Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 52


__ADS_3

semua karyawan membungkukkan badan mereka, saat melewati nyonya bos mereka yang sedang berdiri di luar lobby perusahaan sambil memainkan ponselnya. Ruby yang memang saat itu sedang menunggu sopirnya.


"nyonya, lebih baik anda tunggu di dalam.! sela Amber yang mengalihkan pandangan Ruby dari ponselnya.


"tidak, perlu kita tunggu di sini saja."


"tap-! Amber tak dapat melanjutkan perkataanya, saat mendengar sapaan dari pria yang membuatnya harus selalu waspada demi keselamatan sang nyonya.


"Hay ..., sayang! sapa Alex, mengejutkan Ruby dan bawahannya.


Ruby yang awalnya terkejut atas kehadiran pria yang dia benci ini ada di hadapannya.


Ruby tak menjawab dia hanya mendegus kesal dan melirik Alex tajam, tanpa mengatakan apapun.


Amber yang tak ingin sesuatu terjadi, kepada nyonya, memasang sikap waspada.


dia tau pria di depannya ini sangatlah licik.


"ck! apa, sekarang kau selalu di temani, wanita ini.? Alex melirik Amber dan bertanya kepada Ruby.


"bukan, urusanmu." ujar Ruby dingin.


"wow ...! lihatlah." Alex memperhatikan penampilan Ruby dari atas ke bawah sambil bersiul mengoda dan mengitari tubuh Ruby.


"tuan, jaga sikap anda." sela Amber dengan wajah datarnya.


"cih! sebaiknya kalian jangan ikut campur, ini urusanku dengan istriku. balasnya sengit yang tidak menyukai Amber.


"jaga, ucapan anda tuan." sengit Amber, dengan waspada.


yang mulai menjadi perhatian para karyawan yang berada di dalam lobby.


"ini, yang kuingin, memancing keributan." gumam Alex dalam hati dan tersenyum miring.


Alex tersenyum puas pada Ruby dan menoleh kearah mobilnya dengan memperlihatkan wajah menyedihkan. Alex mengangkuk, tanda dia baik-baik saja kepada sang mommy yang memperhatikannya dari tadi.


"pergilah." decak Ruby malas.


"aku, tidak akan pergi, sayang! sebelum aku membawamu bersamaku." ujar Alex enteng, yang membuat Ruby jengah.


"apa, yang kau inginkan, Alex Graham.!!! geram Ruby yang sudah kehabisan kesabaran menghadapi pria tidak tau diri di depannya ini.


"aku, menginginkanmu, sayang.! ujarnya dengan tersenyum miring dan mendekatkan wajahnya kepada Ruby.


Amber yang tidak ingin nyonya dalam bahaya, mendorong Alex kebelakang dengan kuat, membuat Alex mendarat di lantai.


"KAU ....!!! geram Alex dan menatap Amber nyalang. Alex berdiri dan mendekati, Ruby yang hanya menatapnya datar.


"ikut, dengan ku." ucapnya, dan merniat menyentuk dan menarik tangan Ruby, tapi Ruby lebih dulu memberikan Alex tamparan keras di wajah Alex.


"plak! dasar pria brengsek, jangan coba-coba menyentuhku dengan tangan kotormu itu, brengsek." maki Ruby dengan wajah yang memerah dan dada naik turun.


Alex membalas tatapan Ruby tak kalah tajamnya, gigi Alex kini saling bergesekkan, dan rahang wajahnya mengetat, Alex mencoba menahan amarahnya, bukankah niatnya untuk memancing amarah Ruby.


"pergilah, aku muak melihat wajah licikmu itu." usir Ruby yang tak ingin menjadi pusat perhatian di perusahaannya. sang, sekretaris Ruby yang sejak tadi diam dan menyimak perdebatan, nyonya bosnya dan seorang pria yang mengaku suami nyonyanya.


"ck! ternyata kau, bukan Rubyku yang manja lagi, sekarang kau terlihat garang dan mengemaskan," kekeh Alex dan ingin menyentuh wajah Ruby, tapi di sela oleh Amber.

__ADS_1


"jangan, menyentuh, nyonya kami tuan." ucap Amber penuh peringatan.


"cih, menjauhlah." sentak Alex yang mendorong kasar lengan Amber, sehingga wanita itu sedikit terhuyung kesamping.


