Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 22 stempel


__ADS_3

Ketegangan terlihat jelas di ruangan kerja Alex, pria itu begitu prustasi saat mendengar penuturan sang pengacara keluarga Pattinson, dia memijit pelipisnya yang tiba-tiba pening, sedangkan Rebecca hanya terdiam memikirkan semua kata-kata sang pengacara tadi.


Sang pengacara mengatakan kalau pengesahan atas perpindahan nama ahli waris keluarga Pattinson di tunda, itu di karenakan kurangnya tanda stempel khusus yang bisa memperkuat persetujuan dalam perpindahan hak waris tersebut. Dan stempel khusus itu hanya di miliki Ruby. Tuan Robert Pattinson membuat stempel khusus buat sang putri tunggalnya itu, untuk menghindari penyalahgunaan atas hak-hak sang putri nantinya. Tuan Robert Pattinson membuat stempel emboss yang berbentuk batu Ruby yang di jadikan liontin kalung sang putri.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang Alex.?"Rebecca menghilangkan kesunyian di ruangan itu.


"Sial, kenapa jadinya begini,!" kenapa susah sekali mendapatkan semuanya,!" Ahkkkk!!! Alex berteriak prustasi karena rencananya gagal.


"Pranggg!!!! Semua benda yang ada di meja kerjanya itu kini berhamburan di lantai.


"Ck! " Tidak ada gunanya Lex, kau mengamuk seperti itu,! sekarang yang harus kita pikirkan, cara mendapatkan stempel itu.!" decak Rebecca.


"Akhhh! "Dasar keluarga Pattinson sialan!!!! umpat Alex geram.


"Aku, harus mendapatkan semua yang kau miliki Robert Pattinson,! "Akkhhh!!!! Pranggg!" Teriak Alex frustasi.


Sedangkan Rebecca hanya melihat Alex mengamuk, tanpa niat untuk menenangkan, dia pun sama frustasi dengan Alex karena keinginannya menjadi wanita sosialita nomor satu di negeri ini akan pupus apabila stempel sialan itu tak ketemu.


"Clek! tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka kasar.


"Apa yang terjadi Alex.!" Tanya sang mama yang mendengar suara ribut-ribut di ruangan sang anak.


"Alex!!! bentak sang mama, saat tidak mendapatkan jawaban dari Alex.


"Semua, usaha kita akan gagal mam,!" jawab Alex lesu.


Kening keriput mama Alex menjengit bingung, "apa,maksud kamu Lex.?" tanyanya.


"Semua, tidak sesuai denga rencana kita mam.!" jawab Alex lagi sambil menatap sang mama.


"Kita, masih membutuhkan Ruby mam.!"


"Whattt! teriak mama Alex.


"Jangan, bilang kau mulai menyukai gadis sialan itu Lex.!" tudahnya kepada Alex sambil memicingkan matanya.


"Tidak mam!" ujar Alex.


"Jadi, apa yang kau butuhkan dengannya, bukankah kau sudah melenyapkan wanita sialan itu.?" tanya mama Alex.


Rebecca yang sedari tadi mendengar dan melihat perdebatan ibu dan anak itu mulai cegah, dia pun bangkit dan berlalu dari ruangan Alex.

__ADS_1


" Kau, mau kemana.?" sela Alex saat Rebecca sudah menyapai gagang pintu.


"Aku muak melihat drama kalian,!"


"Daripada kalian terus berdebat, lebih baik bantu aku mencari stempel sialan itu di kamar istri cacatmu itu. ucap Rebecca sambil mencebikkan bibir seksinya.


"Stempel,?" Untuk apa?" tanya mama Alex yang masih binggung itu.


" Ck!" Rebecca hanya berdecak dan meninggal ruang itu, menuju kamar Ruby, dia berharap stempel sialan itu berada di sana.


"Stempel apa Lex.?" tanya mama Alex yang masih penasaran.


"Hah! Alex menarik nafas sesaat.


"Stempel, untuk mengambil semau harta keluarga Pattinson mam.!"


"Kita membutuhkan stempel itu mam, kalau tidak semua harta keluarga Pattinson akan hilang mam dan kita akan gagal menguasainya.!" ujar Alex.


