Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang
bab 126


__ADS_3

"Jadi ini rencana mu.?" Boy bertanya kepada Bram dan memperlihatkan iPad-nya kepada Bram, yang duduk degan santai di sofa.


"Apa kau puas." Tanya Bram kembali.


"Lumayan." Sahut Boy.


"Bukankah ini adalah hukuman yang tepat buatnya.?"


"Hm."


"Maka, ucapkanlah terimakasih padaku."


"Cih."


"Ayolah, sobat."


"Terserah.


Boy pun langsung meninggal Bram sendiri di ruangan kerjanya. Ia begitu puas saat melihat berita tentang kematian nyonya Lezi. Wanita itu meninggal dengan cara mengakhiri hidupnya sendiri. Karena mengalami depresi berat karena, mendapatkan hukuman seumur hidup dan mendapatkan perlakuan semena-mena di dalam sel tahanan tersebut.


"Tunggu." Sela Bram, menghentikan langkah Boy.


Boy membalikkan badannya kembali dan menatap Bram binggung.


"Apa lagi.?" Tanya Boy penasaran.


"Kau, tidak ingin tahu berita tentang adik palsumu.?" Sinis Bram.


Boy terdiam di tempatnya dan hanya memperlihatkan wajah datar dan dinginnya saja.


"Dia, juga mengakhiri hidupnya." Ungkap Bram, yang menelisik perubahan reaksi Boy.


"Dia menggantung dirinya sendiri di dalam kamar, saat ibunya meninggalkannya sendiri. Dia menolak untuk di jadikan wanita malam, dan memilih mengakhiri hidupnya." Ungkap Bram tenang.


Boy masih bergeming di tempatnya. Meskipun ada rasa kehilangan, tapi dia berusaha membuang jauh-jauh perasaan itu. Dia mengingat kembali perbuatan jahat mereka kepada sang mommy.


Boy membalikkan badannya dan meneruskan langkahnya, tanpa peduli akan ucapan Bram.


Bram hanya tersenyum miring melihat reaksi Boy, yang terlihat masa bodoh.


"Semoga kau selalu bahagia, kawan." Gumamnya.


"Halo," ucap Bram saat menerima panggilan dari seberang sana.


"Tidak."


" …


"Aku tidak akan kesana."


" …


"Berhentilah mengangguku, sialan."


" …


"Aku tidak mau."


" ….


"Terserah."


"Tut."


Bram menutup sepihak panggilannya dengan emosi.


Pria itupun segera keluar dari ruangan kerja Boy. Dan melangkah pergi meninggalkan mansion Pattinson. Dia bahkan tidak menghiraukan sang kekasih yang terus memanggilnya.


"Ada apa dengannya.?" Lirih Amber yang masih menatap seluit mobil sang kekasih.


"Mungkin dia memiliki perkerjaan mendadak." Gumam Amber.


*


*


*


" Clek." Boy membuka pintu kamar yang kini menjadi kamarnya juga.


Boy memasuki kamar dan menatap sang istri yang masih tertidur pulas di atas ranjang.


Boy mendekati sang istri dan memberikan kecupan di puncak kepala istrinya.


"Baby." Bisik Boy lembut.

__ADS_1


"Baby, bangun." Bisiknya lagi.


"Hei, … ayo bangun. Sudah siang baby.?" Pinta Boy sambil menciumi sang istri.


"Hg," leguh Ruby dan mengerjap-ngerjapkan matanya. Ruby menatap wajah tampan sang suami, setelah mata hazelnya terbuka lebar.


"kau, sudah bangun.?"


"hm."


"kenapa tidak membangunkan ku.?"


"Aku, tidak tega membangunkan mu, baby." ujar Boy dan kembali mengecup pelipis dan bibir istrinya.


Ruby bangkit dan duduk bersandar di sandaran tempat tidur. ia menutupi tubuh polosnya dengan selimut, ia menatap lekat sang suami yang juga menatapnya penuh binar kebahagiaan.


"kamu, darimana, sayang.?" Ruby bertanya sambil meraih telapak tangan suaminya.


"Dari ruangan kerja, bertemu Bram." jawab Boy yang membalas genggaman tangan istrinya.


"Apa ada kerjaan.?"


"sedikit."


"Apa, kau ingin mandi.?"


"hu'um."


"biar aku membantumu."


"tidak perlu, aku bisa sendiri." tolak Ruby.


"Ayolah, baby. biar aku membantumu ke kamar mandi." tawar Boy, dengan senyum mesumnya.


"Tidak perlu. aku bisa sendiri, aku tau apa yang ada di pikiran mu," cebik wanita itu.


"OH, baby. kau begitu mengemaskan." Boy mencubit kedua pipi istri cantiknya itu.


"Sakit, sayang." rengek Ruby.


"maaf." ujar Boy dan mengecup kedua pipi istrinya.


"bersiaplah, baby."


"bersiap kenapa.?"


"honeymoon."


"hm. apa kau mau."


"Mau. apa kau serius kita akan berangkat honeymoon, sayang." tanya Ruby antusias.


"iya. bersiaplah sore nanti kita akan berangkat ke negara Paris." sahut Boy tersenyum senang melihat wajah bahagia sang istri.


"Benarkah." sorak Ruby sambil memeluk suaminya.


pasangan itupun saling berpelukan hangat yang penuh rasa kasih sayang dan cinta.


*


*


*


Akhirnya sore hari pun pasangan itu berpamitan itu melakukan perjalanan bulan madu di negara yang terkenal romantis itu.


Boy ingin memberikan semua perhatian dan cintanya hanya kepada sang istri semata.


pria itu berjanji akan selalu membahagiakan istrinya, sampai kematian menjemputnya.


