
Amber tercengan dengan ucapan konyol sang kekasih. dia meninju dada telanjang Bram dan mengigitnya.
"Aakhh!! sakit sayang." aduh Bram.
"Ternyata, kau pria mesum menyebalkan." Amber mencebikkan bibirnya.
"Oh, ayolah … sayang aku hanya pria normal." saut Bram.
"Lepaskan." pinta Amber yang masih berusaha lepas dari kurungan Bram.
"No, biarkan seperti ini sayang, aku janji tidak akan berbuat macam-macam." tolaknya dan memperat pelukannya.
"Tidurlah," ujarnya lembut dan mencium bibir dan kening Amber.
Kini posisi mereka saling berpelukan, dengan Amber berada di atas dada telanjang Bram.
Amber meletakkan pipi kirinya di dada Bram, dia mendengarkan detak jantung pria di bawahnya, dengan tangannya yang memainkan jari-jari panjang Bram.
Sedangkan Bram mengusap-usap belakang wanitanya dengan lembut dan ikut memainkan jari-jarinya di yang di mainkan Amber.
"Sayang," seru Bram, menghilangkan kesunyian di kamar itu, saat dua sejoli itu terdiam dengan fikiran mereka masing-masing.
"Hmm." saut Amber dengan gumaman.
"Aku, ingin hubungan kita di rahasiakan sayang." ujar Bram.
Amber yang mendengar perkataan Bram mengangkat wajahnya dan menatap sang kekasih.
"Why." tanyanya dengan alis yang menyengit.
"Apa, kau malu, mempunyai kekasih sepertiku.?" tanya Amber sendu.
"Apa karena aku hanya wanita biasa, dear.?" tanyanya lagi dengan mata berkaca-kaca.
Bram menggeleng dan mendaratkan kecupan lembut di kening Amber.
__ADS_1
"Aku, mencintaimu sayang, aku tidak perduli dengan semua tentangmu, tentang hidupmu, pekerjaanmu, latar belakangmu. Semuanya aku tidak peduli. aku sangat mencintaimu dan ingin menjadikanmu milikku selamanya.tapi, … ada satu hal yang belum bisa aku jelaskan kepadamu, sayang." ungkap Bram dan pandangannya menatap langit-langit kamarnya.
"Apa, ini tentang hidupmu.?" tanya Amber penasaran.
Bram mengangkuk dan membelai wajah cantik didepannya.
"Maka, ceritakanlah tentang dirimu." ujar Amber yang membuat Bram menengang.
"Belum saatnya, sayang." jawab Bram.
"Aku, akan menceritakan semua tentangku, saat semua tujuan dan misiku berhasil.!"
"Misi … tujuan,?" Amber membeo.
"Hm, tujuan yang sangat berarti bagiku." gumam Bram.
"Kau, memiliki tato.?" tanya Amber saat wanita itu melihat sebuah tato di lengan Bram.
"Tapi, aku seperti pernah melihat gambar ini.?" gumam Amber, sambil menyentuh tato Bram dan keningnya mengerut sedang berfikir.
"Sekarang, mari kita tidur."
"Selamat malam, sayang," cup."
"Selamat malam juga, dear."
"Kau, tidak memberikan ku kecupan selamat tidur." Rajuk Bram saat tak mendapatkan kecupan di bibirnya.
Amber tersenyum dan mendaratkan satu kecupan di bibir Bram dan satu kecupan di kening prianya.
"Ahk, … ternyata gadis tembokku manis juga." Bram terkekeh dan mengeratkan pelukannya.
"Aku mencintaimu." ucap Bram, saat melihat wanitanya sudah tertidur.
"Semoga, mereka tidak menyadari keberadaan mu, sayang." gumam Bram, sambil membelai wajah cantik di atas dadanya itu.
__ADS_1
Bram kembali menatap langit-langit kamar dan menerawang jauh. entah apa yang sedang di fikiran pria ini.
"Aku, berjanji akan selalu mencintaimu, sayang, selalu melindungimu dan menjagamu." ucap Bram tulus.
*
*
*
"Akhhh!!!
"Prangg."
"Brengsek."
"Akhh!!!
"Ruby, ….!!! Rebecca yang berada di kamarnya, mengamuk saat rencananya gagal, untuk menjebak Ruby.
"Aku, berjanji akan membunuhmu, Ruby Pattinson." geramnya dengan tatapan penuh kebencian.
"Akhh!!!
"Kenapa, hidupmu selalu beruntung Ruby Pattinson," KENAPA ….!!! Akhhh,!!!
Rebecca mengamuk dan menghancurkan semua barang yang ada di kamarnya.
"Aku, harus mengambil apa yang sudah menjadi milikmu, termaksud merebut tuan, Boy Raymond Cole. menjadi milikku," hahahah." Rebecca tertawa mengerikan di dalam kamarnya.
"Aku akan merebut semua milikmu, Ruby Pattinson, semuanya, ….!!! ucapnya dengan terkekeh dan kembali berteriak.
"Aku, tidak akan membiarkanmu bahagia, Ruby … seharusnya kau hanya menderita dan terbuang, ….!! Rebecca terus saja meracau di dalam kamarnya.
"RUBY PATTINSON AKU MEMBENCIMU, ….!!
__ADS_1
teriak Rebecca mengema di dalam kamarnya.