Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 53


__ADS_3

"brengsek ....!!! umpat Boy saat mendapatkan, pesan dari Amber. Boy melemparkan, ponselnya dengan kasar kedepan, hingga mendarat mulus di belakang kepala, asisten Bram.


"sial! jeritnya dalam hati, sambil menahan rasa pening yang tiba-tiba menyerangnya.


"oh, kepalaku,! ringisnya tertahan


Bram tidak, mengetahui perubahan wajah, tuanya di kursi belakang. yang sekarang berubah menjadi kelam, yang mengerikan. rahang Boy mengetak dan giginya, sudah bergesekan, bertanda amarahnya yang begitu meluap-luap.


"siapkan, semua anggota, dan suruh mereka mengepung apartemen si brengsek itu, jangan biarkan dia lolos, kali ini aku akan memberikan dia pelajaran, yang tidak dapat dia lupakan. geram Boy, dengan nada suara berat yang membuat asisten Bram bergidik ngeri.


"baik, tuan.! sahut asisten Bram.


"tambah, kecepatan, Bram ....!!!!! sentak Boy, saat dirasa, laju mobil yang dia gunakan melambat. dengan perasaan dongkol, asisten Bram menampah laju mobil.


kini, mobil Boy, melaju seperti orang kesetanan, menyalip setiap mobil yang menghalanginya, Boy tak memperdulikan umpat dan makian para


pengendara lain. yang ada di pikiran Boy, adalah Rubynya yang sekarang dalam bahaya.


"tunggu, aku, baby." lirihnya, dengan perasaan gusar.


"awas, saja kalau, Rubyku terluka walaupun tergores sedikit saja, aku pastikan kau tidak akan memiliki kedua kakimu itu, brengsek ....!!


gumamnya menahan amarahnya.


"CEPATLAH, Bram,!!!! pekik Boy, sambil menendang, kursi mobil yang di tempati asisten Bram.


"yah, Tuhan! tolong panjang umurku, aku belum siap mati, aku belum merasai apa itu, bibir bawah.!!!! teriak asisten Bram dalam hati.


asisten, Bram pun menambah laju mobil dengan perasaan deg-degan.


Boy yang sejak tadi melihat ponselnya, untuk melihat arah apartemen Alex yang dikirim oleh, Amber tadi.


"belok, kiri Bram,!!!! pekik Boy tiba-tiba, yang membuat Bram, membelokkan mobil mewah itu dengan tajam, yang membuat Boy, terlempar kesamping.


"Brammmm ...., SIALAN,!!!! umpat Boy, kembali menendang kursi kemudi, membuat kepala genius Bram terbentur setir mobil.


"astaga, kepala geniusku." keluhnya, yang hanya dalam hati.


sedangkan di apartemen Alex di kota K.


Alex keluar dari, mobilnya dengan terburu-buru.


dia menarik sang, mommy sedikit kasar.


yang membuat wanita paruhbaya itu menyengit alisnya binggung.


"kau, kenapa, son.? tanya sang mommy penasaran.


Alex tak menjawab dia terus saja menarik wanita tua itu, setengah menyeret. sang mommy hanya diam saat, Alex mendorongnya masuk ke dalam lift.


"son, kau kenapa,? ringis sang mommy saat kakinya tersandung dan membentuk dinding lift.


Alex, tetap diam, sambil menerawang tajam kedepan, saat melihat seluit Ruby, memasuki lobby apartemen, dengan keadaan berantakan dan kakinya penuh luka goresan.


Alex menyerigai, saat Ruby berusah untuk menggapainya dan menahannya, saat Ruby tiba di depan, Alex dan sang mommy, pintu lift sudah tertutup. Ruby berteriak histeris sambil memukuli pintu lift itu, menjadikan dia pusat perhatian semua orang yang ada di sana.


dengan sisa tangis yang masih terdengar dan tangan Ruby bergetar saat menekan tombol lift yang dapat mengantarkan dia ke unit Alex licik itu.


"ayolah,! desak Ruby dengan tidak sabarannya.


tidak butuh lama, pintu lift pun terbuka dan dengan tidak sabarannya Ruby memasuki lift tersebut, dengan langkah terseok-seok, akibat luka di kakinya yang mulus, Ruby tidak menghiraukan luka perih di kakinya, dia hanya ingin cepat sampai ke unit Alex.


Amber, yang baru tiba, berlari kearah Ruby, untuk mengejar sang, nyonya. pintu lift pun tertutup, saat Amber tiba di depan sang nyonya.


"sial.! umpatnya geram.


Amber, pun berlari kearah tangga darurat yang ada di sebelah pintu lift itu, Amber terus berlari dengan amarah yang menggebu. hingga dia sampai di lantai unit Alex, berpasan Ruby yang berontak ingin masuk. dengan langkah penuh amarah Amber, mendekati Alex yang sedang menghalangi Ruby untuk masuk.

