Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 55


__ADS_3

"dasar pria, maniak gila." maki Rebecca di dalam kamar mandi.


"aku, harus harus cepat-cepat, menyingkirkan pria maniak itu, kalau tidak tubuh indahku ini, jadi remuk dan hancur, karena kegilaan pria brengsek itu." Rebecca terus saja mengeram kesal di dalam kamar mandi, dia kesal karena selama tinggal dengan John, Rebecca menjadi budak birahi pria itu, setiap ada kesempatan atau pria itu, menginginkan tubuhnya kapan saja, tanpa kenal tempat.


Rebecca juga terkurung di mansion mewah pria itu, dia tidak akan bisa kemana-mana tanpa pengawasan John, pria dengan warna kulit hitam, rambut ikal panjang dan seluruh tubuhnya di hiasi tato, yang membuat Rebecca jijik sekaligus ngeri.


"akhhh, sialan! aku harus menghabisinya cepat dan mengambil semua hartanya." Rebecca menyerigai saat menemukan rencana untuk menghabisi, tuan John.


"baiklah, mari kita, menghitung sisa waktumu pria sialan," hehehe." Rebecca terkekeh ngeri, dan pandangannya menatap nyalang sosok, pria yang ada di luar sana, yang masih tertidur lelap, karena pertempuran panasnya dengan Rebecca membuat dia kelelahan.


Rebecca, bangkit dari bathub dan keluar dari kamar mandi yang transparan itu. dia mendekati sosok tinggi yang sedang berbaring di sana, Rebecca berjalan pelan dan hati-hati, dia membuka laci nakes yang ada di samping, meja rias,. dengan hati-hati dan tanpa suara Rebecca membuka laci tersebut.


Rebecca, mengambil sebuah benda tajam dan menatap benda itu dengan seringainya yang licik.


" mari, kita akhiri permainan ini, Rebecca! aku sudah lelah menjadi budak gilamu, jadi waktuku untuk membuatmu bertemu, malaikat maut." dengan tanpa suara, Rebecca terus saja mengumam dan terkekeh tertahan.


Rebecca, berjalan dengan santainya, kearah pria tersebut yang mulai menggeliat dan melenguh, mata pria berkulit hitam itupun terbuka. dia tersenyum mesum kepada Rebecca yang berjalan mendekatinya, dengan keadaan tanpa helai benangpun yang menutupi tubuh indahnya. dengan langkah dan senyum mengoda, Rebecca terus mendekati pria itu, dengan kedua tangannya dia sembunyikan kebelakang tubuhnya.

__ADS_1


"come, on sweety," seru pria gelap itu dengan suara serak.


"apa, kau belum puas, John," jawab Rebecca yang sudah berada di depan, John.


"aku, tidak akan puas, denganmu, sweety," ujar John yang ingin menggapai tubuh sintal Rebecca, tapi dengan gesit Rebecca dapat menghindar.


"kau, ingin mengodaku, sweety ....!!! erang John ,saat sudah tak tahan dengan pemandangan di depannya.


"sabar, honey!! aku akan memberimu kenikmati yang tidak pernah, kau dapatkan, honey," bisik Rebecca di samping John.


"waw, apa itu, sweety! apakah kau akan memberikan gaya baru.? dengan semangat dan tanpa curiga, John sabar menunggu hadiah, Rebecca.


John hanya mengangguk dengan mata berbinar.


"tutup, matamu, honey," perintah Rebecca.


dengan patuh John menutup matanya, berharap Rebecca memberikan kenikmatan yang beda hari ini. Rebecca tersenyum sinis dan menatap John jijik.

__ADS_1


"kau ,siap." tanya Rebecca dan mengarahkan benda tajam itu di depannya


John hanya mengangguk, dan merentangkan tangannya.


"baiklah, nikmatilah yang aku berikan padamu, honey," bisiknya dan menusukkan benda itu tepat di jantung John. John membelalakkan matanya, Rebecca mencabut pisau itu lagi dan menusukkan kembali di inti tubuh John.


pria gelap itu hanya bisa membisu dan membelalakkan matanya, suaranya sudah mulai tak dengar saat, Rebecca menusuknya beberapa kali di tubuh kekarnya.


Rebecca meninggalkan John dengan bersimpah darah, dia lalu menghancurkan semua isi kamar itu, dan dia juga rela memberikan memar di wajah cantiknya dan sedikit goresan di lengan dan pahanya.


Rebecca akan berpura-pura, seakan ini adalah kejahatan seseorang pesaing bisnis, John.


di tengah rasa nyeri di tubuh dan wajahnya, Rebecca tersenyum puas, akhirnya dia terlepas dari jerat pria gila ini.


Rebecca pun meminta menghubungi, pihak kepolisian, setelah dia merusak cctv di kamar itu, dia juga merusak kaca jendela, seakan-akan seseorang melewati jendela itu.


"selamat, tinggal John, sayang, terimakasih atas harta, yang kau tinggalkan untukku." Rebecca tertawa renyah di dalam kamar itu.

__ADS_1


kebetulan di mansion mewah, John tak ada satupun pelayan disana. John hanya ingin Rebecca yang melayaninya di dapur dan ranjang.


__ADS_2