Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 96


__ADS_3

Dengan tubuh menegang dan wajah sudah memucat, Rebecca mencoba mengucek kedua matanya untuk menyakinkan penglihatannya.


Rebecca pun mulai gemetar saat pria itu memutar badannya menghadap Rebecca dan memperlihatkan senyum mengerikannya


"Ka- u.? cicit Rebecca dengan nada yang terkejut.


Pria itu berjalan kearah Rebecca dengan sebuah pisau kecil ditangannya.


"It-u, … tidak mungkin, ka-u, … su-dah ma-ti," Rebecca berkata dengan tubuh yang mulai gemetar dan nada suaranya pun mulai terbata.


Rebecca memundurkan tubuhnya mendekati pintu dengan wajah pucat dan tubuh gemetar takut. Rebecca dengan cepat mencoba membuka pintu kamar itu, tapi sial pintunya terkunci otomatis dan lebih sialnya lagi, ternyata kuncinya ada ditangan pria mengerikan didepannya. Pria dengan tubuh tinggi besar dan berkulit hitam pekat.


Rebecca mencoba membuka pintu kamar mewah itu, dengan tangan gemetar. keringat dingin pun mulai membasahi kening dan tubuh Rebecca.


"Tolong, … tolong … tolong, siapapun ada diluar, tolong aku, ….!!! Rebecca berteriak sambil meminta tolong. dia begitu ketakutan saat ini.


Sedangkan pria itu, tersenyum miring. ternyata dia mendapatkan mangsa empuk malam ini, dan pasti dia akan puas.


"Come, on. sayang, ….! panggil pria hitam pekat itu.

__ADS_1


"Ti-dak … jangan mendekat, … menjauhlah dariku," Rebecca meringsut kesudut kamar dan mencoba mengusir pria mengerikan di depannya.


"Ayolah, sayang. mari kita bersenang-senang malam ini. aku akan memberikan sebuah kenikmatan yang tidak pernah kau dapatkan. anggap saja ini, tanda terimakasih ku kepadamu, karena telah melenyapkan saudara ku itu." ujar pria itu yang terus mendekati Rebecca dengan pelan.


Rebecca menatap pria di depannya dengan lekat dan matanya pun tambah melebar saat menyadari siapa pria di depannya ini.


"Jhony," cicit Rebecca, dengan raut wajah yang tambah memucat, saat menyadari siapa pria didepannya ini.


Jhony adalah saudara kembar John yang sudah Rebecca lenyap kan. Jhony, adalah seorang pria gila yang harus menghabiskan hari-harinya di dalam penjara. Johny adalah seorang psikopat gila yang sangat mengerikan. Rebecca sendiri tau tentang itu dari John.


"Ap-a, yang kau inginkan dariku," tanya Rebecca yang terus memundurkan tubuhnya.


"Marilah, kita rayakan Kematian kakakku yang tidak berguna itu."


"Come on, sayang. mari kita bersenang-senang. aku sudah tidak sabar mengukir tubuh indahmu itu." perkataan Johny begitu mengerikan dan membuat orang yang mendengarnya merinding. tidak terkecuali Rebecca yang sekarang wajahnya bertambah pucat dan tubuhnya mulai lemas.


Rebecca terus saja menghindar setiap Johny mendekat kepadanya. dia bahkan melemparkan semua barang yang dia pegang kearah Johny.


"Jangan, … mendekat, menjauhlah, kumohon jangan sakit aku,!!! Rebecca memohon dengan wajah takut.

__ADS_1


"Aku, mohon menjauhlah."


"Prang," Sebuah hiasan di sudut kamar itupun pecah, saat tanpa sengaja Rebecca senggol. dan kini Rebecca sudat tersudut di ujung kamar itu, tepatnya di dekat pintu kamar mandi.


Johny mendekati Rebecca dengan senyum iblis dan raut wajah menakutkan.


"Kemarilah, sayang. aku sudah tidak sabar bersenang-senang denganmu." kini Johny sudah 2 langkah di depan Rebecca.


Rebecca meraih pot bunga hias di dekat sudut kamar itu, lalu melemparkannya kearah Johny.


"prang," aku, mohon jangan mendekat," Rebecca terus saja menghindar dari Johny.


Pria itu hanya menyeringai dan merenggang otot lehernya. dengan tatapan lapar dia menghapus jarang antara dirinya dan Rebecca.


Johny menempel pisau kecil itu di atas dada setengah terbuka Rebecca dan semakin turun untuk membuka gaun malam Rebecca menggunakan pisau kecil tersebut.


Rebecca semakin gemetar saat benda dingin tapi sangat tajam itu, sudah berada di lehernya lalu turun di dada, dan berakhir dengan seluruh gaun Rebecca terlepas. kini Rebecca sudah polos dengan keringat dingin memenuhi tubuhnya.


"Please, jangan bu-nuh, aku. aku akan mengembalikan semua milik John kepadamu, asalkan lepaskan aku, … kumohon Johny," Rebecca memohon dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.

__ADS_1


"Hahah," Johny hanya tertawa ngeri, yang membaut Rebecca tambah ketakutan.


__ADS_2