"ikut denganku." ucap Alex, saat Ruby lengah yang mencoba membantu Amber.


Alex menarik Ruby paksa dan membawanya menuju mobil miliknya


"lepaskan, Lex ...!!! pekik Ruby yang berusaha melepaskan genggaman Alex di tangannya.


" Alex Graham ... lepas!!! ronta Ruby.


Alex tak menghiraukan makian dan jeritan Ruby. dia tetap menarik kasar Ruby dan membawa Ruby menuju mobilnya.


Amber yang sudah geram, dengan tingkah kurang ajar Alex, dia pun mengejar Alex.


para karyawan yang melihat sang nyonya bos di tarik paksa hanya diam, tanpa mau ikut campur. mereka mengira itu adalah urusan pribadi sang nyonya bos.


"lepas,. brengsek ....!!!


"aku, tidak mau ikut denganmu, Lex."


"kau, bukan siapa-siapa aku lagi ....!! Ruby terus saja mencoba melepaskan genggam Alex yang begitu kuat. Alex yang sudah berada di samping mobilnya, mencoba memaksa Ruby masuk kedalam mobilnya, tapi itu semua gagal karena Alex mendapatkan hantaman di tekuknya.


"brengsek." sentak Amber dan memberi hantaman kuat di tekuk leher Alex. membuat Alex terhuyung kedepan dan membentur body mobil. Ruby yang sudah terlepas mencoba memberi pelajaran kepada Alex tapi niatnya terhenti saat mendengar suara yang Ruby kenali.


"lepaskan anakku,! pekik sang mommy.


Ruby terhenyak di tempat saat mendengar suara itu, suara yang sangat Ruby kenali dan Ruby rindukan, " mommy," lirihnya tanpa suara.


posisi Ruby saat ini, membelakangi sang mommy. Ruby yang saat ini memegang kerah baju Alex dan ingin menonjok wajah tampan Alex. Alex yang melihat reaksi Ruby, tersenyum licik.


Ruby membeku, matanya membola dan mulutnya menganga, saat melihat wajah sang mommy yang ada di depannya, tubuh Ruby terasa lemas hampir saja Ruby merosot kebawah, tapi dengan sigap Amber menahan tubuh Ruby, yang memucat dan tangannya sudah mengeluarkan keringat.


Ruby menatap lekat, wajah yang sangat dia kenalnya dan pasti yang sangat Ruby rindukan.


"mommy," lirih Ruby, yang matanya mulai perih dan berat.


sang mommy menatap, Ruby tidak suka, dalam pikiran sang mommy, Ruby adalah istri murahan dan tidak tau malu.


"dasar, istri murahan! maki sang mommy, yang membuat Ruby kembali terenyah dan membeku.


"mommy, ini aku Ruby ...! anak mommy." Ruby yang bisa menguasi dirinya, mencoba memeluk sang mommy, tapi sang mommy mendorong Ruby.


"mommy, ini Ruby,! lirih Ruby, dan air matanya sudah meleleh membasahi pipinya.


perasaan Ruby, sekarang antara senang dan sedih. senang karena sang mommy masih hidup, tapi merasa sedih saat sang mommy tak mengenalinya.


"apa, yang terjadi denganmu, mom." gumamnya dalam hati, dengan perasaan hancur.


"kau, hanya istri tidak tau malu, meninggalkan anakku demi pria kaya raya, dan kau juga tega mengganiaya anakku." hardik sang mommy, yang tak terima Alex di perlakukan kasar.


"anak," cicit Ruby, mengalihkan pandangannya kepada Alex, yang sedang menyeringai puas.


"mom, aku anakmu ..., mom!! bukan pria licik itu.! tolak Ruby, yang tidak terima sang mommy memanggil Alex anak,. sedang dirinya di abaikan, lebih parahnya di hina oleh sang mommy, yang begitu sangat menyayangi Ruby.


dengan tangis yang menyakitkan, Ruby mencoba menyentuh dan memeluk sang mommy. " mommy, ini Ruby, anak mommy." bujuk Ruby dengan air mata yang tiada henti.

__ADS_1


sedangkan Alex merasa senang, melihat keadaan Ruby sekarang, yang tidak diakui oleh sang mommy sendiri.


"malang, sekali nasib, sayang! ini yang kuinginkan darimu, membuatmu menangis dan menderita, tak lama lagi, kau akan memohon padaku." alex terus saja bermonolog dalam hati dan tertawa puas.


