Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 62


__ADS_3

"kau, sudah membereskan semuanya,?


"sudah.!


"hey ...! ada apa dengan wajahmu,? tanya Ruby dengan terkekeh, dia tau Amber sedang merasa kesal, karena amarahnya tidak terlampiaskan.


"sudahlah, ayo kita pulang.! decak Amber malas.


"tenanglah, bukankah kau memiliki Samsat dirumah? kau bisa melampiaskan amarahmu."


Ruby terbahak saat melihat wajah kesal Amber.


"menyebalkan sekali aku tidak bisa, menghajar bibir plastik wanita jahanam itu, akkhh!! ini sangat membuatku frustasi." Amber merebahkan punggungnya di sandaran kursi mobil. Ruby hanya menggelengkan kepalanya melihat wajah kesal, Amber.


"dasar, Ruby sialan, karenanya aku harus jadi bahan tertawaan semua orang, akh!! awas, kau Ruby Pattinson aku pasti akan membalas mu." Rebecca, yang sedang membersihkan wajahnya di toilet restauran memaki Ruby dan berteriak geram.


"astaga ...!! wajahku," pekik Rebecca saat melihat wajahnya, yang sudah bersih dari batter crem dan saus spaghetti.


"Ruby ...!!!! geram Rebecca, yang melihat wajahnya memerah bekas saus spaghetti yang super pedas.


dengan perasaan dongkol, Rebecca keluar dari toilet dengan menundukkan wajahnya, mencoba menutupi wajahnya yang terasa panas.


semua pengunjung restauran, masih memperhatikan Rebecca, bahkan masih ada yang terkekeh dan juga berbisik-bisik.


Rebecca hanya bisa menahan amarahnya, sambil berjalan menuju pintu keluar restauran.


"akkhhh!!! harusnya wanita bedebah itu yang malu, bukannya aku! harusnya, aku langsung saja mencekik wanita sialan itu dan menyeretnya dan melemparkannya keluar ke jalan raya."


"akhh! RUBY SIALAN ....!!!

__ADS_1


Rebecca berteriak di dalam mobilnya dan melampiaskan amarahnya pada stir mobil miliknya.


"aku, pastikan kau mati di tanganku, Ruby." mata Rebecca menajam dan genggam tangannya mengetat di stir sehingga urat-urat garis tangannya terlihat.


Rebecca, mulai menjalankan mobilnya dan melaju keluar dari parkiran restoran itu.


Rebecca, sekarang tinggal di mansion barunya.


dia menjual mansion mewah John dan membeli mansion baru untuknya yang lebih mewah dari mansion John, Rebecca menikmati kemewahan yang ia dapatkan dari harta kekayaan John. dia juga mengambil alih perusahaan John dan menjadikan dirinya sebagai CEO di sana, tanpa memberikan hak untuk anak dan istri John yang sah, belum lagi hak-hak istri John yang lainnya.


semua Rebecca kuasai dan menikmatinya sendiri. Rebecca bahkan menghabisi nyawa orang yang menentangnya.


"semua, adalah milikku sekarang milik, Rebecca stawart," hahaha." Rebecca tertawa puas saat mendapatkan semua yang ia mau.


"tinggal, menghabisi Ruby ..., dan mendekati tuan Boy Raymond Cole." entahlah apa yang akan direncanakan Rebecca, yang tidak pernah puas ini dan selalu terobsesi dengan milik orang lain.


"mommy ....!!! suara Ruby melengking di seluruh ruangan mansion, saat membuka pintu dan memanggil sang mommy.


"astaga, by," Amber, menutup telinganya, sedangkan Ruby hanya menyengir memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi.


"mommy! panggilnya lagi saat memasuki ruang keluarga, tapi nihil Ruby tak menemukan sang mommy di sana.


"mommy, kemana.? tanyanya, kepada Amber.


"entah! jawab Amber sambil mengangkat bahunya.


Ruby, berjalan dan bermaksud menaiki tangga untuk mencari sang mommy di kamarnya, tapi langkahnya terhenti saat bibi lili menyapanya.


"nyonya, Ruby." sapa bibi lili.

__ADS_1


"bi, apa kau melihat, mommy.?" Ruby bertanya langsung tanpa membalas sapaan pelayan setianya itu.


"nyonya, besar ada di taman belakang, nyonya.!"


jawab bibi lili.


"makasih, bi." ucap Ruby riang. dan segera berlari ke taman belakang, seperti anak remaja yang sedang kasmaran dan ingin berbagi kisah dengan sang mommy.


sedangkan Amber langsung menuju kamarnya, dia ingin melampiaskan amarahnya kepada Samsat kesayangan yang tergantung di dalam kamarnya itu.


"awas, kau perempuan licik, aku berjanji akan menghancur wajah plastikmu, itu." geram Amber dan memukuli Samsat kesayangannya dengan membabi-buta, Amber membayangkan Samsat itu adalah wajah Rebecca.


"mommy, sayang ....!!! pekik Ruby, mengejutkan sang mommy yang sedang menanam bunga lili kesukaannya.


dengan perasaan senang dapat melihat sang mommy, Ruby berlari dan langsung memeluk mommy saat tiba di depan mommy tercinta.


"hey ..., ada apa? kenapa anak mommy yang cantik ini, berlari-lari seperti anak kecil.? tanya mommy dan mencium pipi putrinya itu gemas saat melihat tingkah Ruby yang manja.


"aku, hanya merindukanmu, mom," jawab Ruby yang masih memeluk mommynya itu.


"kau, sudah makan siang sayang,?" tanya mommy lagi dan melepaskan pelukannya.


Ruby hanya mengangguk dan detik berikutnya menggeleng. membuat sang mommy gemas dan mencubit pipi putrinya itu.


"sakit, mom," aduh Ruby sambil mengusap-usap, pipinya yang putih mulus itu.


"katakan, apa kau sudah makan,?" mommy bertanya lagi, kali ini dengan wajah tegas.


Ruby, mencengir dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


sang mommy menghela nafas dan menuntun putrinya itu keruang makan, Ruby yang hanya tersenyum dan mengelayun manja pada sang mommy.


beginilah, sikap asli Ruby, periang dan manja.


__ADS_2