Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 70


__ADS_3

"apa,. sebegitu cintanya kakak, pada wanita itu, sehingga kakak mengabaikan permintaanku." lirih Gaby dengan nada kecewa.


"maaf,! ucap Boy pendek.


"tidak, bisakah kakak melupakan, wanita itu, dan tetap di sini bersamaku, menemani adikmu kakak ....!!! mohon Gaby dengan tangisannya.


"maaf, aku tidak bisa dan aku sudah begitu mencintainya." tolak Boy lagi.


"aku, adikmu kakak ....!!! teriak Gaby.


"kakak, tega memilih wanita itu, daripada aku adik kakak, yang begitu menyayangi kakak!!! teriaknya lagi dan meraung di dalam kamar Boy.


"aku, mohon kakak, tinggal wanita itu, dan tetaplah disini bersamaku,!" mohon Gaby sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.


Boy menatap sang adik sendu dan menarik adiknya kepelukannya, mengusap punggung sang adik.


"maaf, kakak tidak bisa, dan bagaimana pun kau adik kakak, yang begitu kakak sayangi, tapi kakak tidak bisa melupakan dia dan meninggalkannya, dia hidup dan nyawa kakak sekarang, dia tujuan kakak untuk mendapatkan kebahagiaan, bersamanya kakak mendapatkan kebahagiaan dan merasakan apa arti cinta itu sendiri," sedangkan, kau adik kakak yang sangat kakak sanyangi dan kau juga akan merasakan apa yang kakak rasakan, bagaikan rasanya mencintai seseorang dan menjadikan dia milik kita," jadi kakak minta maaf, kakak tidak bisa meninggalkannya." perkataan Boy, membuat gaby merasa sesak.


"tapi, aku hanya mencintaimu, kakak! hanya kau kebahagianku," lirih Gaby, dalam hati.


boy melepaskan pelukannya dan menatap sang adik.


"jadi, aku tak berarti bagimu, kak.? lirih Gaby.


"kau, adik kakak yang sangat berarti buatku." ucap boy dan menarik hidung adiknya itu.


"hanya, adik? tanya Gaby kembali.


"iya," jawab Boy dengan wajah binggung, "kan, kamu adik kakak,?" sambung Boy lagi.


"kalau, aku bukan adik, kakak? apa kakak akan mencintai aku,? ujar Gaby dengan hati yang berdebar.


"kamu, ngomong apa? kamu adik aku Gaby, dan tetap adik aku,!" jawab Boy dan menyepit kembali hidung adiknya.


"sekarang, kembalilah ke kamarmu,! perintah Boy dan membawa sang adik masuk ke dalam.


"tapi, aku mau disini, kakak.? rengek Gaby.


"no, kembali ke kamarmu dan tidurlah,! tolak Boy.


"kak ...!!! rengek Gaby manja.

__ADS_1


"no, Gaby! kembali ke kamarmu.! perintahnya lagi.


"bagaimana, kalau kita adakan acara perpisahan untuk keberangkatan kakak besok,!" usul Gaby dengan seringainya.


Boy, terdiam dan mencoba berpikir, dia menggeleng menolak usul sang adik.


"please, kakak! Gaby mengibah.


"satu, gelas saja ....!!! mohonnya lagi dengan wajah memelas.


Boy menarik nafas dan mengangkuk setuju.


"satu, gelas saja." titahnya, dan di anggukkin oleh Gaby.


"aku, yakin kau tak akan menolak ku malam, ini kak.!" batin Gaby.


Gaby pun berjalan, kearah bar mini yang ada di dalam kamar Boy, mengambil dua gelas gosong dan mengisinya dengan minuman berwarna merah, setelah dia mengisi gelas itu, Gaby menoleh kebelakang, melihat sang kakak sedang duduk di sofa dengan ponsel di tangannya dan tersenyum saat sang kakak tersenyum padanya.