"lepaskan, " sang mommy menepis tangan Ruby, yang berusah memeluknya.


"jaga, sikap anda, nyonya." sentak Amber, yang tak terima sang nyonya diperlakukan kasar.


"cih! sang mommy berdecih dan menarik tangan Alex.


"ayo, son! kita pulang, lebih baik kau tinggalkan saja,. istri tidak tau malu ini." ucap sang mommy sinis dan menarik Alex, menuju mobil.


"kejutan, buatmu, Ruby sayang." bisik Alex di telinga Ruby.


sang mommy yang sudah membuka mobil dan ingin masuk, di cegah oleh Ruby, yang terus memohon untuk mendengarkan penjelasannya.


dengan air mata terus berjatuhan dan tangis yang menyayat hati, Ruby berusaha mencegah sang mommy, bahkan memegang kaki sang mommy, agar tidak meninggalkannya lagi.


"mom, aku mohon, jangan tinggalkan, Ruby lagi ...! Ruby sangat merindukanmu, mom! kumohon jangan pergi lagi, mom." Ruby terus saja meracau dan mengaung di dekat mobil Alex. dia tidak mempedulikan tatapan semua orang yang melihatnya, memohon dan meraung. pikirannya saat ini sang mommy yang masih hidup dan ada di hadapannya.


meskipun sang mommy tak mengenalinya, dia tak peduli, sekarang Ruby berusaha menahan pintu mobil Alex, agar tak tertutup. sang mommy mencoba melepaskan dan menepis tangan Ruby yang sekarang berada di kakinya.


Amber yang tak tega melihat keadaan sang nyonya berusah mencegah, tapi Ruby menolak.saat ini Amber mencoba menghubungi tuanya itu, tapi tidak ada pun jawaban. dengan wajah frustasi Amber kembali membujuk sang nyonya, yang sekarang berlutut di kaki, wanita paruhbaya itu, yang memiliki garis wajah yang sangat mirip dengan nyonyanya.


dengan satu hentakan saja, Alex dapat melepas tangan Ruby dari pintu mobil dan, dari kaki sang mommy Ruby pun terhuyung ke belakang.


Alex tersenyum sinis kepada, Ruby dan menutup pintu mobil dengan kasar saat, Ruby hendak menahannya lagi. dengan berlahan mobil Alex mulai melaju untuk meninggalkan basement perusahaan Pattinson. Ruby berusaha mengejar mobil Alex dan mengetuk kaca mobil itu, dengan kasar sambil memangil sang mommy dan masih dengan nada memohon. Ruby masih berada di samping pintu mobil, dengan setengah berlari, mencoba menyakinkan sang mommy, yang hanya membuang muka dan tak peduli.


mobil Alex pun melaju dengan kencang keluar dari area perusahaan. Ruby masih mengejar mobil Alex dengan tangisannya. kaki Ruby kini di penuhi luka, karena Ruby melepas sepatu hak tingginya, agar mudah mengejar mobil Alex.


"mommy ....!!!! teriak Ruby yang terduduk di aspal jalan


"mommy ....! panggilannya lagi dengan histeris.


Ruby menghapus air matanya, dia menolehkan kepalanya, kesana-kemari untuk mencari taksi.


dan tak lama, tak lewat di depannya, dengan berasaan senang Ruby menghentikan taksi itu, dan masuk kedalamnya.


"aku, mohon, pak kejar mobil itu." mohon Ruby sambil menunjuk mobil, Alex yang sudah mulai menjauh.


"baik, nyonya." jawab sang sopir.


mobil taksi itupun, mencoba mengejar, mobil Alex yang sedikit jauh darinya.


"mommy." lirih Ruby, yang pandangannya ke arah Alex.


sementara Amber membeku dan merasa binggung, dengan kepergian sang nyonya.


tanpa banyak berpikir, Amber mengambil alih setir mobil jemputan Ruby dan menarik paksa sang sopir, yang membuatnya meradang.


tanpa mempedulikan, umpatan sang sopir, Amber melajukan mobil mewah itu, untuk mengejar sang nyonya. dia juga mencoba menghubungi tuan Boy Raymond Cole.


hai .... BESTie ❤️


jangan lupa dukung Uma yah?☺️


dengan, like, komentar, vote dan hadiah😁

__ADS_1


terimakasih semua atas dukungannya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2