__ADS_1


"LEPASKAN!!! teriak Amber, mengema di koridor apartemen Alex.


"urus, dia,! perintah Alex pada anak buahnya .


saat Amber sudah mendekati, sebuah tendangan kuat mengenai ulu hatinya, sehingga Amber terlempar kebelakang dan membentur dinding. Ruby yang melihat Amber di serang, hanya bisa histeris.


"AMBER ....!!! pekik Ruby lantang di depan pintu unit Alex.


Alex yang tidak ingin, mengundang perhatian para penghuni apartemen itu, menarik Ruby, kasar kedalam dan menghempaskan tubuh mungil Ruby di sofa.


"mom, masuklah kedalam kamar.! perintah Alex dingin. Ruby menoleh kebelakang, dimana sang mommy sejak tadi menyaksikan perlakuan kasar, Alex padanya.


sang mommy pun menurut dan meninggalkan Alex dengan Ruby di ruang tamu.


"mommy ....!!! panggilnya lirih.


"mommy!!! seru Ruby lagi, sambil mencoba bangkit dari sofa, tapi di cegah oleh Alex.


"apa, kau suka kejutan dariku, sayang." bisik Alex di depan Ruby dan membelai wajah mulus mantan istrinya.


Ruby menajamkan matanya pada Alex dan mencoba mendorong pria licik itu dari atasnya, tapi usahanya sia-sia, karena kekuatanbalex lebih kuat untuk mencegal tangan Ruby dan membawanya keatas kepalanya.


Alex menatap lekat wajah cantik Ruby dan membelainya dengan tangan satunya, Alex yang ingin mengecup bibir ranum Ruby gagal, saat Ruby menolehkan wajahnya kesamping.


"kau, menolak ku, sayang!? bisik Alex yang masih membelai wajah Ruby, sekali-kali Alex menghirup wangi rambut Ruby.


"wangimu, masih sama seperti dulu, sayang." bisik Alex lagi yang masih asyik menghirup wangi rambut Ruby.


Ruby yang merasa tidak rela dan jijik, Alex membelai seluruh wajah dan mulai turun ke tubuhnya.


"aku, merindukanmu, sayang." bisik Alex serak, saat gairahnya bangkit.


"lepaskan, aku, brengsek ....!!! maki Ruby yang berusaha meronta.


"stttt." diamlah kalau kau ingin, mommymu selamat, sayang." bisik boy di ceruk leher Ruby.


"LEPASKAN, Aku sialan.!!!! teriak Ruby di depan wajah Alex. pria itu hanya tersenyum miring dan terkekeh pelan, yang membuat Ruby bergedik dan ketakutan.


Alex kembali terkekeh dan menatap Ruby lekat.


"lepaskan, mommyku! aku akan memberikan semua apa yang kau mau, asalkan kau melepaskan mommyku." tawar Ruby, dengan raut wajah yang dibuat setenang mungkin, Ruby tidak ingin, terlihat lemah lagi di depan pria licik ini


"aku, akan memberikanmu semua harta kekayaan, Daddy tapi kumohon lepaskan mommyku ....!!!! lepas sudah tangisan, Ruby yang sejak tadi di tahannya. dan Alex merasa senang melihat Ruby tak berdaya dan memohon padanya.


Alex tertawa lantang di ruang tamu itu, dan kembali menatap Ruby tajam.


"aku, paling suka melihatmu, seperti ini, sayang! wajah menyedihkan dan memohon kepadaku."


bisiknya dan kembali tertawa senang.


"katakan, apa yang kau inginkan." tanya Ruby lagi, yang membalas tatapan tajam Alex.


"dirimu, aku menginginkan dirimu, sayang, aku senang melihatmu menderita dan terluka," hahaha."


"Ruby, ternganga dan membulatkan matanya, saat mendengar keinginan Alex.


"kenapa, kau ingin melihatku, menderita Lex!!!


tanya Ruby sendu dan menatap Alex.


"karena, aku begitu terobsesi padamu, sayang, terobsesi ingin membuatmu,menderita," hehheh," bisik Alex dan terkekeh pelan, Alex seperti seorang psikopat, yang mengerikan.


"sekarang, bangunlah," Alex menarik lengan Ruby dan mendudukkannya di sofa. Alex berjalan ke arah nakes, yang ada di samping sofa. Alex mengambil sebuah map yang berisi berkas membatalan, gugutan cerai.


Alex, melemparkan berkas itu di hadapan, Ruby.


Ruby, membuka berkas tersebut dan membacanya, Ruby melototkan matanya dan menatap Alex sengit.

__ADS_1


"tandatangani, berkas itu." peeinta Alex dingin.


