
"Aku, akan menghukum mu gadis tembok, berani-beraninya kau membiarkan, pria brengsek itu mencium bibirmu, apa kau tau kalau bibirmu itu hanya milikku, hanya milik Bram Stoker, awas saja aku akan melemparkan mu di atas ranjang ku dan kita akan membuat adik bayi." Asisten Bram yang sedang melangkah di belakang Boy itu, terus saja mengerutu kesal saat dia mendapatkan video ciuman Amber dan Ken di club.
"Gadis tembok, …! tunggu aku dan aku akan menghukum mu ….!! teriak asisten Bram, tanpa sadar.
Boy yang mendengar teriakkan asistennya itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya, ternyata nasib mereka sama.
"Aku, juga harus menghukum, Baby." gumamnya dan tersenyum saat mengingat wajah kesal Rubynya.
Kini pesawat yang diguna Boy, sudah lepas landas di negara sang Daddy dan akan mendarat di negara sang kekasih tercintanya.
"Aku, datang, baby," ucapnya pelan.
"Gadis, tembok tunggu hukumanmu," geram asisten Bram.
Mereka kini, hanya terdiam dengan pikiran mereka masing-masing. asisten dan bos ini sedang mengalami yang nama galau akut, sehingga membuat mereka mengomel dan berteriak sendiri.
" ternyata, kalau jatuh cinta bisa membuat, orang menjadi bodoh," bisik bodyguard Boy, yang sejak tadi menyaksikan tingkah bos besarnya dan asistennya itu.
"Iya, sangat mengerikan." jawab bodyguard satunya.
"Padahal, mereka, tampan dan mapan, kau yakin gadis tidak akan menolak mereka," ujar bodyguard itu lagi.
"Kamu, benar." sahut temannya dan masih memperhatikan tingka bos dan asistennya itu.
"Sudahlah, lebih baik kita tidur." ajak bodyguard yang kepalanya botak mengilat dan berkulit gelap.
Temannya itu hanya mengangguk dan mengikuti si bodyguard botak tadi.
*
*
__ADS_1
*
Ruby melenguh dan mengerjakan matanya, saat tidurnya terganggu oleh tepukan lumayan keras di pipi kirinya.
Ruby membuka mata indahnya dengan lebar, saat netranya melihat Amber sudah ada di kamarnya dengan penampilan sudah rapi.
"Bangunlah, kau hari ini ada pertemuan penting dengan klienmu dari negara A." ucapnya kesal dan mengingat Ruby akan pekerjaannya hari ini.
Ruby pun bangun dari tidurnya, dia bersandar di dashboard ranjang saat dirasakannya kepalanya sakit dan berat.
"Shitt." desisnya dan memijit keningnya yang terasa pusing.
"Minum, ini." perintah Amber dan memberikan Ruby perasan lemon, untuk menghilangkan rasa alkohol yang di minumnya tadi malam.
"Mungkin, aku terlalu semangat dan banyak minum, sehingga aku mabuk dan tak sadar, sudah berada di atas ranjang. Ruby terkekeh mengingat kelakuannya tadi malam.
"Jangan, harap kau bisa ke sana lagi." degus Amber kesal.
"Apa, kau tak ingat? kau hampir saja di seret dua orang pria." ucap Amber emosi.
Ruby menganga dan membulat matanya, dia tidak menyangka bisa secoroboh itu. Ruby berdiri dan mendekati Amber yang membuang wajahnya kesamping, dia masih kesal dengan nyonyanya ini yang berubah menjadi sahabatnya.
"Terimakasih, karena kau selalu menjagaku dan melindungiku." ucapnya tulis dan memeluk Amber.
"Berhentilah, kesana, karena kau akan membuat, nyonya besar sakit." decaknya malas
Ruby hanya mengangguk dan kembali memeluk Amber.
"Mandilah, karena sebentar lagi kau akan meeting."
perintahnya lagi.
__ADS_1
"cepatlah, by …!! apa kau, tak kasihan sejak tadi nyonya besar menunggumu di ruang makan." sambung Amber lagi, saat Ruby tak mendengar perintahnya.
Ruby hanya cengengesan dan berlari cepat kearah kamar mandi.
*
*
*
"Pagi, … mom!! sapa Ruby saat tiba di ruang makan dan mengecup pipi sang mommy.
"pagi, juga sayang.!" balas sang mommy dan tersenyum lembut.
"kau, mau kekantor, nak.? tanya sang mommy, yang melihat penampilan Ruby yang terlihat rapi.
"Iya, mom." Jawabnya dan memasukkan sarapannya kedalam mulut.
Ruby yang hari ini memakai, dress tanpa lengan dengan panjang yang melihatkan baha mulusnya di padukan dengan blazer yang senada dengan dress Ruby.
penampilan Ruby di sempurnakan denagan, make up natural terkesan elegan.
"Mom, kami pamit dulu." Setelah menghabiskan Sarapannya, Ruby berdiri dan diikuti Amber.
"Hati-hati, sayang!" ujar sang mommy.
"berjanjilah, kau tidak akan menginjak kakimu, lagi di tempat haram itu." uajr sang mommy dan membelai rambut Ruby.
"Ruby, janji mom." jawabnya dan kembali mencium kedua pipi sang mommy.
"Aku, pergi mom." pamitnya kembali.
__ADS_1