
Sepasang, mata yang mulai terlihat kerutan-kerutan halus di sekitarnya mengerjap berlahan, untuk menyesuaikan pencahayaan masuk ke netranya.
Beberapa detik kemudian mata dengan, warna netra hazel itu terbuka lebar. wanita dengan usia setengah abad itu. dengan raut wajah binggung, wanita itu berusaha bangkit dari tidurnya sambil sesekali mengeluh akibat rasa nyeri pada kepalanya.
Dia pun terduduk di atas ranjang dan bersandar di headboard ranjang tersebut. wanita itu terus saja memperhatikan setiap sudut dan barang-barang yang ada di kamar tersebut dengan perasaan penuh tanda tanya.
"A-aku, dimana.? lirihnya bingung.
Meskipun, usia wanita itu tidak muda lagi, tapi dia masih terlihat cantik. dengan garis wajah yang terlihat lembut dan teduh. diapun, berusah turun dari ranjang dan berjalan kearah jendela dengan full kaca. dia menyibakkan gorden jendela itu dan memandangi pemandangan yang ada di sekitar tempat dia sekarang.
"Ini dimana.? gumamnya dengan suara lemah.
Dan kembali menatap lekat setiap barang yang ada di dalam kamar.
"Apa, ini rumahku.? tanyanya lagi.
"Tapi, kata mereka aku tidak punya tempat tinggal dan keluarga, jadi sekarang aku dimana.? wanita itu terus saja bermonolog dengan dirinya sendiri.
"Clek." tiba-tiba pintu kamar terbuka dan seorang wanita muda masuk dengan seragam kerjanya.
"Nyonya …! Seru suster yang di tugaskan menjaga wanita parubaya tersebut.
"Syukurlah, anda sudah sadar, nyonya." ujar sang suster dengan girang.
"Ka-kamu, siapa.? dengan nada terbata, wanita parubaya itu bertanya kepada sang suster.
"Aku, Yuna, nyonya! suster yang merawat anda, selama anda sakit dan tuan Alex membawa anda kesini." ujar sang suster dan menuntun wanita parubaya itu kembali ke ranjang.
"Nyonya, jangan terlalu banyak gerak dulu.! pinta sang suster sambil mendudukkan wanita itu di ranjang.
"Sebentar, saya ingin memberitahu, tuan dulu tentang keadaan anda, jangan kemana-mana nyonya, tetap di tempatmu! ok." pinta sang suster sambil tersenyum senang.
Suster itupun melangkah keluar kamar. dia ingin memberikan kabar bahagia ini pada tuannya.
"Alex! Cicit wanita paruhbaya itu, dengan raut wajah yang bertambah binggung.
**********
__ADS_1
Alex yang siap untuk, menggarap wanita sewaannya itu, terhenti saat pintu kamarnya di ketuk dengan terburu-buru. Alex pun menyingkirkan wanita cantik yang ada di atasnya itu, lalu bangkit dan memakai celana panjangnya kembali.
Alex mendegus kesal dan berjalan kearah pintu kamar dan membukanya. Alex menatap tajam pada gadis yang ada di depannya yang terus menunduk wajahnya.
"katakan." ujar Alex dingin.
dengan nada gugup suster itu menyampaikan niatnya dengan wajah yang merona.
"I-tu, tuan! Ibu anda sudah sadar." katanya dan melirik, Alex yang sedang bertelanjang dada memperlihatkan otot-otot perutnya yang terlihat seksi.
Alex yang mendengar berita itu, langsung tersenyum miring, dan menutup pintu kamarnya tanpa menghiraukan suster yang masih ada di depan kamarnya itu.
Alex berjalan kearah ruangan ganti, dan mengambil baju kaos polos hitam dan memakainya dan keluar setelah berganti baju. Wanita sewaan Alex menyengitkan keningnya binggung, saat pelanggannya itu sudah berpakaian lengkap.
"Anda, mau kemana, tuan." dengan nada mendayu dan berpose mengoda.
Alex tak menjawab pertanyaan wanita itu. dia mendekat kearah ranjang dan membuka laci nakes, Alex mengambil sebuah amplop dan melemparkan ke arah wanita sewaannya.
"Itu, bayaranmu! dan cepatlah pergi dari sini." perintah Alex datar.