Boy akan melindungi, menjaga dan memberikan segalanya hanya buat istrinya tercinta.


pasangan itu merasa bahagia menghabiskan hari-harinya di kota Paris. senyum dan keceriaan terus terlihat di wajah cantik Ruby. mendapatkan kasih sayang dan cinta dari suaminya membuat Ruby melupakan masa lalunya yang begitu menyakitkan.


Ruby mendapatkan kehangatan cinta dari pelukan sang suami. mendapatkan perlakuan manis dan lembut dari sang suami, membuat Ruby bagaikan seorang putri yang berharga.


cinta mereka setiap harinya makin bertambah, dan semakin besar.


kini pasangan itu melalui hari-hari mereka dengan kebahagiaan dan kehangatan.


saling percaya, saling setia, saling terbuka dan saling menjaga perasaan masing-masing.


Tidak terasa hubungan pernikahan mereka sudah memasuki bulan ke dua. dan makin bertambah pula perasaan cinta mereka.


hari ini Ruby akan memberikan sebuah kejutan kepada suami dan mommynya.

__ADS_1


Ruby memberikan kepada suaminya dan sang mommy sebuah kado dalam ukuran kecil.


kini mereka sedang berada di ruangan santai.


"Apa ini, sayang.?" tanya sang mommy penasaran.


Ruby tidak menjawab dia hanya tersenyum penuh arti.


"nanti juga mommy tau. jangan di buka dulu, tunggu aba-aba dari ku, ok." ujar Ruby dengan wajah berbinar.


Boy dan mommy sama-sama mengangkuk patuh.


"Kau, membuat ku penasaran, baby." gumam Boy, sambil memperhatikan kotak yang ada di tangannya.


"ini adalah kejutan buatmu, sayang." sahut Ruby.


"jadi, kapan kita membukanya, baby, aku sudah tidak sabar."


"baiklah, silakan kalian buka." titah Ruby.


Boy dan mommy, dengan tidak sabar membuka bingkisan kado yang diserahkan Ruby tadi.


Boy bahkan merusak bingkisan kado tersebut, karena ketidak sabarannya.


sedangkan mommy, menatap dengan ekspresi terkejut, terhenyak, dan tidak percaya, saat melihat isi dari kado tersebut.


mommy menatap sang putri dengan mata berkaca-kaca.


Ruby mengangkuk pelan, saat dia tahu dari tatapan haru sang mommy.


mommy pun bangkit dan memeluk putrinya itu.


"selamat, sayang." bisik sang mommy.


"selamat, juga buat mommy." balas Ruby.


Boy yang menatap sikap mertua dan istrinya, menjadi kebinggungan.


iapun melihat isi bingkisan kado tersebut. pria itu menatap lekat benda berbentuk panjang itu dan terdapat sebuah dua garis merah di sana.


Boy meraih benda tersebut dan menatapnya lebih lekat dengan alis menyengit tajam. ia kembali melirik bingkisan kado itu dan terdapat sebuah pakaian bayi dan juga sepatu bayi yang sangat mungil.


Boy menatap bergantian pakaian bayi dan sepatu bayi tersebut dengan benda yang ada di tangannya. pria itu berpikir dan mencoba menebak apa maksud sang istri tercinta memberikannya pakaian bayi.


"bayi." lirihnya.


seketika matanya membola dan segera mengalihkan pandangannya ke arah istrinya yang sudah menangis bahagia.


"You pregnant.?" tanya Boy dengan jantung berdebar.


Ruby hanya bisa mengangguk pelan dan tersenyum dengan derai air mata.


segera saja Pria itu menghampiri istrinya dan memeluknya dengan tangis bahagia.


"terimakasih, baby. terimakasih." bisiknya di tengah isakan kebahagiaan pria itu.


"ini adalah kejutan yang sangat, ... sangat membahagiakan, buatku, dirimu dan mommy.


"sekali lagi, terimakasih, baby."


"aku mencintaimu."


hanya kata terimakasih,lah, yang bisa Boy ucapkan atas kejutan yang di berikan oleh istrinya, itu.


Boy menghadiahi istrinya sebuah kecupan sayang di seluruh wajah cantik istrinya.


TAk, henti-hentinya air mata kebahagiaan membasahi wajah mereka, atas kabar kehamilan Ruby.


"selamat untuk kalian. sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua." ucap mommy yang mengusap air mata bahagianya.


"selamat juga buat, mommy, karena sebentar lagi akan menjadi nenek." sahut Boy.


"mari kita, bersiap dan menyambut kehadiran anggota baru di keluarga kita." seru Ruby dengan nada bahagia.


Boy dan mommy mengangkuk dan mereka berpelukan untuk, berbagi kebahagiaan, yang sebentar lagi akan menyambut kehadiran bayi dari pasangan Ruby dan Boy.


merekapun melalui hari-hari mereka dengan keceriaan dan kehangatan. Boy, bahkan lebih posesif kepada istrinya yang sedang hamil muda itu. dia tidak akan pernah meninggalkan istrinya terlalu lama. pria itu berubah menjadi suami siaga yang siap melayani keinginan sang istri dan calon bayi mereka.


🌹TAMAT🌹


Hay, ... gais!!


akhirnya kisah Ruby sudah berakhir bahagia gais. terimakasih atas dukungan kalian semua dan terimakasih sudah mampir di karya receh saya.


insyaallah, saya akan membuat cerita tentang amber dan Bram di buku baru. mungkin nanti malam baru saya update.

__ADS_1


sekali lagi terimakasih banyak.🙏🙏🥰🥰❤️❤️❤️


__ADS_2