganggukkan kepalanya dan kembali mencium bibir seksi Boy dan menyesapnya lembut, dan mereka kembali melanjutkan cumbuan mereka di atas balkon itu.
Tak jauh dari mereka, seorang pria mengepalkan tangannya dan menatap nyalang dua insan yang sedang bercumbu itu. Alex yang sejak tadi memperhatikan Ruby dari dalam mobil yang menjemputnya tadi. Dada Alex naik-turun saat melihat Boy dan Ruby saling bermesraan.
"Sial." aku tidak akan membiarkan pria brengsek itu mendapatkan Ruby,"
"Ruby, hanya milikku dan mainan ku, dan aku yakin akan mendapatkannya kembali milikku itu."
"Hehhee! aku yakin kali ini, kau tidak bisa menolak ku sayang, dan kau sendiri yang akan datang padaku, Ruby sayang." Alex terus saja bergumam dan terkekeh sendiri, sambil menatap foto dirinya dan seorang wanita cantik yang mirip Ruby.
"Nikmatilah, kebersamaan kalian sebelum kau datang kepadaku, Ruby sayang." seringai licik muncul di wajah tampan Alex.
"Jalan." perintah Alex kepada sang sopir.
"Antar aku ke villa." perintah Alex lagi.
mobil itu pun keluar dari kawasan mansion Pattinson yang mewah itu.
__ADS_1