Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 76


__ADS_3

Boy meletakkan Ruby di atas ranjang king size, di kamarnya. hari sudah sore, Boy baru tiba di villanya. Villa yang terletak di tengah hutan yang begitu sejuk dan belakang villa terdapat danau buatan yang cukup luas. sedangkan bangunan villanya terbuat dari bahan kayu yang membuat suasana villa terlihat sejuk dan asri.


Boy, menyelimuti Ruby setelah dia menyuruh salah satu pelayannya. menganti baju jahanam yang di pakai Ruby. Boy mengecup kening dan bibir Ruby sekali lagi. setelah itu Boy melangkah ke arah kamar mandi, Boy ingin membersihkan tubuhnya yang sudah lengket.


*


*


*


"Kita, akan kemana tuan,?" Amber tidak mengenali, jalanan yang mereka lalui dan dia pun merasa penasaran, kemanakah manusia kaku ini membawanya.


Bram hanya mengangkat kedua bahunya dan tersenyum kepada, Amber yang sekarang sudah menjadi kekasihnya.


Bram hanya fokus menatap kedepan dengan satu tangannya memegang setir mobil dan tangan satunya menggenggam tangan Amber. sepanjang jalan Bram tak pernah melepaskan tautan tangan mereka, meskipun sejak tadi Amber ingin melepaskan tautan tangan mereka, wanita itu beralasan kalau sangat berbahaya menyetir dengan satu tangan. tapi Bram tak peduli dia tetap tak melepaskan genggamannya dari tangan mungil Amber.


"Tuan, katakan kita akan kemana.?" kali ini Amber bertanya dengan nada sedikit merengek.


Bram menoleh kearah sang kekasih dan mengecup tangan Amber yang berada di genggamannya.


"nanti kau juga akan tau, sayang." jawab Bram, dan kembali fokus menyetir.

__ADS_1


Amber hanya mencebikkan bibirnya dan kembali merebahkan tubuhnya di sandaran kursi mobil.


"Menyebalkan," cicitnya dan memejamkan matanya kembali


"tidurlah, sayang, nanti kalau kita sudah sampai aku akan membangunkan mu, perjalanan kita masih lumayan jauh." ujar Bram sambil mengusap rambut Amber.


Wanita itu hanya mengangguk dan kembali memejamkan matanya, hingga dia tertidur dengan tangan Bram yang terus mengusap-usap rambutnya.


Bram menggapai tangan mungil Amber kembali, dan mengecupinya sepanjang jalan, dia bahkan mengusapkan telapak tangan Amber di wajahnya, yang tampan dan memainkan tangan mungil Amber di sekitar wajahnya.


*


*


*


Boy yang baru keluar dari kamar mandinya, dia hanya mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya, dan memperlihatkan bagian atasnya yang sangat menggoda dan seksi. dan dipunggung dan lengannya terdapat sebuah tato yang tidak terlalu besar, yang menambah kesan seksi dan cool.


Boy hanya memakai celana panjangnya saja, tanpa atas yang memperlihatkan, otot-otot perutnya yang tersusun rapi dan punggung kokohnya yang terdapat tato kecil.


Boy berjalan mendekati ranjang, dimana Rubynya masih belum membuka matanya. Boy duduk di sisi Ruby dengan iPad di tangannya. Boy mengerjakan pekerjaannya dan sesekali melihat Rubynya yang belum juga sadar.

__ADS_1


"Apakah, aku terlalu banyak memberikan dia obat bius,?" gumamnya dengan dahi mengerut.


"Wake up, baby." bisik Boy pelan di samping telinga Ruby.


"Hei, … baby, wake up " bisik Boy lagi sambil membelai pipi Rubynya. Boy terus saja membangunkan Rubynya dengan caranya sendiri.


Tak lama Ruby mulai menggerakkan tubuhnya dan melenguh. Boy tersenyum saat melihat bulu mata lentik Ruby bergerak-gerak dan tak lama mata indah dengan netra hazel itu terbuka lebar.


Ruby menatap sekeliling ruangan itu, dengan alis menyengit bingung, dia berfikir sejenak dan kembali menatap sekelilingnya. saat dia ingin menatap kearah jendela, sebuah bibir lebih dulu mengecup pipinya dan juga bibirnya.


Ruby membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dia masih terkejut dengan keberadaan sosok pria tampan di depannya.


"Paman mesum," ucapnya tanpa suara.


"Miss you, baby." lirih Boy dan menarik Rubynya ke dalam pelukannya.


"I Miss you … Miss you, baby." bisiknya di telinga Ruby dan kembali memeluk erat Rubynya itu.


Ruby hanya terdiam dan membalas pelukan Boy, kalau boleh jujur Ruby juga sangat merindukan paman mesumnya ini. Ruby hanya mampu menutup matanya dan membenamkan wajahnya pada dada telanjang Boy, dia menghirup rakus aroma tubuh Boy yang begitu dia rindukan. Ruby belum menyadari kalau Boy hanya setengah telanjang, dia begitu menikmati aroma tubuh Boy sehingga dia tidak menyadarinya.


"Apa, kau merindukanku juga, Baby." Boy bertanya dengan suara yang serak.

__ADS_1


Ruby tak menjawab dia hanya mengangguk di dada telanjang Boy, membuat sang pemilik terkekeh.


"Kau, begitu menyukai aromaku, baby.? tanya Boy kembali dan di anggukkin Ruby juga. Boy kembali terkekeh dan melepaskan pelukannya.


__ADS_2