
Boy, sudah tiba dirumah sakit terbesar di negara K.
Helikopter yang digunakannya, mendarat di atas rooftop rumah sakit.
Ruby di bawah langsung ke ruangan ICU. dan mendapatkan penanganan langsung dari beberapa dokter ahli.
Boy hanya mampu, mondar-mandir di depan ruangan ICU itu, dengan wajah pucat dan ketakutan
Kakinya pun masih lemas dan tangannya gemetar.
Dia tidak akan bisa membayangkan jika sesuatu terjadi pada Rubynya. dia akan menghukum dirinya sendiri, karena telah lali dalam menjaga kekasihnya.
Boy menjatuhkan tubuh tingginya di lantai rumah sakit itu. membekap wajahnya dengan kedua tangannya dan terisak di sana.
Seorang tuan muda arogan, sedang terduduk dilantai dengan keadaan kacau dan tak berdaya.
"Semua, salahku. aku yang tidak becus menjagamu, baby, … semua salahku. maafkan aku baby, … maafkan aku!!! Boy meracau dalam tangisannya.
"Baby, … kumohon bertahanlah demi aku, demi mommy."
__ADS_1
"Mom-my," cicit Boy. saat teringat mommy Ruby, dia belum memberikan kabar kepada mommy Ruby.
Boy langsung mengambil ponselnya di dalam saku celananya dan melakukan panggilan kepada mommy Ruby.
Dengan tangan gemetar dan jantung yang berdetak kencang, Boy mencoba menghubungi calon mertuanya.
*
*
*
*
Setelah menguasai seluruh harta tuan John, yang Rebecca lakukan hanya berfoya-foya dan bersenang-senang.
Dengan wajah angkuh Rebecca membayar sebuah tas mewah dan harganya tentu saja selangit. harga tas itu mampu membeli sebuah mobil mewah atau satu unit apartemen mewah.
Para wanita yang ada di sana merasa kagum dan ada juga yang iri, melihat kaya hidup mewah Rebecca.
__ADS_1
"Lihatlah, dia berbelanja banyak sekali. lihatlah itu, … itukan tas yang limited edition dan harga sangat mahal." bisik seorang wanita yang sejak tadi menyaksikan Rebecca memilih barang mewah.
"Cih! buat apa berfoya-foya, kalau uang yang dia pakai adalah hasil, manipulasi." sinis wanita satunya.
"Kau, tau dia hanya wanita murahan. yang suka memeras harta korbannya dan setelah itu ditinggalkan, bisa jadi dia juga membunuh mangsanya." sindir wanita itu lagi dan mendelikkan matanya kepada Rebecca.
Rebecca yang mendengar semua sindiran wanita itu, merasa geram. dengan amarah yang meluap-luap, Rebecca mendekati wanita itu.
Rebecca langsung menarik rambut wanita itu dan menghempaskan tubuh wanita itu di lemari rak tas yang ada di butik itu.
"Dasar, wanita sialan, … berani-beraninya kau berbicara seperti itu padaku. aku akan membunuhmu wanita sialan." pekik Rebecca saat wanita itu sudah terkapar di lantai dengan darah di kepalanya.
Rebecca pun di cegah oleh beberapa pria yang ada di sana. dengan emosi yang masih terlihat Rebecca keluar dari butik itu. dia berjalan ke arah lift untuk ke parkiran mall. moodnya untuk berbelanja sudah hilang dan ia ingin melampiaskan amarahnya sampai dirumah.
Rebecca melajukan mobilnya seperti orag kesetanan. dia bahkan berteriak dan memaki mobil-mobil yang menghalangi jalannya.
"DASAR BRENGSEK, … MINGGIRLAH SIALAN, ….!!! maki Rebecca.
"Akkhhh,!!!
__ADS_1
"Dasar perempuan, murahan. berani-beraninya dia menghinaku di depanku sendiri.
"Akhh!! aku akan membunuhmu wanita sialan, ….!!! Rebecca terus saja berteriak frustasi di dalam mobilnya. dia bahkan memukul setir mobilnya hingga tangannya terluka dan memar.