"Kenapa, kau tidak memalsukan saja stempel itu.?" saran mama Alex.


"Itu, tidak mungkin mam, soalnya stempel itu khusus untuk Ruby.!" ujar Alex.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan Lex.?"


"Kenapa, kita tidak mengajak pengacara itu untuk bekerjasama Lex.?" saran sang mama lagi.


"tidak mam.! Tolak Alex


"Kenapa?" bukankah pengacara itu tau semau tentang warisan Pattinson, dan mama yakin dia pasti akan tergiur kalau kita memberinya seperempat dari harta Pattinson.!" usul sang mama sambil tersenyum saat mendapatkan ide licik.


"Tuan Carlos tidak akan mau mam, karena dia adalah sahabat tuan Robert,!" Dan tuan Carlos sudah menganggap Ruby putrinya sendiri.!" ujar Alex lesu.


" Jadi, apa rencanamu Lex.!"


"Apa kau yakin wanita itu sudah mati.?" tanya mama Alex, sambil menatap anaknya itu.


Alex tak menjawab, dia hanya terdiam sambil memikirkan sesuatu. " Apa dia masih hidup?" tanyanya dalam hati, sambil mengingat saat Ruby menggelantung di tebing dan meninggalkannya disana.


"Shiittt! umpatnya saat menyadari sesuatu.


" Mam, apa kau melihat bibi lili.?" tanya Alex

__ADS_1


" Tidak, sudah sejak kemarin mama tidak melihat wanita itu,! Ada apa?"


Alex tak menjawab, dia lantas keluar dari ruangan kerjanya, meninggalkan sang mama sendiri yang masih kebingungan.


" Ada apa dengan anak itu.?" gumamnya.


Dia pun mengikuti sang anak kelaur dari ruangan kerja Alex dan mengejar sang anak, saat dia melihat Alex menuju arah faviliun yang berada di belakang mansion mewah Ruby.


Alex berjalan dengan langkah panjangnya menuju kamar bibi lili, dia ingin menyakinkan kalau yang dia pikirkan tidaklah benar, tapi sayang sampai di kamar bibi lili, kamar itu kosong, Alex pun mengeram saat pikirannya benar. kalau bibi lili mengikutinya semalam, dan itu karena Alex memeriksa semua rekaman cctv di mansion mewah Pattinson.


"Sial.!" erangnya.


" Mama, yakin Lex kalau wanita sial itu masih hidup!"


" Dan mama yakin bibi lili menyelamatkan wanita itu dari tebing.!" mama Alex terus menyakinkan anaknya itu.


"Sekarang yang harus kamu lakukan, mencari wanita itu Lex.!" perintah mama Alex


"Iya mam!" jawab Alex dengan tatapan tajam, Alex menerawang kedepan.


"Aku, tidak akan melepaskanmu gadis sialan.!"


"Aku, akan mencarimu dan mendapatkan mu meskipun kau bersembunyi di lubang semut.!" gumam Alex sambil menatap tajam ke depan dan mengepalkan tangannya kuat.


Sedangkan Rebecca masih sibuk membongkar semua isi lemari pakaian Ruby dan juga laci perhiasa Ruby, kini kamar yang tadinya rapi, menjadi berantakan.


"Dimana, gadis cacat itu menyimpannya.?" Rebecca megerutuk sendiri di kamar Ruby.


"Ah, sial….!!! erangnya.


"Dasar, gadis cacat menyusahkan,?"


"Sudah, mati saja membuatku susah.!"


"Oh, di mana stempel sialan itu.!"


"Heh! Kekeh Rebecca, saat melihat foto dirinya dan Ruby dulu. Rebecca terus memandangi foto dirinya dan Ruby yang masih di sekolah.


"Dasar, wanita bodoh!"


"terimakasih,karena sikap bodohmu ini aku bisa menyingkirkanmu dan mendapatkan Alex.!"

__ADS_1


"selamat tinggal Ruby, semoga kau bertemu Daddy dan mommy mu dia sana.!"


Rebecca terus berbicara sendiri sambil menatap foto keluarga Ruby.


__ADS_2