
"nyonya." sapa seorang pria misterius, kepada seorang wanita yang sejak, tadi menunggunya di parkiran hotel terkenal di negara K.
"bagaimana, apa semuanya beres dan kau melakukannya dengan aman,?" tanya wanita itu yang sedang, berdiri di body mobilnya dengan kedua tangan di lipat didada.
"beres dan aman, nyonya." jawab pria itu dengan sangat yakin.
wanita itu tersenyum dan membuka pintu mobilnya, mengambil sesuatu di dalam tasnya, sebuah amplop berwarna coklat, dan memberikannya kepada pria misterius tersebut.
"ini bayatanmu," ujarnya dan memberikan amplop itu yang isinya lumayan banyak.
"terimakasih, nyonya! senang berkerja sama denganmu." ucap pria itu sumringah, karena malam ini dia mendapatkan bayaran yang sangat banyak, yang hanya melakukan sebuah pekerjaan kecil menurutnya.
"hmm, ...! pergilah." usir wanita itu dingin, dan pria itupun meninggalkan parkiran hotel itu, untuk bersenang-senang dengan uang yang di dapatnya.
"baiklah, mari kita lihat, akhir dari hidupmu, Ruby Pattinson," hahahh." tawa mengerikan Rebecca terdengar lagi di parkiran hotel itu.
Rebecca memasuki mobilnya untuk menunggu Ruby dan memastikan Ruby memasuki mobil yang sudah dia sabotase tentunya dan di juga ingin memastikan Ruby menghilang dari muka bumi ini.
*
*
*
sementara Ruby masih asyik mengobrol dengan, teman lamanya waktu kuliah dulu, sedangkan Amber sejak tadi sudah muak dan merasa jengah berada di tempat ramai ini, sudah beberapa kali juga Amber mengajak Ruby pulang, karena malam semakin larut.
tatapan tajam Amber, terus saja memperhatikan Ruby dan pria yang dia tau adalah sahabat lama Ruby, sedang mengobrol sesekali terdengar tawa renyah Ruby dan juga sesekali Ruby memukuli pundak pria itu.
"aku, tidak yakin pria itu, akan selamat kalau tuan, Boy ada disini." gumam Amber yang masih mengawasi Ruby dari jauh.
Amber, menjaga jarak dari Ruby, supaya nyonyanya itu, menikmati pestanya dan nyaman berada di sini, dia tidak ingin Ruby dicemooh orang-orang, karena terus di ikuti oleh seorang bodyguard, meskipun Amber wanita tapi ia ingin, Ruby nyaman dengannya dan tidak merasa risih.
Amber, melirik jam tangan yang melingkar di tangan kanannya, dan kembali melihat Ruby yang masih asyik dengan sahabat lamanya.
"ini, sudah terlalu malam, aku takut nyonya besar khawatir nanti," monolognya dan mendekati Ruby untuk mengajaknya pulang.
"by," Amber menjela obralan Ruby dan sahabatnya yang bernama Keenan.
Ruby menoleh dan tersenyum kepada Amber, dia tau Amber tidak nyaman dan mulai risih.
"kenapa, mber." tanya Ruby sambil bangkit dari duduknya.
"ini, sudah larut malam, ayo kita pulang.!" bisik Amber di telinga, Ruby sambil melirik sahabat Ruby yang memperhatikan mereka.
Ruby mengangkuk setuju, meskipun dia masih ingin disini, menghabiskan waktu yang tidak pernah ia rasakan semasa remaja dulu. Ruby yang hanya menghabiskan waktunya hanya belajar dan dirumah, Ruby tidak pernah lepas dari pengawasan sang Daddy yang begitu posesif padanya. dan setelah menikah dengan Alex, Ruby lebih kehilangan masa kebebasannya yang dikekang oleh Alex agar tetap dirumah dan tidak boleh ke acara pesta apa pun, Ruby yang sangat mencintai Alex hanya menurut dan pasrah.
mengingat itu semua Ruby tersenyum getir.
menertawakan hidupnya yang hanya menjadi pionnya Alex untuk mendapatkan semua harta keluarga Pattinson.
"ayo, by." ajak Amber, membuat Ruby tersadar dari lamunannya di masa lalu.
__ADS_1
"baiklah, ayo,!
"Ken, aku pulang dulu," pamit Ruby pada sahabatnya Keenan.
"kau, ingin pulang sekarang? ini masih sore by,? kekeh Keenan.