"anda, tak ingin melanjutkan yang tadi, tuan.? tanya wanita itu lagi dengan raut kecewa.
"Cih! decih Alex menatap jijik wanita di depannya itu.
"Keluarlah." perintah Alex lagi, sambil perjalan keluar dari kamarnya.
Sedangkan wanita cantik itu hanya merenggut kesal karena impiannya untuk, menghabiskan waktu bersama Alex pria kaya raya dan tampan itu gagal.
Wanita itu memunguti pakainya dan memakainya kembali dan mengambil amplop tebal yang di berikan Alex.
"Lumayan." ucapnya senang, saat melihat isi amplop itu yang isinya lumayan banyak.
wanita itupun meninggalkan villa pribadi Alex dengan raut wajah cerah.
*********
Alex membuka kamar ruang tamu itu, secara berlahan. dan melangkah masuk kedalam, netra birunya menatap lekat, sosok rapuh yang sedang duduk di pinggir ranjang memandangi pemandangan di sekitar villa.
__ADS_1
"Mommy." panggil Alex lirih, yang membuat wanita paruhbaya yang dia panggil mommy itu menoleh. wanita itu menatap dan menelisik, Alex dari atas hingga ke bawah. Alex berjalan mendekati wanita yang dia panggil, mommy itu. Alex berjongkok dan mendongakkan kepalanya,di depan wanita itu dan memasang wajah sedihnya yang penuh kepura-puraan.
"Syukurlah, mommy sudah sadar." ucap Alex lembut dan menggenggam tangan rapuh wanita itu.
"Aku, berharap mommy tidak akan meninggalkan, aku lagi." ujar Alex sendu sambil meletakkan kepalanya di paha wanita itu.
"Apa, kau tau mom? aku sudah mencarimu seperti orang gila selama ini."
"Tapi, aku bersyukur bisa menemukan, mommy dengan selamat." tentunya sebelum Ruby menemukanmu lebih dulu." gumam Alex dalam hati dan tersenyum menyeringai di pangkuan wanita itu.
"Ka-u, siapa? tanya wanita itu terbata dan kebingungan.
"Apa, mommy tak mengingatku? tanya Alex, yang Kembali mendongak kepalanya dan menatap netra hazel yang sama dengan netra Ruby.
"A-nakku? tanya wanita itu gugup, dan menatap lekat wajah Alex, meskipun ada sedikit keraguan dalam hatinya, tapi apa salahnya meminta kejelasan pada pria tampan yang ada di depannya ini.
Alex menganggukkan kepalanya, "iya, aku anakmu mom.! ujar Alex menyakinkan wanita paruhbaya itu.
Alex berdiri dan mengambil sesuatu di saku celananya dan memberikan sebuah foto dirinya dan wanita itu saling berpelukan. wanita itu menatap foto yang di berikan Alex dengan intens, dan memandang kembali Alex.
"Apa, benar kau adalah anakk.? ucapnya dengan menangis haru, dia langsung memeluk Alex erat.
"Oh, syukurlah! ternyata aku masih memilikimu, nak! sudah bertahun-tahun, mom hidup sebatang kara di panti itu, dan mereka menganggap, mom wanita gila." racau wanita itu sambil menangi pilu.
"Ssshut! tenanglah mom, sekarang kau tak sendiri lagi, ada aku bersama mommy." ucap Alex lembut dan memeluk wanita itu.
"Sekarang, istirahat mom! nanti kita makan siang bersama, ok." ucap Alex dan membantu sang mommy berbaring.
"Tidurlah, mom! nanti aku kesini lagi." Ujar Alex sambil mengecup kening sang mommy.
Sang mommy, hanya mengangguk dan tersenyum tulus.
Alex melangkah keluar dari kamar sang mommy.
Alex kembali ke kamarnya, yang sudah rapi kembali, sisa-sisa percintaan dengan wanita sewaannya sudah tidak ada. Alex menghempaskan tubuh tingginya di ranjang king size-nya.
Alex, terus saja tersenyum licik karena rencana untuk mengikat Ruby kembali sudah ada dan Alex, akan mengunakan mommy Ruby untuk mendapatkan Ruby dan membuatnya kembali menderita.
__ADS_1
"Aku, tidak sabar kau akan memohon padaku, dan kembali bersamaku,. Sayang." gumam Alex dan terkekeh penuh kelicikan.