
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Ruby dinyatakan dapat berjalan lagi, hanya dengan melakukan operasi tulang belakang, karena kelumpuhan yang di alami Ruby hanya bersifat sementara akibat cedera tulang belakang yang di deritanya pasca kecelakaan 2 tahun silam. meskipun begitu Ruby juga harus melakukan serangkaian terapi untuk mempercepat kesembuhannya, ujar salah satu dokter saraf terkenal di negara A.
Ini semua tidak luput dari campur tangan sang tuan muda Boy Raymond Cole, yang menginginkan mengobatan terbaik buat sang pemilik hatinya itu.
"Baiklah nyonya Ruby, persiapkan diri anda untuk melakukan operasi besok pagi.!" ujar sang dokter yang sudah meneliti laporan kesehatan Ruby.
"Besok … pagi dokter.?" tanya Ruby gugup.
"Iya, nyonya!
"Karena, kondisi anda sudah pulih, maka saya sarankan untuk melakukan operasi besok pagi.!" ucap sang dokter sambil melihat laporan kesehatan Ruby.
Kondisi Ruby memang sudah membaik, wajahnya pun tak pucat lagi, kini wajah itu kembali bersinar dan terlihat segar. Dengan mengikuti saran bibi dan Boy, untuk tidak mengingat peristiwa pahit yang di alaminya 1 bulan yang lalu. Dia harus kuat dan bangkit untuk memberikan pelajaran buat sang pengkhianat.
"Anda, tidak usah khawatir nyonya.!" ucap sang dokter, saat melihat wajah tegang Ruby. Ruby hanya mengangguk kepalanya sambil tersenyum.
"Sekarang, istirahatlah nyonya, karena besok anda akan menjalini operasi.!" ucap sang dokter.
"Baik dokter." balas Ruby.
Setelah itu sang dokter pun pamit undur diri dan keluar dari kamar rawat yang mewah itu yang di ikuti 2 orang perawat.
"Istirahatlah nyonya.!" kata bibi lili sambil membantu Ruby berbaring dan menyelimuti nyonya itu.
"Aku, tidak percaya bi! Kalau aku bisa berjalan lagi.!"
"Ini seperti mimpi." ungkap Ruby dengan binar kebahagiaan. Ruby merasa tak percaya akan berjalan lagi, karena selama 2 tahun Ruby harus duduk dan melakukan aktifitas apapun dengan kursi roda.
"semoga, besok operasinya berjalan lancar nyonya.!" kata bibi ikut merasakan kebahagian.
"Iya bi! Semoga." kata Ruby dengan senyum bahagia.
Kini tatapan Ruby berpindah pada sosok, perempuan dengan penampilan rapi dan memakai pakaian serba hitam yang mencetak tubuh indah perempuan itu. Wajah cantik tapi sayang terlihat datar dan dingin.
"Amber, istirahatlah.!" perintah Ruby kepada bodyguard pribadinya, yang disiapkan oleh Boy.
"Iya nyonya." ucapnya datar.
Bodyguardnya itu masih setia berdiri di samping kiri Ruby. Dia di perintahkan khusus untuk melindungi dan melayani Ruby. Jadi sebelum sang majikan tidur dia pun tak jauh dari nyonya itu, meskipun nyonya itu sudah tertidur dia tetap harus waspada dalam menjaga keselamatan sang nyonya.
"Istirahatlah nak." sela bibi lili.
Sang bodyguard itu tak menjawab hanya wajah datar dan sikap dingin yang dia perlihatkan kepada Ruby dan bibi lili.
"Apakah, dia itu robot bi,yang tidak pernah lelah berdiri terus di sisiku.!" Gerutu Ruby cegah, melihat sang bodyguard tak beranjak dari sisinya sejak pagi tadi.
"Ini, semua perintah tuan Boy nyonya."
"Saya, diperintahkan untuk tetap di dekat nyonya.!
__ADS_1
lapornya kepada Ruby.
"Menjauhlah! aku tidak bisa tidur kalau kau berada di situ.!" perintahnya kepada sang bodyguard.
"Dasar paman Boy posesif mesum, memberiku manusia robot menyebalkan seperti dia.!" ucap Ruby sambil melirik sang bodyguard, bibi lili tersenyum melihat tingkah sang nyonya yang kembali ceria.
"Istirahatlah nak Amber, biar bibi yang menjaga nyonya Ruby, kau pasti lelah nak.!" ujar bibi lili yang di tangkapi wajah datar oleh Amber.
"Oh Tuhan …! dia sangat menyebalkan." Batin Ruby yang masih menatap Amber jengah
"Sudahlah bi! biarkan saja dia, nanti kalau dia lelah pasti istirahat sendiri.!" sinis Ruby sambil menatap Amber cengkel.
"Istirahatlah bi." perintah Ruby.
"Baiklah nyonya." bibi lantas melangkah ke ranjang yang di sediakan khusus untuknya.
Ruby dan bibi lili kini sudah terlelap dengan nyaman, meninggalkan sang bodyguard yang masih setia di samping Ruby. Sekali-kali mata tajamnya menelisik sekitar kamar itu, sang bodyguard mengelilingi setiap sudut kamar, memeriksa keamanan sang nyonya, setelah di rasa aman dan sang nyonya sudah terlelap dia pun, merebahkan tubuh tingginya di sofa.
*******
"Apa kalian berhasil?
