Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 61


__ADS_3

"Hei …! wanita sialan, berani-beraninya kau menatapku seperti itu, apa kau tidak mengenalku? aku adalah istri tuan Roy Hodgson, pengusaha sukses di negara ini." ucap wanita itu sombong.


"Ck! Ruby hanya berdecak malas dan tetap melanjutkan makannya.


"Dasar, perempuan tidak tau diri, murahan," cih! gayanya sok seperti, nyonya pemilik Pattinson group saja, ujar wanita itu lagi, sambil menatap Ruby dan Amber sinis.


"pasti, mereka di sini untuk mencari pria-pria kaya, coba liat penampilan mereka, yang seperti wanita rendahan yang ingin menjual tubuh mereka." ujar wanita itu dengan nada menghina.


Ruby masih santai, bahkan tak menghiraukan perkataan mereka. sedangkan Amber, sudah mengertakkan giginya dan tangannya sudah mengepal di bawah meja, dia menatap tajam semua wanita sok kaya yang ada di hadapan mereka.


"Apa, yang kau lihat, akh!! hardik wanita yang bernama Clara. saat Amber menatapnya nyalang.


"Apa, kau ingin kami membayarkan makanan kalian? baiklah, karena aku lagi senang hari ini, jadi aku bayar semua makanan kalian, anggap saja aku lagi mengasihi gembel seperti kalian ini." perkataan wanita itu, menyelutkan emosi Amber yang sejak tadi di tahannya, dengan dada yang sudah naik-turun karena emosi yang begitu membakarnya.


"Brakkkk!!! Amber, mengebrak meja makan itu dengan sangat kuat sehingga semua makan yang ada di atas meja bergeser bahkan ada yang jatuh kelantai, Ruby yang sedang asyik dengan makanan hanya bercebikkan mulutnya.


Aksi Amber, sukses membuat geng sosialita Rebecca, terloncat kaget bahkan salah satu dari mereka ada yang sudah gemetar, bagaimana tidak, kini wajah Amber sangat mengerikan. saat Amber hendak memberi pelajaran kepada wanita yang menghina nyonyanya, tapi Ruby memberi kode kepada Amber, agar tidak melakukan apa-apa.


Amber hanya mampu mengerang dan kembali mengebrak meja itu lagi. dan sekali lagi geng sosialita Rebecca terloncat kaget. Perbuatan Amber mampu mengundang semua pasang mata, menatap kearah mereka, Rebecca menyerigai untuk memanfaatkan keadaan ini untuk memberi pelajaran kepada Ruby.


Sejak tadi Rebecca geram saat Ruby tak menghiraukan hinaan para teman-temannya.


"Baiklah, mari kita mulai permainannya," gumam Rebecca dengan tersenyum miring.


"Pergilah," usir Amber dengan nada dingin.


"Hei …!! memangnya siapa dirimu, berani-beraninya mengusir kami, cih." tolak Clara dengan kata-kata pedasnya.


semua geng sosialita Rebecca terkejut saat melihat, Rebecca tiba-tiba berlutut di hadapan Ruby.


"Ruby, aku sudah mengikhlaskan, Alex hidup bersamamu lagi, dan aku juga minta maaf karena, Alex sudah memilihku daripada kau, dan dengan berat hati, aku melepaskan Alex untukmu dan sekarang aku baru tau kenapa, Alex ingin berpisah denganmu, ternyata kau sudah mengkhianati Alex, dan sekarang kau mendekati tuan Boy Raymond Cole, sekali lagi aku mohon, Ruby hentikan semua ini." dengan wajah yang di buat sedih seakan menjadi korban pelakor, Rebecca sukses membuat para gengnya makin menatap Ruby hina.


"Aku, mohon Ruby kembalilah pada, Alex dia begitu mencintaimu dan rela meninggalkan aku." Rebecca menangis dan masih berlutut di kaki, Ruby.


Ruby yang tadinya heran, kini hanya menatap Rebecca dengan datar. tanpa menyela perkataan Rebecca.

__ADS_1


Amber, hanya bisa mengepalkan tangannya yang sejak tadi gatal ingin menghajar bibir tebal Rebecca.


"Oh, jadi dia istri tuan Alex Graham, dan dia tega meninggalkan tuan, Alex demi mendapatkan barang yang lebih bagus seperti tuan Boy Raymond Cole.?


"Wah-wah, ternyata dia pelakor kelas kakap seharusnya, kita menghajar pelakor ini, supaya suami kita aman darinya." pekik wanita yang bernama Clara, yang membuat keributan di dalam restauran tersebut. semua orang di dalam sana menatap Ruby sinis dan benci, Rebecca tersenyum puasa di sela-sela wajah menyedihkannya.


"JAGA, UCAPANMU NONA!!! bentak Amber.


"APA, HAH!!! bentak Clara balik.


Ruby hanya santai dan menikmati drama yang di buat Rebecca.