"ini, sudah larut, Ken." decak Ruby malas.
"come on, by! ini masih jam 11," sambung ken lagi sambil melirik jam tangannya.
"ayolah, kita nikmati pestanya,!" ajak Ken antuasias, yang mendapatkan tatapan tajam dari Amber.
Ruby berpikir sejenak dan menggelengkan kepalanya, tanda tak setuju.
"bagaimana, kalau kita bersenang-senang di club,? Ken masih berusaha mengajak Ruby.
sedangkan Amber sejak tadi sudah memplototi Ken, agar tak macam-macam.
Ruby perpikir lagi, kemudia dia tersenyum dan mengangguk, membuat Amber menganga dan membulatkan matanya.
"tapi, by! nanti nyonya besar khawatir, kita pulang terlalu malam. bujuk Amber.
"sekali, saja mber! aku ingin merasakan bagaimana rasa bersenang-senang, please ....!!! mohon Ruby dengan wajah yang memelasnya.
Amber mengertakkan giginya untuk menekan Amarahnya, Amber ingin sekali menghajar wajah Ken yang sekarang tersenyum puas.
"awas, saja kalau pria ini macam-macam, aku pastikan dia tidak akan mendekati Ruby lagi." geram Amber dalam hati.
"baiklah, ... baiklah,!" decak Amber malas.
"yeee ...! sorak Ruby antusias.
Amber mendegus dan menatap Ken sengit.
"ini, semua ulahmu,!
"auww ...,!!! Amber yang kesal menendang tulang kering Ken.
"dasar, wanita sialan!!! maki Ken.
*
*
*
kini mereka bertiga berjalan keluar dari hotel, malam ini Ruby akan, menikmati kebebasannya dan ingin merasakan cara bersenang-senang di club.
Ruby, tidak ingin tergantung dengan siapapun, dia ingin menikmati hidupnya sendiri, tanpa di kekang lagi, dia juga tak memperdulikan paman mesumnya lagi, Ruby tak ingin banyak mengharap dari seorang Boy Raymond Cole, yang memiliki kesempurnaan itu.
*
__ADS_1
*
*
"paman, lotus? kau disini? tanya Ruby saat melihat sang sopir sedang menunggunya di lobby hotel.
Amber menyengitkan alisnya saat melihat sang sopir pribadi Ruby ada disini.
"saya, ingin menyemput, nyonya.! jawab paman lotus.
"menyemput.? tanya Ruby heran.
"apa, ada yang terjadi sama mommy.? tanya Ruby lagi yang kini berubah panik.
"nyonya besar, baik-baik saja, nyonya." sela paman Lotus.
"terus? paman kenapa ada disini,? tanya Amber yang sedang menenangkan Ruby.
"maaf, saya nyonya! saya lupa memberitahukan nyonya, kalau mobil yang anda gunakan, sedang rusak, nyonya." ujar paman lotus.
mendengar perkataan sang sopir, Ruby menarik nafas lega, dan Ken sejak tadi hanya menyimak.
"paman, pulang saja biar aku yang mengantar, Ruby pulang." tawar Ken.
tawaran Ken, membuat mata Amber membulat ke arah Ken.
"tidak ...! kita kesana di antar paman lotus saja." tolak Amber.
"apa, kau tidak kasihan, kepada paman ini,?" ujar Ken.
"aku, tidak peduli! tolak Amber.
"ayo, Ruby." Amber tak mempedulikan Ken, dia terus menarik tangan Ruby keluar dan mendekati mobil yang paman lotus gunakan.
"dasar, perempuan sialan ....!!!! geram Ken, sambil menendang ban mobilnya.
*
*
*
sedangkan Rebecca yang sejak tadi menunggu Ruby, mulai merasa bosan dan lelah. dia terus saja mengerutut dan mengumpat.
"akkhhh!!! Rebecca berteriak dan keluar dari dalam mobilnya, dia ingin memeriksa ke dalam hotel, apakah Ruby masih ada didalam.
tapi saat dia akan memasuki hotel, Rebecca melihat Ruby dan Amber pergi dengan memakai mobil lain, dengan rasa kesal karena rencananya gagal lagi, Rebecca kembali ke parkiran hotel.
"sial! rencana ku gagal lagi,"
"akhh!!! Ruby ... sialan!!! Rebecca terus saja melampiaskan amarahnya itu pada stir mobilnya, hingga tangannya itu memar dan dia terus saja melakukannya tanpa merasakan sakit.
__ADS_1