
"Bukankah, itu tuan Boy." seru salah seorang wanita sambil menunjuk kearah Boy, yang sedang berada di salah satu butik terkenal di negara K.
"Mana? tanya wanita lainnya, yang penampilannya sangat mencolok.
"Itu …!! seru temannya lagi sambil melangkah lebih maju di dinding kaca butik itu
"Oh my God, iya itu tuan Boy Raymond Cole," ucap teman satunya yang begitu girang saat melihat Boy turun dari mobil mewahnya.
"Tapi …, tunggu! siapa wanita yang ada di gendongan tuan boy? apa wanita itu kekasih tuan Boy? ujar wanita yang dandanannya mencolok, saat melihat boy memasuki apartemen mewah yang bersebelahan dengan butik mewah itu.
"Eh, mana mungkin tuan, Boy! menyukai gadis mungil seperti gadis yang di gendongan tuan boy, pasti tuan Boy, menyukai wanita seksi dan kaya seperti aku," ucap wanita yang memiliki rambut merah, body seksi dan tenjolan di dada juga bagian belakangnya yang mengoda.
"Cih! mana mungkin dia, mau sama wanita hyper kayak kau." sinis wanita satunya lagi.
"Apa? katamu …, berani-beraninya kau menghinaku, wanita murahan!! maki wanita yang memiliki dada seksi itu.
"Kau …! yang murahan," bentak wanita yang dandanannya mencolok. dan terjadilah bertengkar berakhir saling Jambak-menjambak itu di dalam butik, yang mengundang semua perhatian para pengunjung butik mewah itu.
Tapi tidak dengan Rebecca, yang mengikuti Boy memasuki apartemen mewah itu. sejak tadi Rebecca begitu penasaran dengan wanita yang di gendong tuan Boy, karena berita yang Rebecca dengar dari mulut kemulut, yang mengatakan tuan Boy, tak suka disentuh oleh wanita manapun, sikapnya selalu dingin, setiap berhadapan denga lawan jenis.
"terus, wanita yang bersama, tuan Boy siapa,? gumam Rebecca dengan alis yang terangkat sebelah bertanda binggung.
"Apa dia adik tuan, boy? monolog Rebecca lagi, yang masih mengikuti Boy dan rombongannya.
"Itu, tidak mungkin! karena tuan Boy anak tunggal di keluarga Cole dan juga pewaris tahta perusahaan dan kekayaan keluarga Cole satu-satunya. gumamnya lagi, sambil menghayal apabila dia menjadi kekasih tuan Boy, Rebecca terus mengikuti Boy, hingga akan memasuki lift khusus. dengan kepercayaan diri Rebecca melangkah dan ingin memasuki lift tersebut, akan tetapi langkahnya terhenti, saat salah satu bodyguard Boy menghalanginya masuk.
"Anda, tidak boleh masuk nyonya,?" ucap bodyguard itu.
"Apa, maksudmu! kening Rebecca menggerut saat di halangi untuk memasuki lift tersebut.
"Menyingkirlah." ucap Rebecca dengan angguh.
__ADS_1
"Menyingkirlah,sialan! maki Rebecca, saat bodyguard itu tak perpindah dari hadapannya.
"Menyingkirlah, kau menghalangi jalanku." pekik Rebecca kesal, saat melihat pintu lift itu sudah tertutup.
"Maaf, nyonya lift ini hanya khusus buat tuan, Boy Raymond Cole! kalau anda ingin keatas lewat lift yang di sana nyonya." ujar bodyguard Boy, yang memiliki wajah mengerikan yang membuat Rebecca bergedik ngeri.
Dengan perasaan kesal, Rebecca melangkah meninggalkan bodyguard itu, Rebecca terus mengumpat bodyguard tersebut.
"Dasar, bodyguard sialan!!! maki Rebecca yang sudah di dalam mobil.
"Sial! gara-gara bodyguard itu, kesempatanku untuk mendekati tuan Boy gagal," ahhkkk" brengsek.!
Rebecca terus saja mengumpat kesal sambil memukul kemudi mobilnya. moodnya yang tadinya sudah kembali kini hilang kembali, gara-gara sang bodyguard Boy.
"Sial! aku harus cari tau, siapa wanita itu! aku seperti mengenali wanita itu? gumam Rebecca, yang merasa tak asing dengan wanita di gendongan Boy.
"Tidak mungkin dia wanita cacat itu! heh." Rebecca menggelengkan kepalanya saat yang melintas di pikirannya adalah Ruby, dia pun terkekeh sinis.
"Mana mungkin tuan Boy, mau menampung wanita cacat kayak Ruby,! cih.' decih Rebecca, membuang jauh-jauh pikirannya itu. satu hal yang Rebecca tidak sadari dari tadi, yaitu bibi lili yang terus mengikuti langkah tuan boy di belakangnya, Rebecca terlalu mengagumi Boy, sehingga dia tak memperhatikan bibi lili.
