Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 49


__ADS_3

🌷 Flashback 2


Alex menatap bangunan di depannya dengan lekat.


Bagunan yang tidak terlalu besar, akan tetapi memiliki lingkungan yang asri.


"Apa, kau yakin di sini tempatnya.? tanyanya, sambil melepaskan kaca mata hitam yang di gunakan.


"Iya, tuan! menurut warga yang menemukan nyonya Pattinson, mereka menitipkan, nyonya di sini tuan." anak buah Alex mengiyakan dan menyakinkan bos-nya.


Alex melangkah memasuki bangunan itu tanpa banyak bertanya lagi, di ikuti beberapa anak buahnya. Alex terus menyusuri setiap lorong bangunan itu, sambil menelisik setiap sudut bangunan yang di huni oleh lansia dan parubaya yang di titipkan di tempat ini.


"Tuan" sela anak buah Alex, saat tiba di salah satu kamar.


"Apa, dia disini.? tanya Alex dengan wajah penasaran.


"Iya, tuan! ujar anak buah Alex dan membukakan pintu untuk Bos-nya itu.


Alex tertekun di tempatnya dengan raut wajah yang terkejut dan tak percaya. dia melangkah mendekati ranjang kamar itu guna melihat lebih dekat sosok wanita ynag usianya setengah abad. Alex menatap tak percaya dengan sosok wanita yang ada di depannya ini. "Mommy." lirihnya. Alex tak menyangka kalau sosok di depannya ini masih hidup dan sekarang sosok itu terbaring lemah di atas ranjang, dengan alat medis di pergelangan tangan kirinya dan juga selang oksigen di hidungnya.


Alex menatap seorang dokter dan juga perawat yang memang bertugas di panti itu, untuk memeriksa setiap kesehatan para lansia dan juga parubaya yang sedang sakit.


"Dia, kenapa? Alex bertanya dengan suara beratnya.


Dokter yang memeriksa wanita itu menoleh kearah Alex dengan dahi mengkerut penuh tanya.


"Anda, siapa, tuan? Tanyanya dengan rasa penasaran, karena setahunya pasiennya ini hidup sendiri, dan warga setempat tak mengetahui asal-usul wanita setengah abad ini.


"Aku, anaknya! jawab Alex dengan raut wajah serius.


"Benarkah! sang dokter menatap Alex ragu.


"Apa, yang terjadi dengannya.? Alex tak menghiraukan keraguan sang dokter.


"Kondisinya menurun akhir-akhir ini, tuan? ujar sang dokter.


"Mungkin, dia masih binggung dengan dirinya sendiri, sehingga dia sering histeris dan mencoba menghabisi nyawanya sendiri." ujar sang dokter lagi.


"Apa, benar anak nyonya ini.? dokter itupun masih bertanya kepada Alex, untuk menghilangkan rasa penasarannya.

__ADS_1


"Iya." jawab Alex pendek.


"Kenapa, anda baru datang melihatnya.?


"Aku, baru mendapatkan informasi dari orang, suruhaku, kalau mommyku masih hidup dan berada disini. ucap Alex dengan sendu.


"Bagaimana. keadaannya." tanya Alex dan menatap nyonya Pattinson tajam.


"Kondisinya memburuk tua, mungkin dia tidak akan, mengingat anda! akibat benturan keras yang sangat kuat mengenai bagian kepalanya membuat nyonya, amnesia tuan."


"Amnesia" lirih Alex, kembali menatap wanita parubaya yang ada di depannya.


"Iya, tuan." sang dokter mengiyakan pertanyaan Alex.


"Aku, akan membawanya dokter, dan mengobatinya di kota.? ujarnya dan menatap anak buahnya yang sejak tadi terdiam.


"Baiklah, tuan! karena itu satu-satunya jalan untuk menyembuhkan, mommy anda." dokter itu menyetujui perkataan Alex.


"Apa, anda ingin membawanya sekarang, tuan?


Alex tak menjawab dia hanya mengangguk pelan kepalanya. Alex hanya menatap lekat nyonya Pattinson yang terbaring lemah.


"Urus semuanya, dan kita kembali sekarang." perintah Alex kepada anak buahnya.


"siap, tuan! jawab anak buah Alex dan meninggalkan kamar itu, untuk mengurus sesuatu.


Alex pun membawa nyonya Pattinson, dari panti tersebut, dia akan menempatkan mommy Ruby di villanya dan memberika mengobatan di sana.


Alex juga merahasiakan ini dari Rebecca wanita licik itu. dia tidak ingin Rebecca mengagalkan rencananya untuk merebut Ruby kembali.


Entah dendam apa yang dimiliki Alex kepada Ruby Pattinson, sehingga dia begitu terobsesi untuk menghancurkan Ruby.


"Flashback off"


"Kau, sedang memikirkan apa, nak.? suara dan sentuhan lembut menyadarkan Alex dari lamunannya.


"Tidak ada,mom.! jawab Alex sambil tersenyum.


"Apa, kau yakin.?

__ADS_1


Alex hanya mengangguk untuk menyakinkan nyonya Pattinson yang ada di depannya ini.


********


"kau, akan pergi, sayang.? tanya seorang pria tampan dan memiliki tubuh tegap seksi.


"iya, aku ingin menemui seorang teman.! jawab wanita itu dengan senyum pura-pura.


"teman? ucap pria itu pelan.


wanita itu hanya mengangguk dan merlalu melewati pria itu.


"tunggu, Rebecca." sela pria itu dan menahan tangga Rebecca.


Rebecca hanya berdecak malas dalam hati dan memutar bola matanya malas.


"tidak perlu, John, aku bisa sendiri." tolak Rebecca dengan senyum terpaksa.


"no, no,! aku akan tetap mangantarmu, sayang, tunggu sebentar, tetap disini,"ok." pria yang bernama John itupun meninggalkan Rebecca di ruang tamu.


"ck, menyebalkan." decak Rebecca.


"seandainya, aku tidak membutuhkan uangnya, aku pastikan akan melemparkan, pria menyebalkan ini." gerutunya kesal.


"ayo, sayang kita pergi.! ajak John dan menarik tangan Rebecca keluar dari apartemennya.


"tidak, perlu mengantarku, honey! kau akan bosan menungguku disana." Rebecca terus berusah membujuk pria menyebalkan di depannya.


"tidak, mengapa aku akan menunggumu." dengan langkah malas dan terpaksa Rebecca pun menyetujui ajakan pria ini.


"sial! semua rencana ku gagal, karena pria sialan ini." maki Rebecca dengan perasaan dongkol.


"aku, harus cepat menyingkirkan pria gila ini, dan menguasi semua hartanya." senyum licik Rebecca terbit tanpa sepengetahuan pria itu.


John Sebastian, seorang pengusaha sukses dan memiliki kekayaan melimpah, yang begitu terobsesi kepada Rebecca. pria yang pernah menghabiskan malam panjang penuh gairah di salah satu club mewah di kota K.


dia juga yang menolong Rebecca, di pinggir jalan di kawasan mansion Ruby yang sedan terkapar dipinggir jalan.


John tidak akan membiarkan, Rebecca kemana-mana tanpa pengawasannya.

__ADS_1


"kau, akan terus menjadi budakku, Rebecca sayang." batin pria itu dengan senyum miring.


__ADS_2