
Kini mereka bertiga sudah berada di dalam, club.
Ruby tampak riang dan takjub saat memasuki club tersebut, begitu banyak manusia di dalam sini yang berbagai bentuk.
Ruby menelisik setiap bagian club tersebut Dangan tatapan berbinar, sedangkan Amber merasa tidak nyaman dan begitu risih melihat pemandangan yang ada di depannya, yang sedang meliuk-liukkan badan mereka mengikuti irama musik yang menghentak, dan mencebikkan bibirnya saat melihat sepasang pasangan mesum sedang bercinta di atas sofa yang tersedia di club tersebut.
"Menjijikan." sinis Amber.
"Apa, kau ingin seperti mereka,? Amber menoleh dan menatap Ken nyalang.
"Apa, kau ingin mati,? jawab Amber santai, yang membuat ken terkekeh.
"Perempuan, menarik." gumam Ken.
"Apa, katamu ….!!! sentak Amber, membuat Ken salah tingkah.
"Kalian, kenapa sejak tadi ribut terus sih, ayolah, gais … kita kesini untuk bersenang-senang, bukan melihat kalian ribut." cibir Ruby, melihat kelakuan dua temannya itu, yang tak pernah akur.
"By, ingat kau harus berhati-hati, dan ingat jangan terlalu berlebihan. ujar Amber, mengingat Ruby.
"Aku, merasa sekarang, kau terlalu banyak bicara." decak Ruby malas, Amber hanya mencebikkan bahunya dan mengawasi setiap sisi club.
"Ck! menyebalkan," gerutu Ruby, yang sekarang mulai menggerakkan badannya, mengikuti hentakan irama musik.
kini mereka sedang duduk di salah satu sofa yang tersedia di club tersebut, Ruby yang sejak tadi menikmati suasana club tersebut, sedangkan Ken asyik memperhatikan Amber yang terus saja ngedumel, melihat tingkah manusia yang ada di club tersebut.
"by, kau, sudah terlalu banyak minum," Amber mengambil gelas di tangan Ruby yang berisi Vodka.
"No, mber! kemarikan aku ingin mencobanya lagi, ini rasanya sangat menyenangkan." ujar Ruby dan mencoba merebut gelasnya kembali.
"No, by … kau sudah terlalu mabuk," teriak Amber, karena suara musik di dalam sana yang mengelegar di seluruh club, jadinya Amber harus teriak saat berbicara.
"Berikan, saja padanya dan biarkan dia bersenang-senang," Ken menyela ucap Amber, membaut perempuan itu mencebikkan bibirnya.
"Oh, Tuhan! bibirnya begitu mengoda," jerit Ken saat melihat bibir seksi, Amber yang melambai-lambai kepadanya, dengan susah payah Ken menelan ludahnya.
"Sial! umpatnya saat pikiran kotornya meronta.
__ADS_1
"Kau, mengumpat padaku.? Amber yang mendengar umpatan Ken,menjadi meradang.
"Ti-dak! kilah Ken.
"Aku … mendengarmu tadi mengumpat padaku." Amber mendekati Ken dan menarik kerah baju pria itu dan memaksanya berdiri.
"Ck! Ruby kembali berdecak saat melihat Amber dan Ken, kembali bertengkar.
Ruby, bangkit dan meninggalkan Amber dan Ken yang masih bersitegang, Ruby ikut bergabung meliuk-liukkan badannya menikmati musik. dengan keadaan yang sudah setengah mabuk, Ruby terus menggerakkan tubuh mungilnya, beberapa pria mencoba mendekati Ruby, tapi tak dihiraukan olehnya, Ruby masih menikmati malamnya di club ini, tanpa rasa khawatir sedikitpun.
Amber dan Ken masih saja beradu mulut di sofa, tanpa menyadari kalau Ruby sudah tidak ada di tempatnya.
"Dasar, pria menyebalkan!! teriak Amber, tepat di depan wajah Ken.
"Karenamu, Ruby harus menginjakkan kakinya di tempat terkutuk ini." teriak Amber lagi, dengan emosi.