"Kau, ingin membela wanita murahan ini! wanita yang meninggal suaminya demi, laki-laki lain?


dan lihat dia, Clara menunjuk wajah Ruby dan melanjutkan hinaannya, " wajahnya, seakan tidak bersalah dan tidak merasa kasihan kepada suaminya, sendiri."


"jadi, pantas kalau tuan Alex berselingkuh dengan Rebecca, yang selalu menemani tuan Alex. perkataan Clara membuat semua orang di dalam restauran itu, kembali gaduh.


Rebecca merasa senang dan dia tersenyum miring saat Ruby menatapnya.


Ruby, pun tersenyum miring yang membuat Rebecca marah.


"Tutup, mulutmu nyonya," tanpa menghiraukan perintah dari Ruby, Amber langsung menyerang Clara, menjambak rambut pirang Clara dan membenturkannya ke meja makan, sehingga kening Clara mengeluarkan darah segar, semua orang menganga dan melotot atas tindakan mendadak Amber, kawan-kawan Clara hanya mampu memekik tanpa mencoba menghentikan, Amber yang sekarang menghempaskan tubuh Clara ke arah meja pengunjung lain.


"Clara ….!!! Pekik Rebecca dan satu gengnya.


Amber yang belum puasa, mencoba menghajar wajah sombong Clara yang sudah berani menghina nyonyanya.


"Amber, hentikan!! ayo kita pulang." ajak Ruby dan menarik tangan Amber.


"BRENGSEK, amuk Amber dan menendang kursi yang ada di dekatnya.


"Dasar, wanita gila ….!!! pekik teman sosialita Rebecca yang mencoba membantu Clara, yang kondisinya sekarang sangat mengenaskan, wajahnya hancur dengan hantaman tangan Amber.


Ruby dan Amber bersiap untuk keluar dari restauran itu, dia yang tadinya akan membayar semua ganti rugi yang di buat oleh bodyguardnya.

__ADS_1


tapi langkahnya di cegah oleh Rebecca.


"Kau, tidak bisa kemana-mana, kau harus bertanggung jawab, atas apa yang perempuan sialan ini lakukan pada, temanku." cegah Rebecca dan menatap tajam Amber.


"Ck! kau bisa membawanya kerumah sakit, bukankah kau sekarang mendapatkan mangsa baru? dan ku dengar mangsa barumu itu meninggal, apa kau yakin pria malang itu dibunuh oleh rekannya, bukan olehmu Rebecca.! bisik Ruby sambil menepuk-nepuk baju Rebecca.


"Aku, baru tau, selain licik kau juga psikopat gila."


"Sayang sekali, hidupmu, hanya terobsesi dengan harta dan kenikmatan sesaat saja."


"Menyedihkan." ujar Ruby dengan nada menghina.


Rebecca terpancing dengan perkataan Ruby, dia mengambil gelas minuman yang ada di dekatnya, dan berniat menyiramkannya kepada Ruby, tapi dengan gesit Ruby dapat menghindar, sehingga air minuman berwarna merah itu mengenai teman Sosialita Rebecca.


"Rebecca, apa yang kau lakukan padaku,! hardiknya kepada Rebecca.


"Oh, Tuhan! gaun mahalku." cicit wanita itu sambil membersihkan pakaiannya.


Rebecca mencoba melawan Ruby lagi, dia berniat menjambak rambut Ruby, tapi sialnya Ruby dapat menghindar dan Rebecca terhuyung kedepan dan wajahnya mengenai batter crem yang menjadi hiasa cake kesukaan Ruby.


"dasar, Ruby sialan ….!!! teriak Rebecca yang wajahnya di penuhi butter crem.


"Kau, tidak akan lolos, dariku Ruby sialan."raung Rebecca, yang sekarang menjadi bahan tertawaan dari pengunjung restauran.


Sebelum Ruby melangkah, dia menggapai piring spaghetti yang dia pesan tadi, yang masih utuh.


Ruby melemparkan, spaghetti itu ke arah Rebecca dan mengenai wajahnya, membuat Rebecca menjerit kepanasan


"Awas, kau Ruby, aku akan membalas mu." teriaknya sambil, menjauhkan spaghetti itu rambut dan wajah'.


"Wajahku, panas sekali!!! pekik Rebecca sambil mengipas- ngibasin wajahnya,"


"RUBY ….!!! teriak Rebecca.


"UPZ … sorry, sepertinya aku sengaja." ujar Ruby, dengan wajah polos.

__ADS_1


"Hei, kalian harus, tanggungjawab kepada teman kami.? langkah Ruby dan Amber terhenti, saat teman Sosialita Rebecca menyela langkah mereka.


"Ck! Ruby hanya berdecak dan melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan restoran itu, dan meninggalkan kekacauan yang di ciptakan oleh bodyguardnya Amber.


__ADS_2