Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 90


__ADS_3

"baby, bangunlah ....!!


"Please, baby ... bangun."


"Kumohon, bangunlah."


Boy yang begitu terpukul saat Ruby, tak kunjung membuka matanya.


"Ruby ....!!!


"Akkhh,!!!


"BABY, ....!!


Boy, meraung sejadi-jadinya dan memeluk tubuh pucat dan dingin Ruby.


"Tuan," seru Bram.


"Dia, tidak boleh pergi, ... dia tidak boleh meninggalkan ku, ... tidak boleh,!" Boy menangis dan meracau dengan Ruby di pelukannya.


Amber juga akhirnya menangis dalam pelukan Bram.


"Ruby," maaf.!" lirih Amber dalam pelukan Bram.


"Kau, tidak boleh meninggalkan ku, sayang ... tidak boleh. kau akan tetap bersamaku. kumohon bangunlah baby," please, bangunlah. bangunlah, ....!!! Boy berusah membangun Ruby yang sudah tak berdaya itu.


"Tuan, dokternya sudah tiba tuan." lapor sang bodyguard.


Boy, lantas mengendong Ruby kedalam, dengan perasaan takut. lututnya bahkan sudah lemas dan jantungnya sudah berdetak kencang.


Boy memasuki kamarnya dan membaringkan tubuh lemah dan pucat Ruby diatas tempat tidur.


"Cepat periksa dia." perintah Boy, dengan suara parau.

__ADS_1


"Baik tuan."


Dokter itupun, memeriksa keadaan Ruby.


yang sudah sangat lemah.


"Kita, harus segera membawanya, kerumah sakit besar tuan? Kondisinya sangat kritis, aku takut dia tidak bisa terto-." ucapan dokter itupun terpotong dengan teriakan Boy.


"APA, YANG KATAKAN, HAH!!!!


"Rubyku, pasti selamat."


"Bram, ... siapkan helikopter sekarang. dan cepatlah, ....!!! Boy yang sudah kehilangan akal sehat itupun, berteriak sejadi-jadinya.


"Kau, akan selamat, baby. aku mohon bertahanlah," Boy mencium kening dingin Ruby dan memeluk Rubynya.


"Bangunlah, baby, ... bangunlah," Boy tak hentinya berkata lirih di telinga Ruby.


"Tuan, semuanya sudah siap." Bram yang muncul dari luar, melapor kepada Boy.


Dengan sigap Boy langsung mengendong Ruby tanpa mengganti pakaiannya yang basah. Boy terus menggendong Ruby hingga menaiki helikopter yang sudah, siap di halaman luas villa Boy.


Boy duduk di kursi belakang dan tetap Ruby dalam pelukannya. tatapan Boy, terlihat kosong dan putus asa. air matanya bahkan masih menetes.


"Bangunlah, baby ....!!


Kini helikopter Boy, sudah lepas landas. helikopter itu sudah terbang jauh di atas langit.


Meninggalkan Amber yang masih terpaku ditempatnya. dia begitu mengutuk dirinya, yang lalai menjaga Ruby.


"Maaf, ... maaf ... semua salahku," lirihnya.


"Sayang," Bram menarik Amber kepelukannya.

__ADS_1


Mereka tidak ikut menaiki helikopter, Bram dan Amber, akan menyusul dengan kendaraan mobil.


Ada yang harus Bram selesai lebih dulu. sebelum menyusul Boy.


"Ini, salahku, dear ... semua salahku," Amber menumpahkan tangisnya di dada Bram.


"Aku, lalai menjaga Ruby, jadi ini semua kesalahanku." tangis Amber pun semakin pecah.


"Shut, ini hanya kecelakaan sayang, bukan salahmu, jadi diamlah dan kita akan menyusul mereka." Bram mencoba menghibur sang kekasih.


Amber hanya mengangguk dalam pelukan Bram.


Bram menggenggam tangan Amber dan menuju mobilnya, setelah tiba di depan mobil Bram membantu Amber memasuki mobil dan memasangkan seat belt.


"Sayang, tunggu sebentar disini. aku ingin memeriksa sesuatu dulu didalam," pamit Bram dan mengecup sekilas bibir Amber dan berjalan Kembali kedalam villa.


Bram memasuki, sebuah ruangan kosong di villa itu. dia juga melihat dua orang pria yang sedang terikat dan wajah sudah babak belur.


"Bagaimana,? apa mereka mengaku,?" Bram bertanya pada bawahnya.


"Mereka, tidak mau mengaku, tuan.!" jawab anak buah Bram.


"Hm, siksa mereka dan buat mereka mengaku. aku ingin tau siapa yang sudah berani mengusik, tuan Boy Raymond Cole." ucap Bram dingin dan menatap tajam dua pria itu.


"Siap, tuan."


"Hm, jaga mereka baik-baik, jangan sampai lolos. kalau ada sesuatu tentang dalang semua kejadian ini, cepat beritahu aku."


"Siap, tuan." jawab sang anak buah dan membungkuk badannya, saat melihat Bram keluar dari ruangan itu.


"Siksa, mereka," perintah anak buah Bram.


Terdengar jeritan dan teriakan kesakitan di dalam ruangan itu. dua orang pria yang mencoba membahayakan Ruby.

__ADS_1


__ADS_2