" …"
"Kalian, yakin tidak ada jejak yang tertinggal.?"
" …"
Alex meletakkan kembali ponselnya di atas meja makan. saat dia akan makan malam, Alex mendapatkan panggilan telepon dari orang suruhannya, untuk menghabisi nyawa pengacara carlos. Dan rencana mereka berhasil melenyapkan sang pengacara yang, menghalanginya untuk menguasai semua harta kekayaan keluarga Pattinson. Alex pun tersenyum puas saat rencananya itu berhasil.
"Lihatlah, begitu mudahnya menyingkirkan mereka semua.!" batin Alex sambil tersenyum penuh kepuasaan.
"Ada apa boy.? tanya sang mama, yang melihat anaknya itu tersenyum.
"Kau menemuka, wanita cacat itu.?" tanya sang mama penuh penasaran. Alex hanya menggeleng kepalanya menjawab pertanyaan sang mama dan senyumnya terus terlihat.
"Jadi? tanya sang mama dengan alis keriputnya terangkat keatas
"Aku, sudah menyingkirkan penghalang kita, untuk mendapatkan harta keluarga Pattinson mam.!" ucap Alex bangga.
"Kau, menghabisi pengacara itu Lex …?" tanya sang mama sambil melotot.
Alex menatap sang mama dan mengangguk.
"Tidak ada pilihan lain mam …! dengan cara inilah, agar rencana kita berhasil.!"
Sang mama menatap putranya itu dan menggenggam tangan Alex.
"Jangan, khawatir mam, semua akan baik-baik saja.!"
__ADS_1
"Percayalah." Alex yang mengerti tatapan sang mama, berusaha menyakinkan mamanya, kalau semua akan baik-baik saja.
"Jadi, kau berhasil melenyapkan si tua Bangka itu.?" Rebecca yang baru pulang, mencela percakapan Alex dan sang mama. Rebecca yang tadinya ingin langsung beristirahat di kamarnya, mengurung niatnya itu saat dia tidak sengaja mendengar percakapan Alex dan sang mama.
Alex hanya mendegus dan enggan menjawab pertanyaan Rebecca.
"Jadi, semuanya dapat kita milik Lex.?
"Dan, kau sepenuhnya menjadi pemilik kekayaan Pattinson.?" Hahaha …," Akhirnya impianku terwujud.!" girang Rebecca.
"Apa, maksudmu wanita murahan." geram mama Alex, yang tak terima harus berbagi dengan Rebecca.
"Come on mam …! Jangan lupa semua rencana kalian berhasil karena atas campur tanganku.!
"Jadi, aku ingin menjadi nyonya Alex Graham.!" ucap Rebecca dengan seregai licik. Perkataan Rebecca sukses membuat mama Alex geram, sedangkan Alex tak menghiraukan perkataan Rebecca, Alex meninggalkan ruang makan itu, untuk kembali ke kamarnya. dia begitu lelah dan setelah semua rencananya berhasil dia ingin mengistirahatkan tubuhnya.
"He …! wanita murahan, aku tidak akan pernah Sudi, anakku menikah dengan j*l*ng sepertimu.!" sengit mama Alex, sambil menatap Rebecca tajam.
"Bukankah, kau juga mantan ****** nona Lemi?"
sinis Rebecca.
"Kau …!!! teriak mama Alex dan menunjuk wajah Rebecca.
"Aku tau, kau begitu terobsesi, kepada tuan Robert!" dan kau, mencoba berbagai cara untuk mengoda tuan Robert, tapi sayang semua usahamu sia-sia.!" Hehehe." Rebecca memang mengetahui semua masa lalu mama Alex, yang begitu terobsesi kepada Daddy Ruby.
"Jadi …! Kalau sesama j*l*ng, tidak seharusnya menghina sesamanya bukan.?" ujar Rebecca.
"Jangan, salahkan Alex kalau mendapatkan istri ****** sepertiku, bukankah Alex terlahir dari seorang ****** juga.?" ucapan Rebecca membuat mama Alex begitu berang, ingin sekali mama Alex membunuh wanita licik ini, tapi tidak sekarang dia masih membutuhkan Rebecca suatu saat nanti.
"Jadi mari kita saling mendukung ****** ….!" bisik Rebecca dan meninggalkan mama Alex dengan amarah yang sudah di ubun-ubun.
"Tunggu, saja akan aku habis kau wanita murahan.!" geram mama Alex sambil menatap punggung Rebecca tajam.
********
"Apa …!! Pengacara keluarga Pattinson meninggal.?" Boy begitu terkejut saat asisten Bram memberikan kabar kalau pengacara keluarga Pattinson meninggal, dan dia tau pasti ini semua ulah Alex.
"Dasar brengsek …!! umpat Boy.
"Aku, ingin kau terus mengawasi mereka.!"
"Baik tuan."
"Dan, jangan sampai mereka tau kalau Rubyku selamat.!" perintah Boy lagi, dia tidak akan membiarkan Ruby bertemu Alex, sebelum Ruby pulih dan siap, untuk membalaskan semua perbuatan Alex dan Rebecca. Boy tidak akan membiarkan Ruby terluka lagi, dan tak akan membiarkan Alex menyakiti Rubynya.
Hay.....!!!!
readers tersayang, makasih sudah membaca karya receh saya, terus dukung Uma yah readers terbaik. terimakasih untuk kalian semua....!!!! insha Allah Uma up 3 bab sehari.
__ADS_1