Rebecca mengemudikan mobilnya untuk kembali ke mansion. Rebecca ingin mengistirahatkan tubuhnya agar besok saat pesta perusahaan, tubuh dan wajahnya terlihat segar.
Kini mobil sport mewah Rebecca yang tentu saja salah satu aset keluarga Pattinson, dimana tuan Robert memiliki beberapa koleksi mobil mewah yang harganya bisa membeli 5 unit rumah. Semua aset peninggalan mommy Ruby, berupa beberapa set berlian dan koleksi tas-tas branded, semua Rebeccalah yang menguasai sekarang. Sedang Alex tak mempedulikan itu semua, yang terpenting baginya adalah aset utama, yaitu perusahaan Pattinson.
Rebecca, memasuki mansion Ruby yang sekarang telah diambil alih oleh Alex dan Rebecca. Langkah Rebecca terhenti di ruangan keluarga, saat melihat Alex yang sedang duduk di sofa.
"Hai! Honey." cup," Rebecca menyapa Alex dan mengecup bibir seksi Alex.
"Tumben, kau cepat pulang, honey." seru Rebecca yang sudah duduk di pangkuan Alex.
Alex tak menghiraukan pertanyaan Rebecca, dia hanya sibuk dengan ponsel ditangannya. entah apa yang di lihat Alex di ponselnya itu, karena ekspresi wajah berubah-ubah. yang membuat Rebecca, penasaran.
__ADS_1
"What do you see, honey.? tanya Rebecca penasaran. Rebecca berusaha merebut ponsel Alex, dia ingin mengetahui ada apa di ponsel suaminya itu, dengan sekuat tenaga Rebecca berhasil merebut ponsel Alex, dia bangkit dari pangkuan Alex dan menjauh dari jangkauan suaminya itu, Rebecca memeriksa ponsel Alex dan "prangg," Rebecca membanting ponsel mahal Alex di lantai saat mengetahui isi dari ponsel itu, yang berupa foto-foto seksi wanita j*l*ng, yang menjajahkan tubuh mereka di salah satu aplikasi dewasa.
Amarah Rebecca kembali menguasi dirinya, dia berjalan mendekati Alex yang sejak tadi duduk tenang di sofa dengan menyeruput minuman panasnya.
"Plak." Rebecca memberi tamparan keras di pipi Alex yang di tumbuhi bulu-bulu halus itu.
"Kau …! bentak Alex yang tak terima wajah tampannya itu di tampar. Alex berdiri dan mencengkrang rahang Rebecca dengan sorotan mata nyalang, Rebecca yang tak takut itupun menatap tajam Alex.
Napas amarah dari mereka berdua pun terdengar saling bersautan.
"Beraninya, kau menamparku wanita, murahan.! ucap Alex dengan geraman yang menakutkan.
"Cih! kau, pantas mendapat itu Lex, karena kau sudah berani bermain di belakangku ….!!! Pekik Rebecca di depan wajah Alex.
"Cih! kau bukan istriku, kau hanya wanita yang terpaksa aku nikahi, dan setelah anak yang ada di rahimmu lahir aku akan segera menyingkirkanmu, seperti Ruby dan keluarganya," Hehehe." bisik Alex sambil terkekeh.
"Kau tau sayang, dari dulu aku begitu ingin menghabisi nyawamu, tapi …, karena aku masih membutuhkanmu untuk menjadi kambing hitamku nanti, kalau tiba-tiba aku dalam masalah jadi, bersyukurlah karena kau masih aku pertahanankan, dan jangan mengurusi urusanku, terserah aku mau bermain dengan beberapa j*l*ng sekaligus itu urusanku dan kesenanganku, jadi diamlah selama aku masih memiliki kesabaran." ancam Alex dengan seringai jahatnya. alis Alex menjengit saat melihat Rebecca yang sekarang sedang terkekeh entah apa yang dipikirkan wanita licik ini.
"Hehehe! kau tidak bisa menghabisimu Alex, karena jika kau menghabisi ku, maka kau pun akan hancur, karena semua bukti kejahatanmu ada padaku, dan aku menitipkannya pada seseorang, dan perpesan kepadanya, kalau aku dalam bahaya maka kau menyuruhnya menyerahkan bukti kejahatanmu ke kantor polisi, jadi kau tidak bisa macam-macam padaku honey." ungkap Rebecca penuh ancaman.
"Dasar wanita licik.!!! geram Alex dan menghempaskan tubuh Rebecca di sofa. dan meninggalkan wanita licik itu di sana, Dangan amarah yang tak bisa Alex kendalikan.
"Ahkkk …!!! dasar kau wanita licik murahan Rebecca,!
"Ahkkk!!!
"Pranggg."
Alex melampiaskan semua amarahnya pada barang-barang yang ada di kamarnya, dengan umpatan kasar dia tujukan pada Rebecca.
Sedangkan Rebecca, hanya tersenyum penuh kemenangan, saat semua kartu as Alex ada padanya.
__ADS_1