Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 88


__ADS_3

"Wah, … ikannya besar sekali," Ruby yang sedang berjongkok dan menelisik hasil pancingannya.


Ruby begitu senang karena dia mendapatkan hasil pancingan yang lumayan besar.


Dia begitu bahagia, sehingga tak memperdulikan di sekitarnya yang bisa mengancam keselamatannya.


Tak jauh dari posisi Ruby, dua orang yang sejak tadi mengawasinya dan orang itu juga melihat keselilingnya. kedua orang itu melihat Boy dan Bram sedang fokus dengan urusannya, mereka melihat Boy dan Bram sedang melakukan meeting lewat video call, itu terlihat saat kedua telinga Boy dan Bram sedang mengunakan headset.


kedua orang itupun melihat kearah Ruby yang hanya sendiri dan sedang berjongkok, sebuah kebetulan batin mereka senang.


"Sekarang, waktunya." seru pria satunya.


"Hm, ayo kita selesaikan sekarang. dan setelah itu kita akan berpesta," seloroh pria satunya dengan wajah senang.


"Ayo," ajak pria satunya.


Pria itupun, mengeluar sesuat didalam saku celananya dan juga selembar sapu tangan berwarna putih.


mereka lalu berjalan berlahan, mendekati Ruby yang masih asyik memainkan ikan pancingannya.


Pria satunya berjaga untuk melihat sekitarnya.


"Aman." bisik pria satunya, yang sedang mengawasi sekeliling.


Pria yang memegang sapu tangan itupun, mendekati Ruby. dengan berlahan dia mengarahkan obat bius itu kepada Ruby.


Ruby yang merasa seseorang berada didekatnya pun hanya terdiam, dia berpikir itu adalah Amber.


"Cepatlah, mber, masukkan ikannya kedalam wadahnya." perintah Ruby antusias. dia belum sadar orang lain yang berada di belakangnya.


"Amber, … Amber … Amb-," Ruby yang berasa heran karena Amber tak menyahutinya, ia pun bermaksud menoleh kebelakang sambil menyebut nama Amber. tapi naas sebelum Ruby menoleh dan ucapan terputus saat sebuah sapu tangan membekap hidung dan mulutnya.


Selang beberapa detik Ruby pun tak sadarkan diri dan tubuhnya sudah lemas.

__ADS_1


"Sekarang, cepatlah lemparkan dia kedalam air." perintah teman satunya, saat keadaan disana di lihatnya aman.


Pria itupun menceburkan Ruby kedalam air. dan mereka pun meninggalkan Ruby yang sudah tenggelam ke dalam danau.


Boy dan Bram belum menyadari, bahaya yang di hadapi Ruby yang sedang meronta-ronta meminta bantuan.


Boy dan Bram tidak mendengar suara ribut air, saat Ruby di ceburkan karena telinga mereka sedang tertutup headset.


Amber yang mendengar suara air yang ribut, seperti seseorang terjatuh itu, dia lantas berlari keluar dan menghampiri jembatan.


Amber tertekun saat tak melihat Ruby disana dan dia melihat air danau terlihat seperti seseorang yang sedang tercebur.


dengan dada yang berdebar kencang Amber berlari, menghampiri danau itu sambil berteriak kencang.


Mengangetkan Boy dan Bram.


"RUBY, !!!! teriak Amber dan berlari kearah danau.


Boy dan Bram terdiam dengan detak yang berdebar kencang. saat mendengar teriakkan Amber dan melihat Amber meloncat masuk kedalam air danau.


"Ba-by," Boy membeo lirih, dan berlari kearah jembatan.


"Baby,!!!! teriak Boy. dengan perasaan takut lututnya sudah lemas.


Bram menghampiri Boy dan ikut menyemburkan dirinya kedalam danau.


"BABY!!!! teriak Boy kencang, membuat penghuni villa berkeliaran mendatangi tuan mereka.


Sedangkan para penyusup itu, sudah melarikan diri masuk kedalam hutan.


Mereka begitu ketakutan saat mendengar teriakkan Boy.


Mereka berhenti sejenak, saat ponsel salah satu dari mereka berdering.

__ADS_1


Pria dengan tubuh kurus itupun mengangkat panggilan seseorang yang menyuruh mereka untuk membunuh rubyy.


"Ha-lo, nyonya,?" pria itu, menjawab teleponnya dengan nafas yang ngos-ngosan.


" …


"Beres nyonya, dan kami yakin dia tidak akan selamat." lapor pria kurus itu dengan bangga.


" …


"Baik, kami akan segera kesana.


" …


"Aman, nyonya, tenang saja."


" …


"Ok,"


"Tut.


Pria kurus itupun, mematikan panggilannya dan tersenyum senang.


"Waktunya, berpesta, ….!!


"Bugh."


tiba-tiba dari arah belakang seseorang memukul belakang kepala mereka dengan balok kaya.


"Bawa, mereka." perintah anak buah Boy.


Mereka pun dibawa kembali ke villa. dengan keadaan pingsan.

__ADS_1


__ADS_2