"aku, tidak akan menandatangani, berkas itu, dan aku tidak ingin kembali pada pria brengsek, sepertimu. tolak Ruby dengan suara lantang.


"tandatangani, atau kau tidak akan bertemu, mommymu," ancam Alex, yang membuat Ruby bimbang.


Alex menarik kasar tangan, Ruby dan meletakkan pena di sela ibu jarinya dan jari telunjuk Ruby, Alex meraih berkas tersebut.


Ruby yang bingung hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun. saat Alex ingin menggores tinta di atas berkas itu, sebuah suara tendangan yang cukup kuat mencoba membuka pintu apartemennya.


dan tak lama, pintu itupun terbuka dengan dua kali tendangan yang di lakukan Boy, yang di bakar amarah, apalagi dia melihat Alex merangkul bahu Rubynya dan menyentuh tangan berharga Rubynya itu.


dengan wajah mengelap Boy mendekati Alex dengan langkah lembarnya.


sedangkan Alex yang melihat kedatangan Boy, tercengang dan membeku di tempatnya.


sedangkan Ruby tersenyum lega, saat melihat Boy datang tepat waktu.


dengan amarah yang sudah menggila, Boy menghantam Alex dengan membabi-buta, bahkan Boy mengangkat tubuh Alex dan melemparkannya ke arah samping yang menghantam meja hias dan hancur seketika.


"brengsek, berani-beraninya kau, menyentuh Rubyku dan menekannya, dengan cara licikmu."


" aku, tidak akan membiarkan kau, menyentuh Rubyku, brengsek ....!!! raung Boy, yang seperti orang kesetanan. Boy terus menghantam Alex, hingga pria itu tak, berdaya.


" Bram!!!! teriak Boy, memanggil sang asisten yang sedang membantu Amber di luar.


"bawa, dia ke markas,! perintah Boy, kepada asistennya itu, dengan segera Bram menyeret Alex keluar dari apartemennya bersama anak buahnya yang sudah di lumpuhkan oleh Amber.


"lepaskan, aku, brengsek ....!!!! amuk Alex yang berusaha melepaskan diri.


" mommy ....!!!! panggil Alex, kepada mommy Ruby.


"cih, decih Boy muak dengan Alex.


Ruby yang sejak tadi memasuki kamar sang mommy dan mencoba membujuk dan menyakinkan kepada sang mommy, kalau dia adalah anaknya.


"mom, aku Ruby, anak mommy dan Daddy, Robert." bujuk Ruby sambil menyentuh kaki sang mommy yang sedang duduk di ranjang.


"lepaskan, kau bukan anakku, kau hanya istri durhaka, dan memperlakukan anakku Alex kasar ," tolak sang mommy, atas apa yang di sampaikan Ruby.


"mom, aku benar anakmu, mom! Alex hanyalah mantan menantu mommy." ucap Ruby lagi dengan derai air mata.


sang mommy menatap Ruby lekat, mencari kebohongan di wajah dan mata Ruby.


saat sang mommy sudah mulai menjinak, dia mendengar teriakkan Alex yang sedang kesakitan.


sang mommy, menyingkirkan Ruby dari hadapannya dan melangkah keluar, dia terkejut.


saat melihat Alex, dengan wajah babak-belur.


Alex, yang melihat sang mommy mendekat merasa lega, tapi rasa leganya itu tak bertahan lama, saat tiba-tiba Boy menyuntikan sesuatu, kepada mommy Ruby. Ruby menganga melihat kelakuan Boy.


"a-pa, yang paman lakukan.? tanya Ruby gugup.


"tenanglah, baby! aku hanya memberikannya obat tidur, supaya dia tidak menghalangi, kita untuk membuat pria brengsek itu hancur." sinis Boy, kepada Alex.


"sialan!!! aku akan membalas mu,!!! teriak Alex.


"sebelum, kau menghancurkanku, aku yakin kau sudah tak bisa berjalan lagi, dan kau akan hidup, menjadi gelandangan yang menyedihkan." ujar Boy, dengan senyum miring terlihat diwajahnya.


Ruby yang hanya memperhatikan wajah sang mommy, yang sedang tak sadarkan diri itu.


dia tak peduli dengan Alex dan Boy, yang sekarang Ruby inginkan, membawa sang mommy pergi dari sini.


"paman." panggil Ruby dengan wajah sendu, yang mampu membuat Boy, mengerang dan menatap Alex tajam.


"bawa, dia.! perintahnya pada salah satu anak buahnya.

__ADS_1


mereka pun membawa Alex dan anak buahnya ke markas Boy, dimana biasa Boy, menyiksa para penghianat perusahaannya.


sedangkan Boy mengendong mommy ruby keluar dari apartemen Alex dan meninggalkan apartemen itu dengan keadaan berantakan.


__ADS_2