Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 63


__ADS_3

"clek! pintu ruangan kerja Boy terbuka dan mengalihkan fokus Boy dan asistennya ke arah pintu ruangan Boy.


"kakak ....!! pekik Gaby saat memasuki ruangan kerja sang kakak.


"Gaby, kau kesini?


"ada, apa? tanya Boy lagi, dengan dahi yang mengerut.


Gaby mengerucutkan bibirnya, saat mendengar pertanyaan sang kakak, yang sangat di cintanya itu.


Boy, yang melihat wajah cemberut sang adik berdiri, dari kursi kerjanya dan berjalan kearah sang adik yang sedang merajuk.


Boy, merangkul pundak Gaby dan membawanya ke arah sofa dengan kekehan gemas, melihat wajah cemberut adiknya.


"katakan, kenapa adik kakak yang imut ini ada, disini.? goda Boy, pada sang adik sambil mengacak rambut adiknya gemas.


"kakak, berhenti, nanti rambutku berantakan."


rengek Gaby, yang tak terima rambut indahnya di rusak Boy.


"aku, hanya ingin mengajakmu makan siang kak,!" jawab Gaby yang masih sibuk merapikan rambutnya.


"tapi, kakak masih banyak pekerjaan, girl,!" tolak Boy, yang nyatanya memang sedang memiliki, banyak pekerjaan yang harus, dia selesaikan dan secepatnya kembali ke negara K.


"tapi, aku pengen makan siang sama, kakak." rengek Gaby manja.


"tapi, Gaby sayang pekerjaan kakak masih banyak dan jam makan siang, juga masih lama." ucap Boy lembut, kepada adik kesayangannya itu.


"pokoknya, aku tetap ingin makan siang dengan kakak, aku akan menunggui, kakak di sini sampai jam makan siang." kekek Gaby sambil melipat tangannya di dada dan membuang mukanya kesamping, dan dia sedang merajuk.


Boy menghela nafas dan menatap wajah imut sang adik. "baiklah, tunggu disini,!" ujar Boy, mengalah.

__ADS_1


"janji,! ucap Gaby dengan wajah berbinar.


Boy hanya mengangguk dan berdiri untuk kembali, ke meja kerjanya mengerjakan beberapa pekerjaan yang harus segera dia selesaikan. asisten Bram, yang sejak tadi melihat tingkah Gaby, hanya mencebikkan bibirnya atas sikap lebay Gaby.


"dasar, berlebih," batinnya.


Boy, kembali fokus pada layar laptopnya, dia begitu serius dalam menyelesaikan, beberapa berkas yang di berikan oleh asistennya.


Boy tak menghiraukan, tatapan kagum adiknya itu.


Gaby, tambah terpesona dengan tingkat ketampanan Boy, yang sedang fokus pada pekerjaannya, Gaby sangat terobsesi dengan sang kakak, sejak dia mulai remaja. Gaby ingin memiliki Boy seutuhnya dan tak ingin seseorang pun mengagumi ataupun memiliki sang kakak, yang sangat di cintanya itu.


Gaby, sangat tergila-gila kepada kakaknya itu, setiap yang ada pada diri kakaknya Gaby kagumi. dia bahkan pernah diam-diam mengambil gambar sang kakak, yang sedang setengah telanjang.


kini Gaby, menatap Boy tanpa mengalihkan pandangannya, sedikit pun dari wajah tampan Boy. Gaby meneguk ludahnya sendiri, saat pandangannya beralih ke bibir seksi Boy yang sedang mengigit pulpennya.


"kapan, aku bisa merasakan bibir seksimu itu kak.! gumam Gaby dan sekarang pikirannya telah melalang buana kemana-mana.


"a-yo,! jawab Gaby salah tingkah.


Boy dan asisten Bram mengangkat alis mereka, heran dengan tingkah malu-malu, Gaby.


"ada, apa? tanya Boy, bingung.


"ti-dak, apa-apa kak ... ayo,! ajak Gaby dan menarik tangan Boy.


*


*


*

__ADS_1


"asisten, Bram juga ikut,? sela Gaby tidak suka, saat melihat asisten Bram, yang sedang mengobrol dengan sang kakak.


"iya,! jawab Boy tersenyum dan melanjutkan obrolannya dengan asisten Bram. dia mengabaikan Gaby yang terlihat kesal dan wajahnya sudah berubah merah.


"dasar,. asisten Bram, sialan! dia akan merusak momen makan siang romantisku, bersama Boyku sayang." geramnya dalam hati, sambil menatap tajam asisten Bram, saat mata meraka bertemu, asisten Bram hanya tersenyum miring, penuh arti.


"kau, tak akan punya kesempatan, untuk berduaan dengan tuan Boy, nona." batin asisten Bram dengan senyum mengejek.


"kenapa, kau membawa asisten ini, kak.?


ketus Gaby tidak suka.


"kami, ingin membahas pekerjaan sedikit, sayang," balas Boy.


"kakak, bisa membahasnya sehabis makan,?


"tidak bisa, ini harus segera kami selesaikan, jadi kami menyelesaikan pekerjaan sambil menemanimu, makan." jelas Boy, dan membantu Gaby masuk kedalam mobil.


"kakak ....!! rengeknya lagi.


"ada apa, girl.?


"kakak, lupa memasang seat beltnya." protes Gaby. Boy hanya terkekeh dan membantu memasangkan seat belt adiknya, Gaby menahan nafasnya saat wajah Boy, begitu dekat dengan wajahnya, ingin sekali gaby


membalikkan wajah Boy dan melumut bibir seksi Boy.


"sudah,! sela Boy dan menjauhkan wajahnya dari Gaby.


"astaga, sampai kapan aku bisa menahannya," jerit Gaby dalam hati.


"cih! menyusahkan." decih asisten Bram.

__ADS_1


__ADS_2