Sedangkan Ken sejak tadi hanya fokus disatu titik, yaitu bibir seksi Amber yang terlihat sangat mengoda. tak tahan dengan lambaian bibir seksi Amber, Ken lantas menarik tengkuk Amber dan menabrakkan bibir mereka berdua, mata Amber membola dan tubuhnya menegang, saat Ken tanpa permisi mencium bibirnya.
Ken kini mulai melumut bibir Amber dan menyesapnya, saat dia tidak mendapatkan penolakan dari gadis datar ini, Amber masih terpaku di tempatnya, dia merasa lemas seketika, Amber membuka mulutnya saat, Ken mengigit kecil bibirnya, kini lidah Ken membelai seisi rongga mulut Amber, sesekali menyesap bibir manis Amber yang sangat memabukkan menurutnya. Amber tidak membalas ciuman Ken, karena diapun bingung dan ini adalah ciuman pertama baginya, Amber hanya mampu memejamkan matanya, menikmati sesapan lidah dan bibir Ken.
Ken melepaskan cumbuannya, saat dirasakan mereka butuh pasokan oksigen, Ken menempel kening mereka berdua dan membelai bibir Amber yang terdapat sisa ciuman panas mereka.
"Apa, ini ciuman pertamamu,?" bisik Ken, di depan wajah Amber.
Amber hanya mengangguk dan memejamkan matanya, hawa nafas hangat Ken mengenai wajahnya, membuatnya merdebar, Amber membuka matanya saat merasakan kecupan singkat di bibirnya yang sekarang membengkak, di berikan Ken padanya.
Amber tertekun saat melihat, wajah tampan Ken tepat di depannya dan dia dadanya kembali berdebat saat melihat senyum manis Ken.
"Oh, God … jantungku." jeritnya dalam hati.
Amber membuang wajahnya, kesamping saat Ken terus saja melihatnya, dan dia baru menyadari kalau sekarang dia berada di pangkuan Ken, Amber dengan cepat berdiri dan menjauh dari Ken, dengan wajah yang merona Amber menoleh kesamping, dan detik berikutnya Amber membolakan matanya saat dia, menyadari Ruby tidak ada di tempatnya.
"RUBY!!!!! teriak Amber.
Ken pun terloncat kaget saat tak menemukan Ruby di tempatnya.
"Ini, semua gara-garamu," geram Amber, berjalan meninggalkan Ken yang masih terpaku di tempatnya,
__ADS_1
"Sayang! panggilannya kepada Amber.
"Jangan, memanggil seperti itu, kau membuatku mual," cibir Amber, dan sibuk menolehkan pandangannya kesana-kemari.
Ken hanya tersenyum dan mengikuti, Amber untuk mencari Ruby.
Mereka tertekun dan menganga, saat melihat Ruby sedang mengerakkan badannya. Ruby di apit oleh dua pria yang sejak tadi berusaha mengoda Ruby, tapi wanita itu tak menghiraukan goda mereka.
Amber mengambil langkah panjang, saat salah satu pria itu memaksa Ruby untuk ikut bersama mereka.
"Lepaskan,!!!! tolak Ruby, dengan sisa kesadarannya akibat mabuk.
"Ikutlah, dengan kami nona.!" ajak pria itu dengan paksaan.
"Tidak, menjauhlah kalian,!" tolak Ruby dan mengusir para pria itu.
dua pria itupun, tetap memaksa Ruby dan mereka menarik tangan Ruby dengan kasar, menuju pintu belakang club.
"LEPASKAN DIA!!!! teriak Amber, menghentikan dua pria tersebut.
"Wah, ada satu wanita cantik lagi, lumayan bro kita akan berpesta malam ini, seru pria satunya, saat melihat Amber berjalan mendekati mereka.
"Lepaskan! perintah Amber dingin.
Dua pria tersebut hanya tertawa, mendengar perintah Amber.
Ruby, yang kini sudah tak sadarkan diri, akibat dua pria tersebut memberikan Ruby obat bius.
"Come on, honey!! seru mereka.
"Sialan!!!!! Amber, lantas mendekati mereka dan memberikan mereka tendangan, masing-masing di perut mereka, hingga mereka terpental kebelakang.
Mereka pun meringis kesakitan, dan berusaha bangkit untuk membalas Amber.
"Kau …!! bentak mereka
"Dasar perempuan, sialan.!!! umpat mereka dan langsung menyerang Amber.
__ADS_1