Gaby mengambil sesuatu di saku gaun malamnya, dan menaburkannya kedalam minuman yang akan dia berikan kepada sang kakak.


" baiklah, mari kita bersenang-senang, malam ini, kakak. batinnya dan tertawa puas.


"terimakasih, girl." ucap Boy, dan kembali melihat ponselnya.


Gaby hanya mengangguk dan mulai menyesap minuman di tangannya. dia merasa kesal saat kakaknya itu, belum juga meminum minumannya, yang hanya sibuk dengan ponselnya.


"minumlah, kak.!" ujarnya.


Boy mengalihkan pandangannya menatap sang adik dan terkekeh saat melihat wajah cemberut adiknya itu.


Boy pun mengulurkan tangannya mengambil gelas minumannya, yang dia letakkan tadi di meja, dia mulai mendekatkan gelas tersebut ke bibirnya.


Gaby tersenyum saat melihat sang kakak akan meminum minumannya. dia berdiri dan berpindah, ke ranjang sang kakak dan memasang gaya menggoda di sana.


"malam, ini kau akan menjadi milikku, kakak." batinnya.


sedangkan Boy masih memandangi ponselnya dengan dahi mengerut dan matanya menyipit saat mendapatkan, kiriman pesan masuk dari seseorang. dia menghentikan niatnya yang ingin menyesap minuman yang di berikan sang adik tadi.


Boy membuka kotak pesan tersebut dan detik berikutnya, Boy terlihat mengeras rahangnya dan wajahnya berubah merah kelam dan ia juga menggenggam gelas minuman di tangannya dengan kuat, Boy mengertakkan giginya saat di melihat semua foto yang ada di ponselnya. dadanya pun, sudah naik turun dengan kencangnya dan amarahnya, pun sudah terlihat di raut wajah tampannya. dengan amarah yang sudah di ubun-ubun Boy bangkit dan melemparkan minuman yang diberikan Gaby tadi, hingga minuman itu sudah berhamburan di lantai berserta isinya.


"pranggggg,"

__ADS_1


"sialan!!!!


"akhhhh.!!!! amuk Boy dan menghancurkan semua barang yang ada di atas meja tersebut.


sedangkan Gaby yang sedang menikmati khayalannya, terkejut dan menoleh kepada sang kakak yang sedang mengamuk itu. dia pun mematung ditempatnya, dia juga tidak berani mendekati sang kakak yang sedang mengamuk itu. pandangannya kini beralih ke lantai, yang terdapat minuman racikannya itu, sudah mengotori lantai kamar Boy.


Gaby hanya mendegus frustasi, karena rencananya gagal.


"kau, dimana," ujar Boy melalui panggilan.


" ..."


"bersiaplah, kita kembali malam ini." perintahnya kepada seseorang di seberang sana.


" ..."


"tidak, bisa!!!! teriak Boy.


" ..."


"aku, tidak peduli ...! kita tetap kembali malam ini!!! titahnya dengan teriakan, yang mampu membuat telinga seseorang di seberang sana mendengung.


setelah, menghubungi asistennya, Boy melemparkan ponselnya dengan kasar di sofa.


Boy mendegus kasar, atas apa yang dia terima dari kotak pesan tadi.


"akhh!!! teriaknya frustasi.


"ini, tidak bisa dibiarkan, kau terlalu berani, baby." gumamnya pelan dan menyapu wajahnya kasar.


"kakak." lirih Gaby.


"kembalilah, ke kamarmu.! perintah Boy dingin.


"tap ...!!


"kembalilah, Gaby ....!!!! sentak Boy, menjela ucapan adiknya.


dengan berat hati, Gaby meninggalkan kamar Boy dengan perasaan kesal. dia terus berjalan untuk kembali kekamarnya, tapi saat mendekati tangga, tangannya di cekal dan ditarik dengan kasar kesudut ruangan.


"plakkk."

__ADS_1


__ADS_2