Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 48


__ADS_3

"Informasi, apa yang kau dapatkan dari pria itu.? tanya Alex sambil menatap sang asisten.


Saat ini mereka sedang berada di ruangan kerja Boy. asisten Bram menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat kepada tuannya. Boy lalu, membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya.


Boy mengerutkan keningnya keatas dan menajam pandangannya ke beberapa foto yang di serahkan asisten Bram, asisten Bram menyuruh salah satu anak buahnya untuk mengikuti semua kegiatan Alex, kecuali di dalam rumah.


Boy masih mengerutkan keningnya keatas. dia menatap sang asisten dengan penuh pertanyaan.


"Jadi, dia sekarang tinggal di villa? tanya Boy, yang masih menatap lekat foto Alex yang sedang bersama wanita paruhbaya. Boy tidak dapat melihat jelas wajah wanita parubaya itu yang sedang duduk di kursi taman belakang sambil membelakangi kamera.


"Aku, merasa tak asing dengan wanita ini." gumam Boy dengan raut wajah penasaran.


" Bukankah, ibunya sudah meninggal.? tanya Boy bingung dan menatap foto Alex dan wanita paruhbaya itu.


"Iya, tuan! ibu tuan Alex sudah meninggal." balas asisten Bram.


"Lalu, wanita tua ini siapa.? Boy bertanya lagi sambil memperlihatkan foto Alex dengan seorang wanita yang umurnya mungkin sama dengan umur mommynya.


Asisten Bram menatap dan memperhatikan foto itu dengan raut wajah serius. dia juga merasa tidak asing dengan wanita tua ini.


"Aku, merasa wanita paruhbaya ini, mirip nyonya Ruby, tuan." ujar asisten Bram yang masih menatap lekat foto itu.


"Kamu, benar." jawab Boy setuju.


"tapi, tidak mungkin dia ibu nyonya Ruby, tuan." sela asisten Bram, yang membuat tuanya itu menerawang dan mengingat, Alex yang dengan santainya dan tanpa melawan saat di seret keluar dari mansion Pattinson.


"Bram! panggilannya pada sang asisten yang masih setia berdiri di sampingnya.


"Iya tuan."


"Terus, awasi pria brengsek ini, dan cari tau tentang tragedi kecelakaan Rubyku dan keluarganya 6 tahun lalu." perintah Boy sambil menopang dagunya di kedua telak tangan kekarnya.


"Siap tuan." balas asisten Bram.


"Aku, ingin secepatnya! informasi tentang Rubyku sudah kalian dapatkan."


"Aku, yakin pria brengsek itu, sedang merencanakan sesuatu, untuk menekan Rubyku lagi." ucapnya tegas dan menatap foto Alex bersama wanita paruhbaya itu."

__ADS_1


"Kenapa, aku merasa wanita ini, ada hubungannya denganmu baby." monolog Boy pelan.


"Cepatlah, kerjakan tugas yang ku perintahkan padamu. perintah Boy yang sudah tidak sabar untuk melihat informasi tentang keluarga Rubynya.


"Baik tuan.! jawab asisten Bram dan berlalu dari ruangan kerja Boy.


"Apa, yang sedang kau rencanakan untuk Rubyku, brengsek!!! geram Boy dengan lirih


"Lakukanlah, apa yang ingin kau lakukan, dan aku yakin kau tak akan bisa mendapatkan Rubyku, karena aku akan melakukan apapun, demi Rubyku! meskipun aku harus menghabisimu, brengsek,!!!


Boy yang sangat yakin kalau Alex akan melakukan sesuatu yang bisa membuat Ruby kembali padanya.


"Aku, Boy Raymond Cole, tidak akan membiarkan pria licik dan brengsek sepertimu, menyentuh milikku yang berharga! gumam Boy dengan pandangan lurus ke depan dan tersenyum miring.


**********


Sedangkan di villa Alex.


Alex kini sedang menghabiskan waktu dengan sang mommy di halaman belakang villa yang begitu sejuk.


Kini sang mommy sudah terlihat membaik dan wajahnya kini sudah tak sepucat dulu, waktu pertama kali Alex menjemput nya di panti jompo, di daerah yang tidak jauh dari lokasi tragedi kecelakaan keluarga Pattinson 6 tahun lalu.


meskipun tidak mendapatkan hasil untuk menemuka Ruby, siapa yang menyangka anak buah Alex menemuka sosok parubaya yang mirip dengan Ruby.


Alex yang awalnya tidak percaya dan mengabaikan informasi itu dan menyimpan berkas-berkas laporan anak buahnya, tentang wanita parubaya yang mirip Ruby. Alex yang waktu itu hanya memikirkan cara untuk menghabisi keluarga pengacara Carlos, yang berusaha menghalanginya untuk menguasai harta warisan Pattinson.


"FLASHBACK"


"Ahkkk." Ruby Pattinson, aku pastikan kau akan menjadi milikku lagi."


"Akhhhh, Ruby aku akan mendapatkan mu dan membuatmu menderita kembali."


"Kau, hanya milikku …! Ruby Pattinson … milikku!!!


"Akhhh."


"Prangggg"

__ADS_1


Alex meraung dan membanting semua barang yang ada di ruangannya. dia tidak terima kalau Ruby masih hidup dan terlihat bahagia. Apalagi sekarang Ruby bukan lagi istrinya dan Alex tidak terima kalau Ruby sudah dimiliki oleh sosok Boy Raymond Cole pembisnis terkenal di dunia.


Dada Alex naik-turun, dan wajah menjadi kelam yang sangat mengerikan.


"Aku, tidak akan membiarkanmu bahagia, Ruby sayang …!! hahaha," kau hanya pantas menderita."


racau Alex sambil tertawa mengerikan.


"Pranggggg." Alex membanting lemari yang berada di dekat meja kerjanya yang berisikan berkas-berkas penting.


Alex yang masih meradang itupun terdiam, saat netra birunya menangkap sebuah foto yang terselip di sebuah map berkas, Alex menajamkan penglihatannya dan membungkukkan tubuh tingginya untuk mengambil berkas dan foto tersebut.


Alex terus menatap lekat foto yang sekarang ada di tangannya. " Mommy" gumam Boy dan membaca isi lapor informasi yang di dapat anak buahnya itu.


Alex tersenyum licik setelah membaca informasi yang di dapat anak buahnya.


"Ternyata, dia masih hidup."


"Hahaha, ternyata keberuntungan selalu berpihak padaku Ruby sayang, aku sudah menemukan cara untuk mendapatkan mu kembali, dan aku pastikan kau akan bersujud dan memohon di kakiku untuk bersamaku lagi."


"Hahaha." tawa Alex mengelegar di ruang kerjanya


dia merasa keberuntungan selalu berpihak padanya.


"Kau, memang ditakdirkan untuk menderita, sayang! dan hanya aku yang berhak membuatmu menderita." Senyum mengerikan itu kembali terlihat di wajah tampan Alex.


"halo, kau dimana?


" …"


"Bersiaplah, kita ke kota S nanti malam."


" …"


"Hm!


Alex meletakkan kembali ponselnya di sakunya setelah menghubungi anak buahnya. dia kembali memandangi foto seorang wanita paruhbaya yang terlihat kumal tidak terawat, tapi masih terlihat kecantikan di wajah tuanya.

__ADS_1


"Sabarlah, mom! aku akan menjemputmu, dan kau akan menjadi pionku untuk menghancurkan anakmu, Ruby."gumamnya sambil menatap tajam foto yang di tangannya.


__ADS_2