Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 69


__ADS_3

Gaby, mengamati penampilannya lagi di cermin, memeriksa sekali lagi dandanannya, menyemprotkan parfum terbaiknya di bagian tubuhnya yang tertentu.


setelah gadis itu, yakin dengan penampilannya dia pun tersenyum puas. Gaby membuka laci yang ada di meja riasnya, mengambil sesuatu di dalam sana, Gaby menatap benda itu tajam dan seringai licik muncul di wajah gadis itu.


"dengan, ini aku yakin kak, Boy akan mengajakku naik ke ranjangnya," Gaby pun tersenyum puas, karena dia yakin rencana akan berhasil malam ini.


gadis itupun, keluar dari kamarnya dan berjalan menaiki tangga, untuk menuju kamar Boy yang ada di lantai tiga di mansion itu.


Gaby, membuang jauh perasaan ragu dalam dirinya, dan di mengikuti egonya untuk menjadikan Boy miliknya, meskipun dalam dirinya memaki perbuatannya sendiri, tapi obsesinya kepada Boy membuat, hati dan pikiran Gaby hilang.


"bukankah, kami tak memiliki hubungan darah? so, apa salahnya aku mengoda Boy Raymond Cole, sebelum dia menjadi milik orang lain, tapi itu tidak akan aku biarkan, Boy Raymond Cole hanya akan jadi, milikku ..., milik Gaby." gadis itu terus saja menyakinkan dirinya, untuk mengikuti obsesi gilanya itu.


setelah gadis itu, sampai di depan kamar Boy, dia memperbaiki penampilannya lagi, gadis itu menarik nafas, setelah itu membuka pintu kamar itu tanpa di ketuknya terlebih, dahulu.


gadis cantik itu, memasuk kamar boy dan dia tidak menemukan sang, pemilik kamar dan juga sang pemilik hatinya itu disana.


pandangan Gaby, menelusuri setiap sudut kamar itu, tapi dia tidak melihat Boy pun disana.


Gaby berjalan mendekati balkon kamar boy, saat gadis itu melihat pintu balkon tersebut terbuka. dan disanalah, sang pemilik kamar sedang berdiri, dengan menengadahkan kepalanya keatas langit sambil sesekali menyesap minumannya.


dengan berlahan Gaby, mendekati pria dengan punggung yang begitu mengoda itu, kini tangan mungil gadis itu, dia selipkan di antar pinggang Boy dan menyembunyikan wajahnya di punggung pria idamannya itu.

__ADS_1


Boy yang sedang termenung, terloncat kaget saat sebuah tangan mungil memeluknya tiba-tiba, tapi dia tersenyum saat mendengar suara manja sang adik kecilnya itu.


"kakak,! panggil Gaby manja, yang masih betah memeluk sang kakak.


"apa, yang kau lakukan di sini, girl.? tanya Boy dan mencoba melepaskan rangkulan adiknya itu, tapi gadis itu memperat pelukannya.


"kakak, sedang memikirkan apa,? Gaby balik bertanya kepada, Boy.


terdengar pria itu, menarik nafas kasar dan mengembuskan berlahan.


"tidak, kakak tidak sedang memikirkan, apa-apa, kakak hanya lelah dan butuh istirahat, karena besok, kakak akan kembali ke negara K." ujarnya dan kembali menerawang kedepan.


"bisakah, kakak di sini saja? jangan tinggalkan Gaby di sini sendiri, kak! Gaby kesepian dan juga Gaby ketakutan." Gaby memohon dengan terisak.


Boy melepaskan tangan Gaby, yang berada di tangannya dan memutar badannya, untuk melihat wajah sang adik, Boy tak menghiraukan penampilan adiknya itu, yang memakai gaun malam yang cukup terbuka. baginya Gaby adalah adiknya, meskipun dia hanya adik tirinya, tapi itu menurut Boy, karena dia tidak mengetahui tentang rahasia gadis di depannya ini.


wajah Gaby, berubah kecewa saat dia melihat reaksi sang kakak, saat melihat penampakannya itu.


boy menyentuh kedua, pundak adiknya dan menatap sang adik dengan lembut.


"maafkan, kakak! tapi kakak harus pergi, kakak tidak mau, tinggal terlalu lama disini, ada hal yang sangat penting yang membuat kakak, tidak bisa bernafas dengan baik, kalau terlalu lama meninggalkan negara K. ucapan Boy, membuat Gaby mengepalkan tangannya yang berada disampingnya.

__ADS_1


"apa, ini ada hubungannya dengan wanita itu,? tanyanya dengan hati yang mulai panas.


satu alis tebal Boy terangkat, keatas saat mendengar pertanyaan sang adik.


Boy menatap sang adik lekat dengan wajah binggung.


"a-aku, tak sengaja mendengar perdebatan kakak dengan Daddy kemarin." ucapnya lirih.


Boy tersenyum dan mengacak rambut adiknya itu. "jadi, itu benar? kalau kakak, ingin kembali kesana karena wanita, itu.? dengan dada yang mulai sesak, Gaby bertanya kembali.


Boy, hanya mengangguk dan memutar tubuhnya kembali membelakangi Gaby.


nafas Gaby, mulai teras berat dan dadanya mulai naik turun, karena rasa kecewa dan rasa tidak terima apa yang Boy katakan.


"tidak, bisakah kakak disini saja, demi untukku,?


Gaby mulai memperlihatkan air matanya kepada Boy, yang mampu membuat Boy luluh.


boy memutar kembali badannya dan kembali menatap sang adik, menghapus air mata adiknya itu dan membawanya kepelukannya.


"maaf, kakak tidak bisa." tolak Boy lembut. ini pertama kalinya dia menolak keinginan sang adik yang selalu mengiyakan keinginan adik tersayangnya itu. ketakutan Boy akan kehilangan Rubynya, mampu mengabaikan sang adik yang sangat di sayanginya itu.

__ADS_1


__ADS_2